Selasa, 05 Mei 2009

Stroke (Strok)

Strok (bahasa Inggris: stroke) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi bio-kimia, yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel otak. Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Strok adalah penyebab kematian yang ketiga di Amerika Serikat dan banyak negara industri di Eropa (Jauch, 2005). Bila dapat diselamatkan, kadang-kadang si penderita mengalami kelumpuhan pada anggota badannya, hilangnya sebagian ingatan atau kemampuan bicaranya. Untuk menggarisbawahi betapa seriusnya strok ini, beberapa tahun belakangan ini telah semakin populer istilah serangan otak. Istilah ini berpadanan dengan istilah yang sudah dikenal luas, "serangan jantung". strok terjadi karena cabang pembuluh darah terhambat oleh emboli. Emboli bisa berupa kolesterol atau mungkin udara.

Strok dibagi menjadi dua jenis yaitu strok iskemik maupun strok hemorragik. Pada strok iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak. Hampir sebagian besar pasien atau sebesar 83% mengalami strok jenis ini.

Pada strok hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus strok hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.

Pada strok iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis. Arteri-arteri ini merupakan cabang dari lengkung aorta jantung.

Suatu ateroma (endapan lemak) bisa terbentuk di dalam pembuluh darah arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Keadaan ini sangat serius karena setiap pembuluh darah arteri karotis dalam keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak. Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil.

Pembuluh darah arteri karotis dan arteri vertebralis beserta percabangannya bisa juga tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain, misalnya dari jantung atau satu katupnya. Strok semacam ini disebut emboli serebral (emboli = sumbatan, serebral = pembuluh darah otak) yang paling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung (terutama fibrilasi atrium).

Emboli lemak jarang menyebabkan strok. Emboli lemak terbentuk jika lemak dari sumsum tulang yang pecah dilepaskan ke dalam aliran darah dan akhirnya bergabung di dalam sebuah arteri.

Strok juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan strok.

Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. Strok bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. Hal ini terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau pembedahan, serangan jantung atau irama jantung yang abnormal.

Baca Selanjutnya....

Jumat, 24 April 2009

Herbal Expo Mei 2009




Sebagai salah satu perusahaan herbal di Indonesia, MEDDIA Herbal telah dikenal di beberapa kota hingga daerah-daerah di Indonesia. Meskipun demikian, MEDDIA Herbal terus berupaya memperkenalkan ramuan MEDDIA Herbal sebagai salah satu media pengobatan alami yang aman. Dengan memadukan kekuatan ilmiah dan alami, MEDDIA Herbal berupaya mengatasi berbagai keluhan penyakit ringan ataupun berat, yang kronis atau bahkan akut.

Kini, MEDDIA Herbal kembali bersilaturahmi dengan masyarakat Indonesia pada umumnya, serta Jakarta dan sekitar pada khususnya melalui Agro Expo yang diselenggarakan oleh Majalah Pertanian "TRUBUS"


AGRO EXPO
Tanggal 2-10 Mei 2009
di Jl. Rasuna Said-CBD Bintaro Jaya

STAN MEDDIA HERBAL NO 56

Semua bisa langsung berkonsultasi dengan para herbal theraphist dari MEDDIA Herbal.

Kesempatan baik untuk membicarakan kesehatan Anda





Baca Selanjutnya....

Kamis, 26 Maret 2009

GAGAL GINJAL

Pengertian
Ginjal adalah organ tubuh yang sering disalah-artikan oleh banyak orang, bahwa ginjal menyerupai saringan santan. Akan tetapi ginjal sebenarnya adalah sistem pembuluh darah. Sehingga bila terjadi kerusakan pembuluh darah, pada ginjal juga terjadi kerusakan. Ginjal sendiri memiliki banyak fungsi seperti filtrasi, re-absorsi dan ekskresi. Jantung memompa 15.000 lt/hari keseluruh tubuh dan sekitar 25 % (sekitar 4.000 lt/hari) mengalir ke ginjal. Dan ginjal akan mengekstraksi sekitar 170 ml/menit filtrat yang berupa sel darah, plasma, dan lain-lain. Kemudian filtrat diekstraksi kembali menjadi urine menjadi 1500 cc/hari.
Sebagai salah satu alat ekskresi zat-zat yang tidak terpakai lagi dalam tubuh, selain paru-paru dan usus, ginjal punya peran begitu penting dalam tubuh. Fungsi filtrasi dengan mengekstraksi 170 ml/menit dan diekstrak kembali oleh ginjal yang merupakan fungsinya sebagai re-absorbsi. Bisa dibayangkan tanpa fungsi re-absorbsi ginjal berapa banyak urine yang dihasilkan. Ginjal juga berfungsi untuk menjaga asam dan basa dari tubuh. Hal ini dikarenakan apapun yang dimakan akan memproduksi asam, sementara darah tidak diperbolehkan terlalu asam (pH = 7,44).

Hipertensi dan diabetes merupakan penyakit dari endotel (lapisan pembuluh darah). Sementara ginjal juga memiliki banyak endotel dan bila endotel mengalami kerusakan maka ginjal juga ikut rusak. Penyakit ginjal 80 % tidak terasa, tanda yang bisa dipakai adalah melalui pemeriksaan darah dan urine. Pemeriksaan darah bisa dilihat dari urium dan kreatinin apakah pada keadaan normal atau tidak?. Bila kedua indikasi melewati batas normal maka diperkirakan terjadi sesuatu pada ginjal. Indikasi normal urium adalah 40 mgr/dl dan untuk kreatinin 1,5 mgr/dl. Pemeriksaan urine juga menjadi indikasi penyakit ginjal bila urine mengandung protein/albumin. Pemeriksaan menandakan positif maka ada gangguan pada ginjal. Pada penderita diabetes pemeriksaan urine mesti dilakukan rutin bila positif mengandung mikro albumin maka ada kerusakan pada endotel.

Gagal ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.


Pasien sebaiknya waspada jika mengalami gejala-gejala seperti: tekanan darah tinggi, perubahan jumlah kencing, ada darah dalam air kencing, bengkak pada kaki dan pergelangan kaki, rasa lemah serta sulit tidur, sakit kepala, sesak, dan merasa mual dan muntah.
Setiap orang dapat terkena penyakit ginjal, namun mereka yang disarankan melakukan pemeriksaan dini adalah orang yang memilik faktor risiko tinggi, yakni mereka yang memiliki riwayat darah tinggi di keluarga, diabetes, penyakit jantung, serta ada anggota keluarga yang dinyatakan dokter sakit ginjal.

Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi ginjal kita. Yang paling umum adalah pemeriksaan urin. Adanya protein atau darah dalam kencing menunjukkan kelainan dari ginjal.

Penyebab Gagal Ginjal

Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang diderita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak kerusakan ginjal diantaranya :

 Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension)
 Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)
 Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/struktur)
 Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik
 Menderita penyakit kanker (cancer)
 Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)
 Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.

Pengobatan dan Penanganan dengan MEDDIA Herbal

1. Pasien yang belum cuci darah akan lebih cepat sembuhnya, bahkan tidak akan sampai terjadi cuci darah bila menggunakan produk BANDRUX dan KIWA hingga 2 bulan. Untuk satu bulan pertama adalah pengobatan dan satu bulan berikutnya sebagai perawatan dan pemulihan fungsi ginjal. Pada beberapa kasus bahkan pengobatannya lebih singkat.
2. Bila pasien sudah pada tahapan cuci darah, maka pengobatannya bisa lebih dari 2 bulan, namun tingkat kesembuhannya juga relative tinggi. Produk herbal yang digunakan BANDRUX, KIWA dan produk MEDDIA Herbal lain yang menunjang pengobatan, tergantung dari kasus yang diderita.



Baca Selanjutnya....

Jumat, 20 Maret 2009

Narkoba dan Herbal (2)


zwani.com myspace graphic comments
Aku Sehat Tanpa Narkoba



TERAPHY PENANGGULANGAN KETERGANTUNGAN NARKOBA

Penanganan Ketergantungan Narkoba dengan MEDDIA Herbal:

1. Pada saat merasakan sakit, tremor, menggigil atau dinamankan kondisi sakaw maka segera diberikan produk BANDRUX sebanyak 4 gram (1/2 bungkus) diseduh dengan air panas, bisa ditambahkan gula putih.

2. Reaksi yang terjadi adalah penderita akan mereda sakawnya dan cenderung mengantuk. Bila penderita tertidur, maka pada saat bangun reaksi sakawnya sudah hilang.

3. Penggunaan herbal pada tahap berikutnya berfungsi untuk menurunkan atau menghilangkan kadar toxic karena faktor narkoba didalam tubuhnya.

4. Secara bertahap (antara 3 – 5 hari) biasanya gangguan sakaw tidak muncul lagi.

5. Terapi selanjutnya adalah pembenahan secara psikis.

6. Formulator MEDDIA Herbal telah menemukan formula yang baru untuk penanganan NARKOBA, dan saat ini sedang dalam masa pengujian. Menurut informasi yang didapat, dengan formula yang baru ini masa penyembuhannya lebih singkat.

7. Bagi yang ingin sembuh dari ketergantungan NARKOBA, silakan menghubungi cabang atau agen MEDDIA Herbal terdekat.

Baca Selanjutnya....

Narkoba dan Herbal (1)

Sekilas tentang Narkotika

Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.

Narkoba dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu :
  1. Psikotropika - mempengaruhi psikis dari pengaruh selektif susunan syaraf pusat otak
  2. Narkotika - untuk menurunkan kesadaran atau rasa.
  3. Obat atau zat berbahaya

Dari segi efek dan dampak yang ditimbulkan pada para pemakai narkoba dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) golongan / jenis :

1. Upper
Upper adalah jenis narkoba yang membuat si pemakai menjadi aktif seperti sabu-sabu, ekstasi dan amfetamin.

2. Downer
Downer adalah golongan narkoba yang dapat membuat orang yang memakai jenis narkoba itu jadi tenang dengan sifatnya yang menenangkan / sedatif seperti obat tidur (hipnotik) dan obat anti rasa cemas.

3. Halusinogen
Halusinogen adalah napza yang beracun karena lebih menonjol sifat racunnya dibandingkan dengan kegunaan medis.

Berbagai Jenis Narkoba

Baca Selanjutnya....