**~~ SELAMAT DATANG DI BLOG MEDDIA HERBAL KANTOR PEMASARAN DEPOK** WEB SITE RESMI: www.meddia-herbal.com** MEDDIA HERBAL; RAMUAN HERBAL KUTAI KARTANEGARA** HERBAL FOR LIFE~~**

Selasa, 17 Mei 2011

BERBAGAI MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN TULANG


1. Osteoporosis
Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang akhirnya dapat menimbulkan kerapuhan tulang, yang ditandai dengan berkurangnya kadar kalsium di dalam struktur tulang.
Klasifikasi Osteoporosis
1. Osteoporosis Primer, sering menyerang wanita pasca menopause dan pria usia lanjut dengan penyebab yang belum diketahui.
2. Osteoporosis Sekunder, biasanya disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan: Cushing's disease; Hyperthyroidism; Hyperparathyroidism; Hypogonadism; Kelainan hepar; Kegagalan ginjal kronis; Kurang gerak; Kebiasaan minum alkohol; Pemakai obat-obatan/corticosteroid; Kelebihan kafein; Merokok
Pengobatan konvensional diarahkan untuk memberikan obat anti nyeri, pemberian kalsium dan atau suntikan nandrolone decanoate. Selain itu diupayakan juga pemberian hormon untuk menghambat hilangnya kalsium yaitu calsitonin yang juga berfungsi sebagai anti nyeri.
Pengobatan dengan tanaman obat tidak diarahkan untuk menambah kalsium tetapi diarahkan untuk keseimbangan metabolisme. Gangguan terhadap metabolisme menyebabkan proses pembongkaran sel-sel tulang lebih cepat daripada proses pembentukan sehingga berakibat pengeroposan tulang. Gangguan metabolisme ini terjadi akibat perubahan keseimbangan hormon karena usia dan menopause. Oleh karena itu dibutuhkan juga upaya memperbaiki keseimbangan hormon baik melalui tanaman obat maupun makanan.
Sakit pinggang karena osteoporosis ini biasanya dibahas terpisah dari sakit pinggang lain karena osteoporosis hanyalah salah satu gejala atau akibat dari menopause.

2. Hiperurikemia (Hyperuricemia)
Hiperurikemia adalah keadaan yang menunjukkan kandungan asam urat dalam darah yang berlebihan. Kadar asam urat normal berkisar antara 2,4-6,0 mg/dL untuk perempuan dan 3,4-7,0 mg/dL untuk laki-laki. Kandungan asam urat yang tinggi merupakan pra syarat untuk terjadinya pirai (gout) dan dapat menyebabkan penyakit ginjal karena terjadinya rolithiasis (pembentukan batu ginjal asam urat). Asam urat merupakan hasil akhir dari metabolisme purin. Sedangkan purin (dan piramidin) adalah senyawa dalam DNA, dimana DNA merupakan bagian utama dari inti sel.
Pirai (gout) adalah arthritis akut disertai peradangan yang berulang disebabkan oleh kristal monosodium urat monohidrat pada dan di sekeliling persendian ekstrimitas yang dapat menyebabkan cacat pada persendian. Pembentukan kristal urat ini terkait dengan adanya hiperurikemia. Pengendapan lebih lanjut di sekeliling persendian dapat menjadi tofi (kumpulan tophus = lapisan endapan yang meradang) yang menyebabkan cacat pada persendian.
Pirai atau gout memang jarang diamati terjadi di sendi-sendi tulang belakang, tetapi rasa nyeri di pinggang sering sudah dirasakan sebelum adanya gejala pembengkakan. Hal ini terutama terjadi pada usia lanjut atau pada orang yang pernah mengalami trauma fisik pada pinggang. Pada tempat dimana terdapat bekas gangguan fisik itulah peradangan akibat asam urat itu terjadi dan rasa nyeri sudah timbul sebelum terjadi pembengkakan.
Kesulitan terjadi karena sering rasa sakit sudah muncul sebelum kadar asam urat melampaui batas yang ditetapkan sehingga sering dianggap bukan karena asam urat tinggi. Beberapa pasien pria sudah mengeluh sakit pinggang pada kadar asam urat tingkat 6,5 dan keluhan hilang jika asam urat turun sampai dengan 5,5.
Obat herbal yang digunakan ditujukan untuk menurunkan produksi asam urat dengan memperbaiki metabolisme, meningkatkan pembuangan asam urat dengan obat herbal yang diuretikum, mengurangi sakit (analgesik) dan mengurangi pembengkakan (anti inflamasi).

3. Reumatoid Arthritis
Reumatiod Artritis adalah penyakit radang sendi yang disebabkan oleh adanya reaksi antigen- antibodi dalam tubuh. Reumatoid Arthritis bisa dialami oleh orang usia 20 – 50 tahun-an yang malas berolah raga.
Faktor penyebab seseorang mengalami Reumatoid Arthritis belum diketahui secara pasti, namun faktor genetis lebih dominan untuk timbulnya penyakit ini banyak terjadi terutama bagi mereka yang memiliki golongan darah O.
Tanda-tanda Reumatoid Arthritis adalah bila suhu dingin dan dalam kondisi stress maka akan muncul rasa nyeri.

4. Osteoarthritis
Osteoarthritis (OA), dikenal juga sebagai arthritis degeneratif/penyakit degeneratif sendi), adalah kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi. Osteoartritis ini dapat terjadi pada engsel manapun di sekujur tubuh kita, tetapi engsel yang biasa terkena antara lain pada siku tangan, lutut, pinggang dan pinggul.
Osteoarthritis terjadi karena tulang rawan yang menjadi ujung dari tulang yang bersambung dengan tulang lain menurun fungsinya. Permukaan halus tulang rawan ini menjadi kasar dan menyebabkan iritasi. Jika tulang rawan ini sudah kasar seluruhnya, akhirnya tulang akan bertemu tulang yang menyebabkan pangkal tulang menjadi rusak dan gerakan pada sambungan akan menyebabkan nyeri dan ngilu.

Penyebab osteoarthritis bermacam-macam. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara osteoarthritis dengan reaksi alergi, infeksi, dan invasi fungi (mikosis). Riset lain juga menunjukkan adanya faktor keturunan (genetik) yang terlibat dalam penurunan penyakit ini.
Gejala osteoarthritis biasanya terjadi secara perlahan-lahan dan lama-kelamaan akan memburuk, gejala dan tanda-tandanya antara lain:
• Nyeri pada engsel dan sambungan tulang selama atau sesudah digerakkan atau setelah lama tidakbergerak/tidak aktif.
• Ngilu pada engsel saat mengangkat beban ringan
• Kaku pada engsel saat bangun tidur atau setelah lama tidak bergerak
• Kehilangan fleksibilitas yang membuat kita sulit menggerakkan engsel
• Pada beberapa kasus terjadi pembengkakan

Terapi osteoarthritis
Sampai saat ini masih belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan OA hingga tuntas. Pengobatan yang umumnya diberikan ditujukan terhadap dua hal, yaitu mengatasi gejala dan memperbaiki aktivitas sehari-hari (symptom modifying effect) serta pencegahan dan perbaikan kerusakan struktur rawan sendi (structure modifying effect). Terakhir muncul pengobatan dengan menggunakan sel terapi dan stem sel dengan hasil yang cukup menjanjikan.

Rekomendasi yang diberikan para ahli dalam penanganan OA meliputi terapi farmakologis dan terapi non-farmakologis (seperti: penurunan berat badan, olahraga, edukasi). Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) merupakan salah satu terapi farmakologis yang paling sering digunakan untuk mengatasi nyeri dan peradangan yang terjadi pada pasien OA. Namun, penggunaan obat-obatan tersebut sering kali memberikan efek samping yang cukup serius, seperti perdarahan saluran cerna, erosi lambung, hingga kerusakan hati dan ginjal. Beratnya efek samping yang ditimbulkan karena penggunaan jangka panjang OAINS ini membuat para ahli terus mencari alternatif terapi OA yang efektif dan aman.

Salah satu alternatif terapi dan pencegahan OA adalah dengan asupan nutrisi yang baik. Saat ini mulai berkembang pemikiran bahwa selain untuk memenuhi kebutuhan dasar tubuh, asupan nutrisi juga memegang peranan penting pada terjadinya berbagai macam penyakit, khususnya penyakit degeneratif. OA merupakan salah satu penyakit degeneratif yang diyakini dapat dicegah dan diatasi dengan pemberian asupan nutrisi tertentu yang memadai. Salah satu nutrisi yang mulai banyak dicoba untuk terapi OA ini adalah ekstrak tumbuh-tumbuhan.

Ekstrak tumbuh-tumbuhan ini banyak digunakan oleh para ahli di negara-negara Eropa karena kandungan zat aktifnya yang cukup kompleks sehingga dapat bekerja pada berbagai jalur mekanisme osteoarthritis. Hal ini berbeda dengan obat farmakologis konvensional di mana umumnya hanya bersifat monomodal (hanya bekerja pada satu jalur mekanisme saja) sehingga kadang hanya memberikan manfaat klinis yang terbatas. Beberapa tanaman yang telah dicoba sebagai alternatif dalam terapi osteoarthritis (OA), antara lain: nanas (mengandung bromelain, suatu enzim proteolitik yang diduga memiliki efek antiinflamasi dan analgetik), jahe, tanaman Harpagophytum procumbens, Uncaria tomentosa dan Rosa canina.

Rosa canina merupakan salah satu tanaman obat yang tumbuh di dataran Eropa dan telah lama diyakini mampu membantu mengatasi keluhan-keluhan yang dialami pasien OA. Seiring dengan banyaknya penelitian yang membuktikan keefektifan tanaman obat ini, beberapa ahli di Jepang dan banyak negara Eropa mulai mencoba menggunakan ekstrak tanaman Rosa canina dalam terapi osteoarthritis.

Galaktolipid yang terkandung di dalam ekstrak Rosa canina ini terbukti menghambat migrasi sel darah putih ke dalam sendi sehingga dapat mengurangi terjadinya proses peradangan dan kerusakan sendi. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukukan, penggunaan jangka panjang ekstrak Rosa canina terbukti mampu mengurangi keluhan nyeri dan memperbaiki kualitas hidup pasien OA.

Memang bila dibandingkan OAINS, efek anti nyeri dari ekstrak Rosa canina ini lebih lambat, efeknya baru terlihat setelah penggunaan selama 3 minggu. Namun, berbeda dengan OAINS, terapi dengan ekstrak Rosa canina ini tidak menimbulkan efek samping perdarahan lambung maupun kerusakan ginjal/hati, bahkan setelah 4 minggu dosisnya dapat dikurangi yang diperlukan pasien OA.

Indonesia kaya akan tanaman obat yang mungkin memiliki khasiat yang sama, bahkan lebih baik dibanding Rosa canina ini, namun sayangnya tidak didukung dengan bukti ilmiah yang memadai sehingga penggunaannya pun terbatas dan bersifat empiris saja.

Produk PT. MEDDIA Herbal yang berhubungan dengan semua masalah tulang bisa menggunakan BANDRUX atau COKLINU atau bisa kombinasi keduanya. Bila dengan pengobatan medis akan terjadi efek samping munculnya erosi lambung, pendarahan disaluran cerna bahkan sampai kerusakan hati maka penggunaan BANDRUX atau COKLINU justru sebaliknya. Produk tersebut akan memperbaiki masalah yang berhubungan dengan lambung dan hati. Jadi selain mengobati masalah tulang, juga aman untuk mengobati masalah lambung. Tentu saja ini menjawab tantangan dunia medis konvensional dalam mengobati masalah tulang dengan efek samping yang dikhawatirkan.

(diambil dari berbagai sumber)

Baca Selanjutnya....