**~~ SELAMAT DATANG DI BLOG MEDDIA HERBAL KANTOR PEMASARAN DEPOK** WEB SITE RESMI: www.meddia-herbal.com** MEDDIA HERBAL; RAMUAN HERBAL KUTAI KARTANEGARA** HERBAL FOR LIFE~~**

Minggu, 30 Mei 2010

L I P O M A


DEFINISI
Lipoma adalah tumor jinak yang tumbuh dibawah kulit dan merupakan endapan lemak.
Lipoma tumbuh dengan perlahan-lahan dan mudah dideteksi tangan dan disentuh oleh jari secara pelan. Lipoma dapat terjadi di bagian manapun dari badan, di mana ada sel lemak. Lipoma sering terbentuk di dalam lapisan lemak di bawah kulit. Lipoma memiliki variasi dalam ukuran, dari ukuran kacang polong sampai beberapa centimeter garis tengahnya. Lokasi yang paling umum terdapat lipoma adalah pada atas bahu, dada dan punggung, tetapi daerah lain di kulit dapat berkembang juga suatu lipoma. Orang segala usia dapat terkena lipoma, tapi lebih sering pada orang dewasa.

PENYEBAB
Penyebab lipoma tidak diketahui, ada kemungkinan disebabkan oleh faktor genetik.
Kadang, luka yang diakibatkan oleh benda tumpul bisa memicu tumbuhnya lipoma.
ada sedikit kemungkinan lipoma menjadi kangker bernama liposarcoma. Liposarcoma terus tumbuh dan biasanya menimbulkan rasa sakit.

GEJALA
Beberapa ciri lipoma:
a. benjolan dengan diameter 2-10 cm
b. terasa empuk dan lembut serta mudah dipindahkan dengan jari
c. sering berada di leher, lengan, dan batang tubuh. Tetapi bisa muncul dibagian tubuh manapun.

Biasanya orang-orang tidak menyadari bahwa mereka mengidap lipoma sampai benjolannya tumbuh besar dan terlihat. Sebagian besar lipoma tidak bergejala, tapi beberapa orang merasakan kesakitan (nyeri) akibat tekanan yang ditimbulkan.

PENANGANAN MEDIS
Biasanya lipoma tidak perlu diapa-apakan, dan berhenti tumbuh tanpa menyebabkan masalah. Ada beberapa cara mengatasi lipoma:
a. suntikan steroid
b. pembedahan (eksisi)
c. sedot lemak (liposuction)
Lipoma dibuang karena beberapa hal:
a. alasan kecantikan (merasa tidak nyaman)
b. jika bermasalah (mengganggu pergerakan, sakit, dll.)
c. untuk penelitian (terutama saat sudah menjadi liposarcoma)

THERAPY DENGAN HERBAL
Penanganan Lipoma dengan Herbal MEDDIA, yaitu : jika masih dalam kondisi normal (artinya disentuh/ditekan tidak terasa nyeri) menggunakan produk GISAK. Namun jika disentuh/ditekan terasa nyeri, maka perlu ditambahkan dengan produk MEDDIA MEDDWA. (dari berbagai sumber)





Baca Selanjutnya....

Sabtu, 29 Mei 2010

P O L I P H I D U N G

PENGERTIAN
Polip hidung adalah massa lunak, yang terdapat dalam rongga hidung berwarna putih atau keabu-abuan. Jika polip tersebut tumbuh cukup besar akan menyumbat salah satu atau kedua rongga hidung, sehingga indra penciuman akan terganggu, bernafas pun menjadi sulit.

PENYEBAB
Polip terjadi akibat reaksi hipersensitif atau reaksi alergi pada mukosa. Faktor penyebab yang lainnya yaitu :
 Sinusitis kronik
 Iritasi
 Sumbatan hidung oleh kelainan anatomi seperti deviasi septum
 hipertropi konka

CIRI-CIRINYA
Mukosa hidung membengkak, terjadi banyak cairan interselular dan sel radang, kemudian terdorong ke dalam hidung oleh gaya berat.

AKIBATNYA
Sumbatan hidung yang semakin lama semakin berat dan rinorea. Dapat terjadi Hiposmia atau Anosmia, bila menyumbat Ostium. Dapat terjadi sinusitis dengan ingus purulen. Karena disebabkan alergi, gejala utamanya adalah bersin dan iritasi hidung.

TERAPI DENGAN HERBAL
Penanganan Polip dengan menggunakan produk herbal MEDDIA yaitu CANBAT.
Baca Selanjutnya....

Kamis, 13 Mei 2010

B A T U E M P E D U

PENGERTIAN
Batu empedu yang mengandung kristal atau amorf dapat mempunyai berbagai macam bentuk, batu itu dibentuk di dalam vesika felea. Empedu terdiri dari larutan netral dari garam empedu yang terikat (conjungated bile salt) dalam bentuk natrium, kolesterol, fosfolipid, dan pigmen empedu.
Berbagai faktor yang mempengaruhi pembentukan batu empedu, diantaranya :
- ekskresi garam empedu
- pigmen empedu
- kolesterol empedu
- infeksi
- substansia mukus
- konstitusi dan faktor lain

PENYEBABNYA
Batu empedu sebetulnya bukan batu, melainkan endapan-endapan kolesterol dan kalsium yang mengeras dan sering terbentuk menjadi bola-bola kecil, hanyut memasuki salah satu saluran yang menuju usus halus itu. Kalau ada sebutir batu yang menyumbat, tekanannya meningkat dibagian belakang dan itu menimbulkan kesulitan. Serangan batu empedu kerap kali timbul dimalam hari atau sesudah makan, disaat kantung empedu paling aktif. Itulah sebabnya orang kerap kali mengacaukan batu empedu dengan salah makan.

Kelainan utama yang dapat timbul pada kandung empedu adalah terbentuknya
batu di dalam kandung empedu (kolelitiasis) atau di dalam saluran empedu (koledokolitiasis). Batu empedu disebabkan oleh perubahan secara kimiawi pada empedu seseorang. Batu empedu terbentuk dari endapan kolesterol, pigmen bilirubin dan garam kalsium yang mengeras, namun kebanyakan batu kandung empedu terbentuk dari kolesterol. Timbulnya batu empedu akan menjadi masalah bila masuk ke salah satu saluran yang menuju ke usus halus. Kadang-kadang batu dapat terbentuk dalam saluran empedu itu sendiri, misalnya karena bekas
jahitan pada suatu operasi. Batu empedu lebih banyak ditemukan pada wanita dan faktor resikonya adalah : usia lanjut, kegemukan (obesitas), diet tinggi lemak, faktor keturunan.

TIPE BATU EMPEDU
- Batu empedu kolesterol
- Batu empedu pigmen
- Batu empedu campuran

GEJALANYA
- Nyeri perut
- Pusing-pusing
- Muntah
Namun pada kasus yang lebih berat, kemiripan itu tidak nampak. Kalau cukup banyak tekanan yang menumpuk dibelakang batu tersebut, kantung empedu dapat pecah, sebuah komplikasi yang amat jarang terjadi namun dapat membawa maut.

PENANGANAN DENGAN HERBAL
Penggunaan BEDDIA atau STAMED secara rutin selama satu bulan akan membersihkan batu empedu, dan yang terpenting adalah mengubah pola makan serta mematuhi pantangan yang diberikan. (diambil dari berbagai sumber)





Baca Selanjutnya....

Minggu, 09 Mei 2010

Deteksi Dini Kanker Paru


Kanker paru-paru adalah adalah pertumbuhan neoplastik (tumor) yang bersifat ganas, berasal dari salah satu jenis sel di dalam saluran napas (bronkus).
Kanker Paru adalah salah satu kanker yang paling sering ditemui pada laki-laki. Kanker Paru berhubungan erat dengan merokok.
Menurut World Health Organization (WHO), kanker paru merupakan penyebab kematian utama dalam kelompok kanker baik pada pria maupun wanita. Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru; tetapi kanker paru-paru bisa juga berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru.
Penelitian di Indonesia maupun di dunia membuktikan bahwa sebagian besar atau kira-kira 80% kanker paru disebabkan oleh kebiasaan merokok.
Jenis kanker paru-paru
Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru), kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari:
1. Karsinoma sel skuamosa
2. Karsinoma sel kecil atau karsinoma sel gandum
3. Karsinoma sel besar
4. Adenokarsinoma
Karsinoma sel alveolar berasal dari alveoli di dalam paru-paru. Kanker ini bisa merupakan pertumbuhan tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru.

Tumor paru-paru yang lebih jarang terjadi adalah:
1. Adenoma (bisa ganas atau jinak)
2. Hamartoma kondromatous (jinak)
3. Sarkoma (ganas)
Limfoma merupakan kanker dari sistem getah bening, yang bisa berasal dari paru-paru atau merupakan penyebaran dari organ lain. Banyak kanker yang berasal dari tempat lain menyebar ke paru-paru. Biasanya kanker ini berasal dari payudara, usus besar, prostat, ginjal, tiroid, lambung, leher rahim, rektum, buah zakar, tulang dan kulit.

Penyebab utama
Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar risiko untuk menderita kanker paru-paru.
Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekitar 10%-15% pada pria dan 5% pada wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja. Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.
Peranan polusi udara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas. Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga.
Kadang kanker paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kanker paru pada perokok:
 Usia perokok ketika mulai terbiasa merokok
 Jumlah batang rokok yang diisap setiap
 Lamanya kebiasaan merokok
 Dalamnya mengisap rokok
 Kadar tar dalam rokok
Gejala Kanker Paru
Gejala paling umum yang ditemui pada penderita kanker paru adalah:
1. Batuk yang terus menerus atau menjadi hebat.
2. Dahak berdarah, berubah warna dan makin banyak.
3. Napas sesak dan pendek-pendek.
4. Sakit kepala, nyeri atau retak tulang dengan sebab yang tidak jelas.
5. Kelelahan kronis
6. Kehilangan selara makan atau turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
7. Suara serak/parau.
8. Pembengkakan di wajah atau leher.
Gejala pada kanker paru umumnya tidak terlalu kentara, sehingga kebanyakan penderita kanker paru yang mencari bantuan medis telah berada dalam stadium lanjut. Kasusk-kasus stadium dini/ awal sering ditemukan tanpa sengaja ketika seseorang melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
Kelompok yang mempunyai risiko tinggi terkena kanker paru :
 Berusia 40 tahun keatas
 Merokok
 Perokok pasif
 Bekerja di lingkungan yang mengandung karsinogen
 Karsinogen adalah bahan atau faktor yang dapat menimbulkan kanker
Deteksi dini kanker paru lebih dianjurkan pada kelompok risiko tinggi sebelum timbulnya gejala, dapat dilakukan dengan: pemeriksaan dahak dan pemeriksaan foto rontgen dada secara berkala setiap 4 – 6 bulan sekali. Dengan ini diharapkan dapat ditemukan kanker paru pada stadium dini.
Cara terbaik pencegahan kanker paru:
 Jangan mulai merokok
 Segera berhenti merokok, bila telah terbiasa
 Hindari asap rokok dari orang lain
 Patuhi peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja
(Sumber: Divisi Pemasaran Rumah Sakit Kanker “Dharmais”; http://id.wikipedia.org)
Baca Selanjutnya....