**~~ SELAMAT DATANG DI BLOG MEDDIA HERBAL KANTOR PEMASARAN DEPOK** WEB SITE RESMI: www.meddia-herbal.com** MEDDIA HERBAL; RAMUAN HERBAL KUTAI KARTANEGARA** HERBAL FOR LIFE~~**

Senin, 17 Januari 2011

Tips Jauhi Nyeri, Lindungi Sendi

Nyeri merupakan gejala umum yang dihadapi penderita penyakit, salah satunya nyeri akibat rematik. Untuk mengurangi nyeri rematik, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Olahraga teratur
Olahraga akan menguatkan otot-otot persendian. Selain itu, latihan fisik ini juga membantu mengurangi rasa capek yang mungkin timbul. Tidak ada salahnya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum melakukan latihan. Jika ingin beraktivitas, mulailah dengan jalan terlebih dahulu (aktivitas yang ringan). Hindari olahraga berbahaya dan berisiko cedera karena akan membuat sendi semakin meradang.

2. Usahakan tubuh selalu panas
Panas tubuh akan membantu mengurangi nyeri dan membuat nyaman. Salah satu cara efektif dengan mandi air hangat selama 15 menit. Sementara pilihan lain, gunakan alat bantu listrik yang mampu menghangatkan. Jika kulit tidak sensitif, berarti sirkulasi udara berkurang dan sebaiknya jangan pergunakan alat bantu penghangat ini.
Pilihan lain yang lebih aman, mudah dan murah untuk membuat tubuh selalu panas adalah dengan melakukan pernapasan selama 10-15 menit secara teratur setiap harinya. Ini akan memasok oksigen ke dalam tubuh serta menjaga kestabilan suhu tubuh.

3. Gunakan alat bantu
Alat bantu dapat dipergunakan untuk memudahkan pekerjaan dan mengurangi tekanan pada persendian. Dokter akan merekomendasikan alat bantu untuk memudahkan pekerjaan.

4. Terapkan pola makan sehat
Pola makan sehat terdiri atas sayur, buah, gandum. Semua itu mampu mengontrol berat badan dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.

5. Lindungi persendian
Kurangi stress persendian saat beraktivitas. Apabila salah satu jari mengalami nyeri, pergunakan anggota tubuh lain untuk memudahkan aktivitas.

6. Usahakan tetap rileks
Apabila nyeri menyerang, usahakan mengurangi stress terhadap sendi dan usahakan tetap nyaman. Teknik yang bisa dilakukan, seperti hipnotis, tarik napas dalam dan relaksasi otot.

(Koran Seputar Indonesia, edisi Jumat 14 Desember 2007)


Baca Selanjutnya....

Rematik Bisa Berujung Kecacatan

(Koran Seputar Indonesia, edisi Jumat 14 Desember 2007)

Rematik identik dengan orang lanjut usia. Dibandingkan dengan penyakit lainnya, seperti jantung misalnya, gangguan pada persendian ini masih dipandang sebelah mata.

Meski tidak menyebabkan kematian, rematik tidak seharusnya dianggap remeh. Membiarkan penyakit ini tanpa penanganan bisa menyebabkan sejumlah anggota tubuh tidak berfungsi normal. Gejala utama rematik biasa terjadi pada otot dan tulang, termasuk didalamnya sendi dan otot sendi. Gangguan nyeri yang terus berlangsung menyebabkan aktivitas sehari-hari bisa terhambat.

“Kalau sudah kumat rematiknya, untuk berjalan di sekitar rumah saja terasa sakit. Biasanya saya berhenti sebentar sampai nyeri reda,” papar Sulastri (59). Menurut ibu tujuh anak itu, nyeri rematik menyerang pada kedua kaki. Aktivitas berlebihan disebut-sebut sebagai penyebab munculnya rematik. Penyakit ini telah menemani Sulastri sejak 2001. Berbagai pengobatan pun sudah pernah dicobanya untuk mengatasi nyeri yang menyerang. “Mulai dari obat-obatan dokter sampai cara-cara tradisional pernah saya coba untuk mengurangi nyeri yang mengganggu,” sebut wanita kelahiran 30 Desember 1948 itu. Konsultan Rematik dari RS Pondok Indah dr. Bambang Setiyo Hadi, Sp.PD mengungkapkan, rematik merupakan sekelompok jenis penyakit. “Ada bermacam-macam lebih penyakit rematik. Biasanya diserai pula dengan inflamasi atau peradangan pada persendian,” ujarnya.

Sampai saat ini penyebab rematik belum diketahui secara pasti. Gejalanya tidak selalu sama untuk masing-masing penyakit. Namun, secara umum penyakit ini ditandai dengan gejala seperti nyeri di lutut, siku, pergelangan, maupun di bagian sendi-sendi lain. Artinya, semua anggota tubuh berpotensi terserang nyeri rematik. Penyakit rematik pada dasarnya terjadi pada persendian yang bengkak, pengapuran hingga meyebabkan sakit bila digerakkan. Jenis rematik ada berbagai macam, seperti rematik arthritis dan lupus. Ada pula jenis rematik yang menyerang laki-laki muda dengan gejala nyeri pinggang yang disebut dengan ankylosing spondylitis.

Menurut Bambang, rematik biasanya dipicu oleh pekerjaan sehari-hari. Aktivitas yang berlebihan pada salah satu sendi menyebabkan gejala nyeri muncul. Sebagai contoh, seseorang yang sering naik motor akan berisiko mengalami nyeri di bagian pinggang. Meski demikian, rematik tidak sekedar urusan nyeri di bagian tubuh tertentu saja. Anggapan bahwa penyakit ini tidak berbahaya dan bisa disembuhkan dengan beristirahat tidak sepenuhnya benar. Chief of Rheumatology dari Director of the Pain, Case Western Reserve University, Howard R Smith MD mengungkapkan seseorang yang telah terdiagnosis rematik masih bisa beraktivitas normal. “Namun, dalam jangka waktu lama, kualitas hidup penderita akan semakin memburuk dibandingkan mereka yang tidak mengalami rematik,” ungkapnya. Smith menambahkan, kondisi ini tidak berarti mereka yang mengalami rematik mempunyai harapan hidup lebih pendek. Namun, sering kali diidentikkan dengan beberapa komplikasi dari rematik itu sendiri.
Kondisi ini disebabkan informasi yang tidak lengkap atau setengah-setengah yang dipahami masyarakat. “Akibatnya, banyak masyarakat yang baru memeriksakan diri setelah berada dalam kondisi yang parah,” tandas Smith.

Adapun Bambang menambahkan, apabila nyeri terus berlanjut dan tidak ditangani dengan tepat, maka bisa menyebabkan kecacatan. “Hal ini disebabkan kaku di persendian yang berlangsung lama dan hasilnya sendi dapat berubah bentuk,” tuturnya. Oleh karena itu, tujuan pengobatan rematik adalah untuk memperbaiki kualitas hidup dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal. Penanganan sejak dini menjadi suatu keharusan dan tidak sembarangan membeli obat-obatan antinyeri antiinflamasi non steroid (NSAID). Apalagi pemakaian obat yang bertujuan menghilangkan rasa nyeri itu sering kali menimbulkan efek samping yang serius.

Penanganan Rematik dengan Herbal
Penanganan Rematik dengan obat tradisional/obat herbal diharapkan dapat menghilangkan rasa nyeri yang mengganggu (bukan hanya untuk sementara waktu saja), namun juga dapat mengembalikan fungsi pada persendian tersebut secara alami. Obat tradisional/obat herbal produksi PT. MEDDIA Herbal yang salah satu khasiatnya dapat mengatasi rematik adalah produk yang bernama BANDRUX, dan jika disertai dengan peradangan pada persendian maka kombinasi BANDRUX dan PASCOP akan mempercepat proses penyembuhan, tentunya dibarengi dengan penerapan pola hidup dan pola makan yang sehat serta mematuhi pantangan yang disarankan.

Baca Selanjutnya....