**~~ SELAMAT DATANG DI BLOG MEDDIA HERBAL KANTOR PEMASARAN DEPOK** WEB SITE RESMI: www.meddia-herbal.com** MEDDIA HERBAL; RAMUAN HERBAL KUTAI KARTANEGARA** HERBAL FOR LIFE~~**

Sabtu, 21 Mei 2016

TERAPI KESEHATAN BERDASARKAN GOLONGAN DARAH

Mengapa golongan darah ? 

Dr. Peter J. D’Adamo dalam bukunya Live Right for Your Type menjabarkan bahwa darah yang mengalir dalam tiap tubuh manusia menyimpan informasi tentang perjalanan sejarah umat manusia itu sendiri, dimana cara hidup kita hari ini akan menjadi bagian dari profil genetis anak cucu kita di masa mendatang.

Ilmu golongan darah menawarkan peluang unik untuk memeriksa masa lalu, memperbaikinya, dan mewariskannya dalam versi yang lebih baik. Peluang ini memberikan pengetahuan dan perangkat, bukan hanya untuk memperbaiki kehidupan kita sendiri di masa sekarang, tetapi juga untuk memasukkannya dalam “hard drive” genetis kita.

Kuncinya ada pada warisan genetis kita. Warisan genetis adalah benang merah kehidupan kita yang tak dapat putus. Meski kita hidup di abad ke-2, kita berbagi ikatan yang sama dengan nenek moyang kita. “informasi” genetis yang dihasilkan dari karakter unik mereka telah diturunkan kepada kita.

Dengan golongan darah, kita dapat memantau fungsi kekebalan tubuh, aktivitas metabolisme, pencernaan, dan sinyal-sinyal saraf. Semua itu memiliki fungsi peramal yang sangat hebat. Sayangnya, fungsi golongan darah masih sangat dibatasi untuk keperluan laboratorium transfuse darah saja. Untungnya, ilmu kedokteran secara perlahan tapi pasti sedang menerima ide bahwa golongan darah mungkin berperan besar dalam tubuh manusia. 

D’Adamo juga menjelaskan mengenai risiko kesehatan dari masing-masing golongan darah, seperti yang tertera pada tabel berikut ini :

Beberapa prinsip esensial mengenai golongan darah :

1.   Terbuka dan luwes
Ilmu golongan darah tidak berdimensi tunggal. Pada dasarnya, ilmu ini mempelajari berbagai perbedaan. Artinya, tidak semua kasus bisa masuk pas ke empat kategori yang ada. Kita perlu bersikap terbuka dan selalu berhati-hati. Fokus utamanya bukanlah hidup dalam ketakutan bahwa makanan yang salah akan menyulitkan kita. Namun fokus utamanya adalah berusaha menuju keseimbangan yang selaras antara kecenderungan genetis kita dengan keseluruhan pola makan dan perilaku yang sehat.

2.   Skeptislah pada kesimpulan yang terlampau sederhana
Hubungan golongan darah dan penyakit bukanlah hubungan sebab akibat yang sederhana. Misalnya penyakit jantung. Kita bisa saja terkena penyakit jantung tak peduli golongan darah kita O, A, B atau AB. Hal yang berbeda adalah jalan yang akan kita tempuh menuju penyakit ini dan cara yang yang kita lakukan untuk tetap sehat.

Kebanyakan penyakit kronis dipengaruhi oleh banyak faktor, dan itu berarti ada lebih dari satu cara untuk terkena penyakit tersebut. Aset yang tak ternilai harganya dalam pemanfaatan kaitan golongan darah dan penyakit, terletak pada kemampuan keduanya untuk memprediksi faktor mana diantara sekian banyak yang merupakan faktor risiko terbesar kita.

Pertanyaan tentang apakah yang menyusun suatu faktor risiko dan seserius apa kita harus menanggapinya, biasanya membingungkan bagi banyak orang, dan itu baukannya tanpa alasan. Bahasa kedokteran konvensional tampaknya menyiratkan adanya hubungan langsung antara faktor risiko dan penyakit tertentu. Sebab dan akibat – misalnya, “merokok menyebabkan kanker” atau “stress menyebabkan tekanan darah tinggi”.

Ketika kita berbicara tentang faktor risiko yang berhubungan dengan golongan darah, kita tidak sedang berkata bahwa golongan darah itu sendiri menciptakan faktor risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit tertentu. Hanya ketika golongan darah berkombinasi dengan faktor lain, seperti diet yang salah, stress atau kondisi lingkungan, barulah ia dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu.
Pengetahuan kita tentang hal-hal seputar golongan darah juga menggarisbawahi ide dasar mengenai faktor risiko. Faktor risiko bisa saja dipengaruhi oleh gen, tetapi tidak selalu demikan. Ilmu kedokteran saat ini cenderung bermentalitas “satu faktor risiko cocok untuk semua”, yang tentu saja bertentangan dengan variasi yang begitu mencolok.

Untuk memaksimalkan efektivitas golongan darah, pelajari setiap hal mengenai keragaman yang menyusun profil individual kita – golongan darah, status sekretor, riwayat keluarga, kondisi kesehatan, dan gaya hidup. Jangan buru-buru menerima pernyataan yang dianggap berlaku untuk semua orang.

3.   Jadilah penyidik diri sendiri
Bagaimana kita tahu bahwa sesuatu itu benar...? Apa saja bukti ilmiahnya...?
Itu pertanyaan utama yang harus kita cari sebelum memulai suatu progam kesehatan baru. Ilmu golongan darah memberi kita kesempatan untuk melihat banyak hal dari sudut pandang yang berbeda. Ketika kita memanfaatkan hubungan antara golongan darah dengan fisiologi suatu penyakit atau faktor gaya hidup tertentu, kita dapat memulai suatu penyelidikan baru. Kita dapat mengamati faktor risiko dalam konteks yang baru, menghitung variasi yang ada pada fisiologi manusia, dan memformulasikan pengobatan yang tepat sasaran.

4.   Tunggulah
Penyakit kronis memerlukan waktu puluhan tahun untuk berkembang. Setiap pengobatan yang menjanjikan perbaikan yang cepat dan tanpa usaha harus ditanggapi dengan kecurigaan. Semua memerlukan waktu untuk berproses.

5.   Jangan pikir golongan darah dapat melakukan semuanya
Setiap resep golongan darah yang tertulis bisa saja diikuti, tetapi jika kita bekerja dalam lingkungan karsinogenik, kita tetap dapat mengidap kanker. Jika kita hidup di rumah dengan kekerasan rumah tangga, kita akan tetap menerima konsekuensi fisik dan fisiologis. Jika sepatu kita kekecilan, maka kaki akan lecet. Poinnya adalah kitalah yang harus mengurus diri kita sendiri – seluruh diri kita.


Seiring perkembangan akan kebutuhan untuk mengatasi berbagai keluhan penyakit, PT. Meddia Herbal melalui penemuannya selain memperkenalkan khasiat/kemanfaatan produk yang dihasilkan, juga memperkenalkan metode terbaru dalam mengatasi kondisi kesehatan, yaitu melalui terapi herbal berdasarkan golongan darah dengan menggunakan produk herbal dari PT. Meddia Herbal. 

PT. Meddia Herbal adalah produsen herbal (jamu) dari Kutai Kartanegara – Kalimantan Timur, yang sejak tahun 1980-an telah meneliti fungsi dan manfaat herbal sebagai salah satu media pengobatan alami  bagi keseimbangan dan kesehatan tubuh manusia, baik untuk pencegahan; perawatan atau pengobatan penyakit (kronis maupun akut) dengan tetap memegang teguh prinsip “rasionalitas – ilmiah”. 

Info mengenai produk PT. Meddia Herbal dan manfaatnya, silakan lihat di link berikut https://media-herbal.blogspot.com/2009/02/produk-unggulan-meddia-herbal.html 
Baca Selanjutnya....

Minggu, 04 Mei 2014

No Drugs, I'm really happy....!!! (Sepenggal kisah dari Pulau Dewata)

Aku baca beberapa artikel mengenai sabu dan semuanya akan BURUK nantinya..
Semuanya NEGATIV...
Semuanya Merugikan...
Sabu memang enak diawalnya tapi merusak pada akhirnya.
Sebut saja namaku F, 25 thn & suamiku WP, 45 thn ingin mempunyai momongan. Pernikahan kami sudah berjalan 4 tahun namun belum dikaruniai momongan. Dalam kondisi seperti ini, tidak mungkin kami mempunyai momongan karena akan membahayakanku dan terutama bayi kami, karena kami berdua pemakai narkoba (jenis sabu).

Atas dasar keinginan agar segera mempunyai momongan, akhirnya aku & suami memutuskan untuk BERHENTI dari Narkoba(sabu).
Kami fikir akan sangat SULIT awalnya.
Iseng-iseng aku browsing dengan menuliskan : "OBAT SUPAYA BISA BERHENTI DARI NARKOBA"....sambil ketawa-ketawa bareng suami, karena kami pikir jangan-jangan kami berdua udah BEGO...Hahahaaa.....

Dan Ternyata "ADA...!"
Namanya HERBAL BANDRUX, kami baca informasinya.
Ku tulis nomor telepon penjualnya, aku kirim sms, minta Pin BB dan konsultasi.
Pertama kali minum Bandrux, aku bingung dengan reaksi yang terjadi "kenapa kok mataku jadi kabur gak jelas...?". Aku bbm dengan Mas Ali namanya, "Mas Ali, kenapa mataku abis minum bandrux kok kabur ya...?". Eh, aku malah diketawain, kata Mas Ali: "kok aneh, baru sekali minum sudah gitu reaksinya, yah...coba diteruskan aja". Ketika aku buatin Bandrux untuk suami, suamiku biasa aja alias belum ada reaksi yang dirasakan. Sampai minggu kedua, aku dan suami minum Bandrux.

Hingga suatu hari suamiku bilang : "Sayang, kita kan masih punya sedikit sabu, kita pake aja yuk...! sayang kalo dibuang, belinya kan mahal hehehee... Tadinya aku juga mau "pake" tapi karena tinggal sedikit, aku gak jadi "pake"...cuma suami aja yg pake sabunya. Baru 4x hisap, tiba-tiba suamiku sesak nafas.
Aku bingung...!!! Panik...!!! Takut...!!! Suamiku sesak nafas dan keluar keringat banyaaaakkkk banget seperti minyak...dia lari ke kamar mandi dan muntah, warnanya hitam dan baaaaaanyak banget...! Aku makin PANIK...!! Makin Bingung...!!! Suamiku gak bisa diajak bicara, badannya dingin, pucet, keringet deras seperti minyak. Badannya lemas tidak bisa apa-apa.

Akhirnya ku buatkan lagi Bandrux 2 sendok dengan air teh hangat lalu ku paksa suami untuk minum. Aku duduk disamping suamiku sambil nangis. Pikirku waktu itu, aku takut kehilangan suami karena baru sebentar merasakan kebahagiaan di dalam rumah tangga kami. Terus ku bersihkan keringat suami dengan handuk. 2 jam kemudian suamiku bangun, matanya merah darah dan muntah lagiiiii...setelah muntah dan lebih parahnya badan seperti tidak ada tenaga sama sekali akhirnya dia kembali tidur. Aku masih tetap disampingnya. Aku takut mau bawa suami ke Rumah Sakit, aku benar-benar ketakutan. Sampai pagi aku tidak tidur karena takut terjadi apa-apa dengan suamiku. 

Pukul 5 pagi suamiku bangun dengan muka yg benar-benar FRESH, sangat FRESH...! Dia ke kamar untuk mandi dan bilang sama aku : "Sayang, belum pernah aku merasa sesehat ini, badan ringan, mata terang, badan benar-benar merasa sehat". Ku bilang padanya: "kamu semalem bikin aku takut & panik".  Dengan mata yang masih berair & bengkak karena semalaman aku nangis. Suamiku bilang : "kita selama 2 minggu ini minum Bandrux sehari 4 kali, kita juga meditasi, makan makanan organik, buah-buahan organik, air mineral O2... ternyata bikin badan kita jadi sehat & jadi sangat sensitif sekali dengan barang-barang itu (sabu)". Tuhan mendengar doa kita untuk bisa sembuh dari sabu. Tuhan masih menyelamatkan kita melalui bekerjanya BANDRUX ditubuh kita dengan baik. 

Setiap hari selama 2 minggu ini kita merasa sakit, sakit kepala, mual-mual, lemas dan lain-lain karena Bandrux sedang bekerja didalam tubuh...dan hasil akhirnya kita dapat. Dengan Kuasa Tuhan, BANDRUX bisa jadi Obat yang benar-benar ampuh untuk kita & menyelamatkan nyawa kita dari NARKOBA (sabu ). 

Aku cuma mau bilang : "Bohong ketika orang bilang pikiranlah yang lebih dulu harus diubah, dengan begitu kita bisa berhenti dari NARKOBA. Ternyata itu salah besar...!!! Badan kita lah yang harus lebih dulu diperbaiki. Karena ketika pikiran kita bicara "INGIN" tapi tubuh kita bicara "TIDAK..."maka apa pun jenis narkobanya, tidak bisa lagi menguasai kita. Aku pikir suamiku akan mati malam itu. Ternyata suamiku terselamatkan oleh terapi yang kami berdua jalani. 
Ini minggu ke-3 aku dan suami minum Bandrux dan kami sudah merasa jauh Lebih Baik, Lebih Sehat... Dan Bahagia Lahir & Batin. Makasih Mas ALi untuk Bandruxnya. Kesehatanku & suami telah terselamatkan dengan Bandrux. Aku yakin semuanya karena ridho Tuhan. Tuhan sudah memberi jalan keluar yang terbaik untuk kami. 

Semoga kisahku bisa menjadi pelajaran yang baik, untuk yang lagi pake Narkoba. Kesehatan kita lebih berarti dari apapun. Dan kebahagiaan itu bisa kita ciptakan dengan kesadaran hati kita sendiri. Karena pikiran bisa saja salah tapi hati kita tidak pernah salah. NO DRUG...!!! I'M REALLY HAPPY...! 

Buat yang masih pake dan pengen bener-bener STOP, Bandrux insya allah bisa jadi jalan keluar kalian. Tiap hari minum Bandrux teratur, Ikuti saran-sarannya, Makan makanan Organik karena lebih sehat, Buah-buahan organik setiap hari Minum air mineral O2. Meditasi setiap hari. Dan Juaranya Bandrux lebih berperan penting dalam kesembuhanku & suami. Dengan adanya kejadian waktu itu, bikin suamiku TAKUT & KaPOk pake sabu lagi. BANDRUX Tidak MahaL & Tidak Repot. Tapi bisa menyelamatkan Jiwa Raga kita yang begitu tak ternilai ini.

(Diceritakan sebagaimana aslinya pada tanggal 1 Mei 2014) Baca Selanjutnya....

Selasa, 04 Februari 2014

Jadwal Minum Yang Baik

Anda sudah tahu berapa banyak air yang harus anda minum, tetapi kapan kita harus meminumnya? Waktu terbaik adalah ketika anda bangun tidur pagi hari—kira-kira tiga puluh menit sebelum makan pagi. Mulai dengan satu gelas air. Anda mungkin bertanya-tanya, dapatkah saya tetap meminum jus jeruk dan teh atau kopi yang biasa saya minum setelah makan pagi? Tentu saja. Jangan sampai air tambahan untuk diet anda terbelenggu, Jus jeruk itu baik.

Jika anda masih memerlukan teh atau kopi, minumlah namun jangan berlebihan. Berikutnya, minumlah air dalam ukuran yang sama ( 1 gelas ) dua setengah jam setelah makan pagi. Mendekati jam makan siang, ulangilah jadwal makan pagi anda. Tiga puluh menit sebelum makan minumlah air dengan ukuran yang sama - atau dua gelas air jika anda hendak makan siang dalam jumlah yang besar.

Minum air sebelum makan memiliki dua kepentingan :
 1. akan mengurangi nafsu makan karena perut anda terasa penuh.
 2. memberikan manfaat positif bagi pencernaan anda.

Barangkali anda melihat rutinitas ini dan bertanya-tanya, bagaimana minum air setelah makan? Bukankah itu lebih mudah? Itu memang terlihat praktis, tetapi tidak terlalu bermanfaat. Ini alasannya : ketika anda meminum minuman dengan es atau minuman lainnya bersama makanan khususnya dalam jumlah besar - itu dapat menyapu enzim-enzim dalam perut dan usus anda. Ini menunda pencernaan karena tubuh harus menyerap air dulu sebelum mencerna makanan itu. Dalam prosesnya, suhu didalam perut meningkat seperti tungku perapian. Jika anda meminum minuman dingin pada saat makan, itu seperti menyiram air keatas api dan dengan demikian mendinginkan suhu yang diperlukan untuk pencernaan. 

Ya, anda dapat minum air setelah makan, namun jangan minum dalam jumlah banyak, tetapi batasi setengah sampai satu gelas saja dan minum bersama makanan yang anda santap. Dua setengah jam setelah makan siang minumlah 1 gelas air lagi. Kemudian tiga puluh menit sebelum anda makan malam, minum lagi dalam jumlah yang sama.

Ingatlah : sebelum makan dalam jumlah besar, apakah itu makan siang atau malam, cobalah air 2 gelas. Saya harapkan anda tidak akan makan begitu banyak. Akhirnya, dua setengah jam setelah makan malam minum lagi air dalam ukuran yang sama dan satu kali lagi sebelum tidur malam kecuali anda menderita hiatal hernia, penyakit reflux atau pembesaran kelenjar prostat. Dalam kasus-kasus tersebut, jangan minum apapun setelah makan. Jika minum air pada malam hari membuat anda harus bangun untuk buang air kecil malam hari, tambahkan saja minum anda sebelum makan siang dan malam. 

Inilah jadwal yang disarankan untuk meminum dua liter setiap hari. 


Baca Selanjutnya....

Rabu, 29 Januari 2014

Bahaya Dehidrasi (bagian 2)



Untuk memahami lebih baik hubungan esensial antara air dan kesehatan yang baik, marilah kita melihat enam kondisi umum.

1.  RADANG SENDI 

Pada suatu titik tertentu dalam keidupan hampir setiap orang dipengaruhi oleh radang sendi atau sakit leher dan punggung. Sakit pinggang atau leher dapat disebabkan oleh piringan sendi yang sudah tidak efektif lagi fungsinya karena tidak adanya cukup cairan dalam piringan sendi itu. Punggung kita memiliki piringan sendi di antara tulang-tulang yang terdiri dari suatu bahan berserat yang disebut anulus fibrosus. Bagian ini penuh dengan zat yang seperti jeli yang disebut nucleus pulposus. Sebesar 75% dari berat tubuh bagian atas kita didukung oleh nucleus pulposus, yang merupakan cairan di dalam piringan sendi tersebut. Hanya 25% dari berat tubuh bagian atas kita yang didukung oleh anulus fibrosus. Dengan demikian, ketika piringan sendi kita mengalami dehidrasi sendi-sendi itu cenderung mudah tergeser tempatnya atau menonjol dan berkembang menjadi penyakit radang sendi atau artritis. Itu serupa dengan mengemudikan mobil dengan ban kempes. Setelah beberapa waktu ban itu akan menjadi rusak dan bahkan pecah. Itu sama seperti persendian kita. Jika kita tetap dalam keadaan dehidrasi selama dalam waktu periode yang cukup lama, kita sedang menuju pada kemerosotan kesehatan yang serius.


Tulang rawan mempunyai permukaan yang halus seingga persendian dapat bergerak dengan mudah ketika kita menggerakkannya. Tulang rawan itu kira-kira lima kali lebih licin daripada es, dan 80% dari tulang rawan itu berisi air. Sepanjang tulang rawan itu memperoleh air yang cukup, kemungkinan terjadi pergesekan kecil, dan persendian kita akan tetap sehat. Namun jika tulang rawan itu mengalami dehidrasi, kemungkinan terjadinya pergesekan itu besar dan dengan demikian mengarah pada radang sendi.
Menghindari penyakit radang sendi merupakan salah satu alasan penting untuk minum sebanyak dua liter air setiap hari, itu adalah pencegahan yang tepat.

2. TEKANAN DARAH TINGGI 


Dalam pembahasan terdahulu kita sudah melihat bahwa tubuh mendistribusikan air pertama-tama ke organ vital kita (otak, jantung, ginjal, hati dan paru-paru). Ketika itu terjadi, aliran air mungkin dipersempit kedaerah-daerah lainnya untuk dapat memompa ke daerah-daerah vital ini terlebih dahulu. Apa akibatnya...? Pembuluh-pembuluh darah kita mungkin menyempit untuk dapat memompa darah keatas.

Kita pasti memperhatikan bahwa ketika kita menyempitkan selang air, maka aliran air menjadi semakin kencang. Seperti itulah bekerjanya pembuluh darah kita. Dengan menambah kosumsi air kita, kita menolong pembuluh-pembuluh darah kita untuk dapat terbuka, dengan demikian menghindari peningkatan tekanan darah kita. Ketika seseorang menderita tekanan darah tinggi, ia diberikan obat untuk dapat membuka atau meluaskan jalur lalu lintas utama itu.

Saya yakin cara terbaik untuk mencapai hal itu adalah dengan minum air. Jika tekanan darah tinggi diketahui lebih awal, minum dua hingga tiga liter air setiap hari dapat mengurangi tekanan darah tinggi sampai ke tingkat yang normal. Mengapa saya mengatakan “diketahui lebih awal...?” jika penyakit itu telah berkembang sampai merusak ginjal anda, maka ginjal itu tidak dapat menyaring air dengan baik. Dalam kasus yang seperti itu, minum air dua hingga tiga liter sehari mungkin akan menyebabkan edema, yaitu pembengkakan akibat penimbunan cairan yang berlebihan didalam jaringan. Adalah penting memulai proses ini sedini mungkin supaya kita tidak tergantung pada obat-obatan tertentu.

3. HIATAL HERNIA

Ketika para wanita menginjak masa usia kehamilan tujuh dan sembilan bulan, mereka selalu mengalami hiatal hernia – penonjolan perut sampai ke diafragma. Ini terjadi karena janin yang semakin berkembang menyebabkan uterus menekan perut. Ketika para wanita ini berbaring asam perut akan naik, dan akan mengalami gejala-gejala seperti rasa panas dalam perut, kesulitan pencernaan dan hiatal hernia. Tetapi setelah melahirkan, semua gejala itu biasanya lenyap.

Dewasa ini, saya melihat wanita paro baya berjalan kesana kemari seolah-olah mereka sedang hamil sembilan bulan karena berat badan mereka. Perut mereka terdorong keatas hingga diafragma, dan kita melihat hiatal hernia mereka karena berat badan dan tekanan yg semakin meningkat.

Dua cara penanganan terbaik untuk kondisi ini adalah memenuhi kebutuhan anda setiap hari dan mengikuti program penurunan badan . tetapi jangan minum air tiga atau empat jam sebelum tidur, karena penyakit pembakaran asam biasanya terksit dengan hiatal hernia. Jadi minum air sebelum tidur dapat mengalir kembali dan meyebabkan rasa panas didalam perut.
4. TUKAK LAMBUNG

 Hanya sedikit orang yang menyadari bahwa mengkonsumsi air secara teratur dapat mengurangi tukak lambung. Orang yang tidak minum air yang cukup yaitu dua liter setiap hari berada dalam kondisi kekurangan air. Pikirkan lagi tentang program pendistribusian tubuh yang menghantarkan cairan yang berharga ini ke organ-organ vital. Ketika seseorang mengalami kekurangan air, karena tubuh mengirimkan air ke organ-organ vital terlebih dahulu, maka kemungkinan tidak ada cukup air untuk mengairi lapisan lendir dalam perut kita, yang 98% terdiri dari air. Lapisan lendir itu melindungi kita dari asam perut. Lapisan lendir itu menjadi semakin kental supaya asam itu tidak membakar lapisan perut. 
 Ingat air bukan obat yang mahal, yang menyediakan pembebasan dari penyakit tukak lambung. Juga, sekarang sudah dibuktikan bahwa kebanyakan tukak lambung disebabkan oleh bakteri yang disebut Helicobacter pylori. Produksi asam lambung yang rendah dapat menyebabkan berkembangnya bakteri ini. Kebanyakan obat tukak lambung itu untuk mengurangi atau menetralisir asam, dengan demikian memudahkan perkembangan bakteri dan menciptakan lingkaran setan. 

5. ASMA

Dapatkah air mengurangi pengaruh-pengaruh dari penyakit asma...? Tentu saja. Pembuluh tenggorokan kita – jalur lalu lintas udara – membutuhkan air untuk memperoleh kelembaban supaya tidak mengerut.
Para penderita asma biasanya memiliki tingkat histamin yang tinggi. Histamin adalah neurotransmitter (suatu zat kimia yang dilepaskan dari suatu urat saraf yang mempengaruhi transfer dari suatu gerakan ke suatu urat saraf atau otot lainnya) yang menyebabkan kontraksi otot pada pembuluh tenggorokan, yang menyebabkan gejala-gejala penyakit asma. Penyelidikan terhadap hewan telah menunjukkan bahwa produksi histamin akan berkurang apabila konsumsi air ditingkatkan. Air juga merupakan penanganan yang sangat baik untuk alergi karena biasanya terkait dengan peningkatan histamin. Meningkatnya histamin menyebabkan mata gatal, suara sengau dan gejala-gejala alergi lainnya.

6. PENYAKIT ALZHEIMER

Dapatkah air mengurangi resiko demensia (kemunduran inteligensia) dan penyakit Alzheimer...? Pikirkan sejenak mengenai otak kita. Sekarang pikirkan sebuah prem (buah plum). Tanpa air, buah itu akan mengerut dan kering. Dalam otak, sel-sel dapat mengalami dehidrasi karena kekurangan air. Tanpa air yang cukup, otak tidak memperole makanan yang cukup, dan itu dapat menyebabkan kesulitan dalam pembuangan limbah-limbahnya. Jadi saya percaya bahwa dehidrasi dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.
Ingat, 75 % otak kita terdiri dari air. Jadi, dapatkah kita melihat mengapa seharusnya kita tidak mengijinkan otak mengalami dehidrasi? Untuk informasi lebih lanjut mengenai penggunaaan air untuk mencegah dan mengobati penyakit-penyakit, saya dapat menyarankan anda membaca buku Your body’s many cries for water oleh Dr. Batmanghelidj. 

Sumber: Don Colbert, M.D. What you don't know may be killing you.  Baca Selanjutnya....

Minggu, 26 Januari 2014

Bahaya Dehidrasi (bagian 1)

Pernahkah kita berpikir, unsur atau elemen apa yang terpenting dalam tubuh kita….? Jawabannya adalah “Air….!”. Air adalah sarana transportasi utama dari tubuh untuk mengirimkan zat-zat gizi ke semua sel. Air juga penting untuk pencernaan – menolong kita untuk menyerap, mengasimilasi dan membuang. Tubuh kita bisa dapat bertahan selama sekitar lima minggu tanpa makanan, tetapi manusia rata-rata hanya dapat bertahan lima hari saja tanpa air.
Berikut ini adalah beberapa fakta yang mengagumkan tentang air :
  • Kira-kira 60 persen dari tubuh kita terdiri dari air. 
  • Kira-kira 75 persen dari otot-otot kita terdiri dari air.
  • Kira-kira 75 persen dari otak kita terdiri dari air.
  • Kira-kira 82 persen dari darah kita terdiri dari air.
  • Kira-kira 25 persen dari tulang-tulang kita terdiri dari air 
Hanya sedikit orang yang menyadari bahwa manusia rata-rata membutuhkan sekitar 3 liter air setiap hari. Tubuh kita biasanya menerima satu liter air dari makanan yang kita makan, dan sebagai tambahannya kita memerlukan dua liter air lainnya – dan jika kita hidup di daerah yang berudara panas, maka dibutuhkan lebih dari itu.

Mungkin Anda bertanya, “Bagaimana dengan roti pangang, hamburger, kentang bakar atau sepotong apple pie….?” Sayangnya, makanan dari tepung, daging yang telah dimasak dan kebanyakan lemak hanya mengandung sedikit air. Jadi, jika itu adalah makanan sehari-hari Anda, maka itu tidak akan mencukupi kebutuhan air Anda. Namun, jika Anda makan banyak buah dan sayuran, Anda kemungkinan besar sudah memperoleh satu liter sebagai batas minimum kebutuhan air Anda.
Jika kemudian Anda berkata, “Saya tidak khawatir dengan hal itu, karena saya minum kurang lebih dua atau tiga liter es teh setiap hari – setidaknya itu telah mencukupi kebutuhan air saya.”

Kopi, teh dan minuman soda adalah minuman yang mengandung kafein. Itu tidak memenuhi kebutuhan air Anda, karena kafein bersifat diuretis (menyebabkan sering buang air kecil) dan sebenarnya membuat kita kehilangan air. Tanaman dan pohon-pohon yang kekurangan air akibatnya akan gagal panen atau mati.

Apakah kita menyadari bahwa hal yang sama pun mungkin terjadi pada kita karena kita “kekurangan air ?” Apa akibat dari kurangnya minum air ? Jaringan-jaringan dalam tubuh kita akan mengalami kekurangan air, dan mungkin kita akan mengalami dehidrasi kronis. Mulut yang kering merupakan tanda terakhir dari dehidrasi. Jika tanda-tanda peringatan itu diabaikan dan kita tidak memberikan air yang dibutuhkan oleh tubuh, masalah yang serius akan terjadi. Lebih khusus lagi, kita pun mengundang munculnya penyakit-penyakit rectal (berkaitan dengan dubur) – sakit ketika buang air besar, diverticulosis (adanya banyak divertikel = penonjolan keluar abnormal berbentuk kantong pada saluran atau alat berongga), sembelit kronis dan wasir. 

Kekurangan unsur utama ini juga dapat menyebabkan varises, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, asma, alergi, hiatal hernia, tukak lambung, radang sendi, sakit punggung dan leher, sakit kepala, lemah ingatan, kolesterol tinggi dan batu ginjal. Disinilah letak kepentingan dari pemenuhan kebutuhan air itu. Setiap fungsi dari tubuh kita berhubungan dengan aliran darah yang membawa zat-zat gizi, hormon dan elemen-elemen lainnya pada jaringan-jaringan tubuh. Zat-zat gizi itu pertama-tama dialirkan ke organ-organ vital : otak, jantung, ginjal, hati dan paru-paru. Ikuti ini dengan cermat. Kekurangan air akan menyebabkan kita kehilangan volume air didalam sel, yang mempengaruhi efisiensi pengiriman zat-zat gizi dan pembuangan limbahnya. Apa akibatnya…..? Kita tidak memiliki cukup gizi dalam sel-sel kita, sebaliknya kita memiliki lebih banyak limbah dalam sel-sel tersebut. 

Bayangkan, gejala-gejala yang terjadi akibat dehidrasi kronis diungkapkan oleh tubuh yang sedang menjerit : “Tolong ! Aku haus. Aku sangat butuh air !” Bagi kebanyakan orang, gejala-gejala itu ditemukan oleh dokter-dokter mereka. Tetapi, bukannya mengobati pasien tersebut dengan air, dokter-dokter itu sering menulis sebuah resep, dan kita (pasien) segera pergi ke apotek. Obat itu memang melenyapkan “sinyal minta tolong itu” dan untuk sementara waktu menunda jeritan itu lagi. Tanpa menyadari bahwa kita sedang terjebak dalam suatu lingkaran yang semakin buruk. Kita meminum obat untuk suatu kondisi tubuh tertentu, sedangkan suatu gejala yang lain mulai memburuk. Kita membeli resep obat untuk gejala tersebut dan gejala ketiga muncul. Informasi ini bertujuan untuk mencegah Anda mengkonsumsi obat-obatan semacam itu. Mengapa…? Karena satu kali Anda mulai, itu menjadi suatu lingkaran setan – sesuatu yang sulit dihentikan. Setelah beberapa waktu, ginjal Anda tidak lagi dapat berfungsi dengan baik, dan Anda mungkin akan menemukan diri Anda pada posisi dimana harus meminum obat-obatan itu. 

Sumber: Don Colbert, M.D. What you don't know may be killing you.  Baca Selanjutnya....