Tampilkan postingan dengan label Leukemia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Leukemia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juni 2011

L E U K E M I A

PENGERTIAN

Normalnya, tubuh hanya dapat memproses sejumlah kecil sel darah putih yang diperlukan untuk menggantikan sel yang sudah mati melalui proses alami. Tapi kadang – kadang mekanisme produksi sel darah putih menjadi abnormal. Lebih banyak sel darah putih yang diproduksi daripada yang dibutuhkan oleh tubuh, tujuannya adalah melawan infeksi, dan sel darah putih yang diproduksi ini cenderung dapat hidup lebih lama daripada normalnya. Keadaan tersebut dinamakan Leukemia, suatu kanker sel darah putih.

Leukemia adalah prolifelasi sel leukosit yang abnormal, ganas, sering disertai bentuk leukosit yang tidak normal, jumlahnya berlebihan, dapat menyebabkan anemia, trombositopenia, dan diakhiri dengan kematian.

MACAM – MACAM LEUKEMIA

A. Leukemia Granulositik Kronik

Leukemia Granulositik Kronik (LGK) adalah suatu penyakit mieloproliferatif yang ditandai dengan produksi berlebihan sel granulosit yang relatif matang.

Gejala LGK adalah sebagai berikut :
a. lelah
b. penurunan berat badan
c. perut terasa penuh
d. kadang-kadang rasa sakit di perut
e. mudah mengalami pendarahan

Pada pemeriksaan fisik kanker selalu ditemukan splenomegali, yaitu 90% kasus juga sering didapatkan nyeri tekan pada tulang dada dan hepatomegali. Kadang – kadang terdapat purpura, pendarahan retina, panas, pembesaran kelenjar getah bening, dan kadang – kadang priapismus.

Penyebab terjadinya LGK, yaitu :

Sebagian besar pasien LGK akan meninggal setelah memasuki fase akhir yang disebut Krisis Blastik. Gambarannya mirip dengan Leukemia Akut, yaitu produksi berlebihan sel muda Leukosit, biasanya berupa mieloblas dan atau kromilosit, disertai produksi neurofil, trombosit, dan sel darah merah yang amat kurang.



B. Leukemia Mieoblastik Akut

Indeks Leukemia mieoblastik akut (LMA) kira – kira 2-3 per 100.000 penduduk. LMA sering ditemukan pada umur dewasa (85%) daripada anak-anak (15%). Sering ditemukan pada laki-laki daripada wanita. LMA dapat ditemukan sekitar 40% dari seluruh insidens leukemia.

Dengan gejala-gejala sebagai berikut :
- rasa lelah
- nafsu makan hilang
- pucat
- petekie/pendarahan
- anemia
- nyeri tulang
- infeksi
- pembesaran kelenjar getah bening, hati dan kelenjar mediastinum.
- kadang-kadang juga ditemukan hipertropi gusi, khususnya pada leukemia akut
monoblastik dan mielomonositik.

Penyebab

Walaupun pada sebagian besar pasien leukemia faktor-fakor penyebabnya tidak dapat diidentifikasi, namun terdapat beberapa faktor yang terbukti dapat menyebabkan penyakit ini. Faktor-faktor tersebut adalah faktor genetik, sinar radioaktif, dan virus.

Klasifikasi

Menurut perjalanan penyakitnya, dapat dibagi atas leukemia akut dan kronik. Sedangkan menurut jenisnya, leukemia dapat dibagi menjadi 2 yaitu : Leukemia mieloid dan limfoid, masing – masing ada yang akut dan kronik.

Secara garis besar, pembagian leukia adalah sebagai berikut :

a. Leukemia mieloid
- Leukemia granulositik kronik (leukimia mieloid/mielositik/mielogenus kronik)
- Leukemia mieoblastik akut (leukimia mieloid/mielositik/granulositik ielogeneus akut)

b. Leukemia limfoid
- Leukemia limfositik kronik
- Leukemia limfoblastik akut

Leukemia Limfositik Kronik (LLK)
merupakan 25% dari seluruh leukimia di negara barat. Amat jarang ditemukan di negara Jepang, Cina , dan Indonesia. Lebih sering ditemukan pada laki-laki daripada wanita (dengan perbandingan 2 : 1) dan jarang ditemukan pada umur kurang dari 40 thn.

Leukimia Limfoblastik Akut (LLA)
Insidens LLA berkisar 2 – 3 per 100.000 penduduk. Lebih sering ditemukan pada anak-anak (82%) dari pada usia dewasa (18%) dan lebih sering ditemukan pada laki-laki dibanding wanita.

Dengan gejala sebagai berikut :
- rasa lelah
- panas tanpa infeksi
- purpura
- nyeri tulang dan sendi
- penurunan berat badan
- macam-macam infeksi
- dan sering ditemukan suatu massa abnormal

Pada pemeriksaan fisik didapatkan splenomegali (86%), hepatomegali, limfadenopati, nyeri tekan tulang dada, ekimosis, dan pendarahan retina.

PENANGANAN HERBAL

Pada banyak kasus yang berhubungan dengan leukemia, bisa ditangani atau disembuhkan dengan tiga formula yaitu PASCOP, GUVA dan MEDDIA MEDDWA. Untuk kasus LLA, biasanya cukup dengan menggunakan GUVA dan PASCOP atau cukup dengan GUVA saja.

(Sumber: Buku Petunjuk Penggunaan MEDDIA Herbal, Juni 2005)
Baca Selanjutnya....