Seorang teman saya baru saja ketahuan memiliki kista alam rahimnya, sehingga dia langsung menjalani operasi.
Kista yang diambil berisi darah yang berwarna hitam pekat. Dia pikir dia akan sembuh setelah menjalani operasi, tetapi ternyata tidak.
Hanya beberapa bulan setelah operasi ternyata tumbuh kista lagi. Dia kemudian menemui ginekolog untuk berkonsultasi. Saat konsultasi, dokternya menanyakan apakah teman saya ini sering makan chicken wings. Dan dia jawab ya, dia jadi tahu kebiasaan makannya.
Seperti yang anda saksikan, pada jaman modern ini ayam disuntik dengan steroid agar cepat besar sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar. Kebutuhan ini tak lain adalah kebutuhan akan makanan. Biasanya suntikan ini dilakukan pada bagian leher atau sayap. Oleh karena ini pada dua tempat inilah terdapat konsentrasi steroid yang paling tinggi. Steroid inilah yang memberikan pengaruh pada tubuh sehingga cepat pertumbuhannya. Bahkan lebih bahayanya lagi efeknya bagi hormone wanita, membuat wanita lebih rentan untuk terkena kista rahim. Oleh karena hal itu, saya menyarankan untuk selalu berhati-hati dengan yang anda konsumsi terutama mengurangi makanan chicken wings.
Baca Selanjutnya....
Minggu, 01 Februari 2009
Hindari ChiCkeN WinGs & Leher Ayam ….
Hindari Batu Ginjal Dengan Pola Makan Yang Baik
Di Indonesia, selain kasus gagal ginjal, batu ginjal juga semakin sering dijumpai. Penyakit ini juga sering disebut batu karang dan kencing batu. Menurut para ahli, penyebab batu ginjal adalah akibat pola mengonsumsi makanan yang salah.
Namun, bila menengok sejarahnya, penderita batu ginjal telah ditemukan sejak ribuan tahun lalu. Hal itu terbukti dari hasil penemuan para ahli, jejak batu ginjal ditemukan pada mumi yang dibalsam dan berusia sekitar 7.000 tahun di Mesir.
Salah satu penyebab batu ginjal adalah kelebihan kalsium. Untuk itu setiap orang dianjurkan untuk mencegah kelebihan asupan kalsium. Makanan yang mengandung kalsium tinggi adalah ikan salmon, sarden, keju, susu, es krim, dan sayur kol. Makanan jenis ini mengandung lebih dari 100 mg kalsium per porsi. Sedangkan bayam, ikan kering, dan cokelat tergolong makanan yang mengandung kalsium sedang.
Selain mengurangi asupan kalsium, penderita ginjal juga dianjurkan mengurangi konsumsi garam, karena setiap peningkatan 100 mg garam dalam makanan dapat meningkatkan 25-30 mg kalsium dalam urin.
Sementara itu, ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ali Khomsan berpendapat, konsumsi sayur dan buah secara berlebihan ternyata juga membebani fungsi kerja ginjal. Walaupun vitamin diperlukan tubuh, tapi jika ginjal tidak mampu mencerna dapat menyebabkan seseorang terkena gagal ginjal.
Selain vitamin, makanan yang mengandung protein dan mineral juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Misalnya, daging, ikan, kacang-kacangan, garam, telur, dan susu. "Konsumsi teh berlebihan juga tidak baik. Karena selain mengandung kafein, di dalam teh ada unsur non-gizi yang mengganggu penyerapan mineral," jelasnya.Namun, Ali menambahkan, bukan berarti penderita batu ginjal tidak boleh mengonsumsi makanan mengandung vitamin, protein, dan mineral. Asalkan, pola konsumsi terutama golongan usia lanjut oleh penderita batu ginjal dibatasi agar ginjal berfungsi baik. Sebab, penderita batu ginjal juga memerlukan kandungan gizi dalam makanan untuk kesehatan tubuhnya.
Dijelaskan Ali, orang yang memiliki ginjal normal tentu dapat mencerna vitamin dosis tinggi yang memang diperlukan tubuh. Dan, orang tersebut dapat mengonsumsi vitamin 10 kali lipat lebih banyak, dibandingkan manusia yang ginjalnya tidak baik.
Karena itu terhadap orang yang memiliki ginjal kurang baik, Ali menganjurkan agar sejak muda mengonsumsi vitamin, mineral, dan protein secara moderat (tidak lebih dan tidak kurang). "Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki ginjal baik atau bagus, bisa dilihat dari riwayat kesehatan ayah atau ibunya. Kalau orangtua atau saudara satu darah memiliki masalah gangguan ginjal, maka ia akan berpotensi terkena penyakit tersebut," katanya.
Ali menyebutkan, di negara-negara maju saat ini dikenal istilah konsumsi lima porsi sayur dan buah setiap hari. Yaitu, apabila dalam sehari seseorang mengonsumsi dua kali sayuran harus diimbangi dengan tiga buah. "Itu berlaku bukan hanya untuk penderita ginjal, tapi juga untuk mengatasi penyakit kronis."
Namun, yang sekarang terjadi di Indonesia, keluarga yang secara ekonomi baik cenderung mengonsumsi zat-zat tadi secara berlebihan, baik sadar ataupun tidak. "Misalnya dengan makan di restoran fast food. Mungkin sekarang tidak diarasakan, tapi kalau hal itu menjadi kebiasaan akan sulit dihilangkan," ujarnya. Ali tidak setuju dengan pendapat yang menyebutkan diet dapat menangkal batu ginjal.
Menurutnya, diet bukanlah untuk menangkal batu ginjal, tapi mengatasi ginjal agar tidak terbebani. "Diet memang memengaruhi pola makanan yang buruk menjadi lebih baik. Tapi kalau diet bertujuan untuk mengatasi kegemukan, itu lain lagi arahnya. Karena diet hanya mengurangi kalori tubuh."
Terhadap para penderita batu ginjal, Ali menyarankan agar mengonsumsi air putih untuk memperlancar pencernaan dan mengurangi beban ginjal. Namun terhadap penderita gagal ginjal, menurutnya, memang harus dilakukan operasi sebagai upaya penyembuhan.
Cara yang cukup efektif untuk mengatasi batu ginjal tanpa harus operasi adalah rajin mengonsumsi jeruk nipis. Kandungan sitrat jeruk nipis lokal (citrus aurantifolia swingle) bulat memiliki kandungan sitrat 10 kali lebih besar dibanding jeruk keprok atau enam kali jeruk manis.
Biasanya sitrat di dalam air kemih pada penderita batu ginjal paling rendah pada malam dan dini hari, maka pemberian jeruk nipis dianjurkan sesaat sesudah makan malam sehingga hasilnya lebih maksimal.
Cara pemberian jeruk nipis lokal ini bisa berupa dua buah jeruk nipis dengan diameter di atas 4,5 cm yang diencerkan dalam dua gelas air. Pemberian perasan jeruk nipis sesudah makan malam dilaporkan tidak menimbulkan keluhan lambung dan memberikan rasa kepatuhan. (PRC)/Harian Global
Baca Selanjutnya....
Herbal; Dari Zaman Kerajaan Sampai Industri
Tanaman Obat adalah Obat Tradisional Indonesia yang sudah cukup dikenal sejak masa pra sejarah sampai masa sejarah yang ditandai prasasti batu bertulis Kerajaan Kutai Kertanegara pada abad ke 5, kejayaan Sriwijaya, kejayaan Majapahit sampai dengan masa kesultanan Mataram dan dilanjutkan dengan masa penjajahan oleh VOC. Penggunaan Tanaman Obat telah membawa kesejahteraan dan kejayaan selama berabad-abad yang ditandai dengan peninggalan sejarah seperti Borobudur, Prambanan, keraton-keraton dengan resep tradisionalnya dan sistem transportasi diseluruh Jawa dan pulau-pulau lain.
Perubahan terjadi pada abad 20, ketika itu berdiri Sekolah Dokter Jawa yang bernama STOVIA tahun 1904 di Batavia oleh Pemerintah Hindia Belanda. Sejak itulah kita mulai belajar tentang obat-obatan modern, obat-obatan barat dengan pendekatan kimiawi. Adopsi pengobatan modern kedalam sistem pengobatan masyarakat terjadi bukan karena permintaan masyarakat pribumi tetapi karena kebutuhan penduduk Belanda yang memerlukan tenaga dokter. Sedangkan pada saat itu, masyarakat pribumi memiliki sistem pengobatan sendiri yang sudah mencukupi, sama halnya dengan masyarakat Tiong Hoa yang sudah juga memiliki penyembuhan sendiri.
Obat tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun pengetahuan tradisional. Menurut penelitian masa kini, obat-obatan tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan, dan kini digencarkan penggunaannya karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Obat tradisional pada saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkab efek samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh.
Beberapa perusahaan mengolah obat-obatan tradisional yang dimodifikasi lebih lanjut. Bagian dari Obat tradisional yang bisa dimanfaatkan adalah akar, rimpang, batang, buah, daun dan bunga. Bentuk obat tradisional yang banyak dijual dipasar dalam bentuk kapsul, serbuk, cair, simplisia, dan tablet (id.wikipedia.org).
Obat tradisional telah dikenal secara turun menurun dan digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akan kesehatan. Pemanfaatan obat tradisioanal pada umumnya lebih diutamakan sebagai upaya menjaga kesehatan atau preventif meskipun ada pula upaya sebagai pengobatan suatu penyakit. Dengan semakin berkembangnya obat tradisional, ditambah dengan gema kembali ke alam (back to nature), telah meningkatkan popularitas obat tradisional. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya industri jamu dan industri farmasi yang memproduksi obat tradisional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca Selanjutnya....
Sabtu, 31 Januari 2009
Penyakit & Pantangannya
No
|
Penyakit
|
Pantangan
|
1
|
Amandel
|
Cabe, Asam, Makanan Berminyak, Es
|
2
|
Anemia
|
Air Kelapa, Minuman Bersoda
|
3
|
Ambeien
|
Cabe, Kopi, Alkohol, Ketan Hitam, Singkong, Buah Nangka
|
4
|
Asthma
|
Singkong, Tape, Air Es, Makanan Berminyak
|
5
|
Alergi Kulit
|
Terasi, Ikan Asin, Makanan/Minuman Berpengawet, Ayam Potong
|
6
|
Asam Urat
|
Santan Belinjo, Sea Food (Cumi, Udang, Kepiting, Kerang), Daging (Sapi dan Kambing), Kacang Tanah, Bayam dan Pantangan Umum
|
7
|
Batu Ginjal, Infeksi Ginjal
|
Cabe, Alkohol, Kopi, Teh, Makanan/Minuman Berpengawet, Soda
|
8
|
Batu Empedu
|
Minuman Soda, Alkohol, Kopi, Makanan Berlemak, Cabe
|
9
|
Batuk, Flu, Radang Tenggorokan
|
Air Es, Coklat, Pedas, Makanan Berminyak
|
10
|
Bronchitis dan Menghilangkan Bau Mulut
|
Air Es, Kopi, Cabe, Tape, Rokok, Durian, Nangka, Pisang Mauli (Pisang Lampung), Jeruk Nipis
|
11
|
Demam Berdarah, Malaria Tropika, Demam
|
Semangka, Duku, Langsat, Sea Food, Makanan/Minuman Manis
|
12
|
Diabetes
|
Semangka, Nangka, Kopi, Minuman Soda, Cabe
|
13
|
Diare, Muntaber
|
Cabe, Nangka, Santan, Semangka, Air Es
|
14
|
Flek Paru-Paru/TBC Paru
|
Jeruk Nipis, Pisang Mauli (Pisang Lampung), Cabe, Durian, Tape, Jeruk Purut, Minuman Soda, Air Es, Singkong, Rokok dan Pantangan Umum
|
15
|
Flek Hitam di Wajah/Jerawat
|
Coklat, Terasi, Rokok, Kacang Tanah,Obat-obatan Kimia
|
16
|
Gagal Ginjal
|
Jeroan, Sea Food, Petai, Jengkol, Tape, Durian, Singkong
|
17
|
Hernia
|
Cabe, Kopi, Alkohol dan Pantangan Umum
|
18
|
HIV / AIDS
|
Alkohol, Kopi, Udang, Kecap Asin/Manis, Durian, Roti Bakar, Daging Kambing, Ayam Potong, Kerupuk Udang, Ikan Bakar
|
19
|
Infeksi Saluran Kencing, Kelamin
|
Cabe, Tape, Kopi, Udang, Terasi, Nangka, Sea Food
|
20
|
Infeksi, Radang Telinga
|
Cabe, Tape, Kopi, Udang, Terasi, Nangka, Sea Food
|
21
|
Infeksi/Radang Hati (Lever/SGOT)
|
Daging, Alkohol, Margarin, Makanan Berlemak, Jeroan
|
22
|
Infeksi, Radang Pendarahan Seluruh Tubuh
|
Cabe, Kopi, Anggur, Alkohol, Lada, Durian, Semangka
|
23
|
Impoten/Lemah Syahwat
|
Alkohol, Labu Putih
|
24
|
Jantung
|
Daging, Sea Food, Jeroan, Kacang Tanah, Makanan Berlemak
|
25
|
Klep Jantung Bocor
|
Rokok, Air Kelapa, Durian, Pisang Mauli (Pisang Lampung), Alkohol, Daging Kambing, Obat Perangsang, Sea Food
|
26
|
Jantung Koroner & Penyempitan Pembuluh Darah
|
Tape, Singkong, Durian, Alkohol
|
27
|
Kolesterol, Trygliceride
|
Daging, Santan, Kacang, Coklat, Makanan Berlemak
|
28
|
Kolesterol, Asam Urat
|
Daging, Santan, Kacang, Coklat, Makanan Berlemak
|
29
|
Kanker Darah (Leukimia)
|
Daging, Jeroan, Kopi, Makanan/Minuman Berpengawet
|
30
| Kanker Hati |
Daging, Margarin, Cabe, Kopi, Alkohol, Kacang Tanah, Makanan Berlemak
|
31
| Kanker Telinga |
Daging, Susu & Semua Produknya, Sea Food, Makanan/Minuman Berpengawet, Penyedap Rasa (MSG)
|
32
|
Kanker Kelenjar Getah Bening
|
Daging, Susu & Semua Produknya, Sea Food, Makanan/Minuman Berpengawet, Penyedap Rasa (MSG)
|
33
|
Kanker Payudara
|
Daging, Petai, Jengkol, Terasi, Saos Tomat, Ikan Peda, Minuman Soda, Kopi, Makanan/Minuman Berpengawet, Zat Pewarna
|
34
|
Kanker Darah (Leukemia)
|
Daging Sapi, Usus, Paru, Jantung Sapi, Kopi, Makanan/Minuman Berpengawet
|
35
|
Kanker Prostat (Kantong Kemih)
|
Ayam Potong, Terasi, Petai, Jengkol, Ikan Teri, Kopi, Makanan/Minuman Berpengawet
|
36
|
Kanker Rahim
|
Ayam Potong, Terasi, Petai, Jengkol, Ikan Teri, Kopi, Makanan/Minuman Berpengawet
|
37
|
Kanker Tulang
| Daging, Sea Food, Minuman Bersoda, Penyedap Rasa (MSG), Makanan/Minuman Berpengawet, Susu & Semua produknya, Tape, Air Kelapa, Durian |
38
|
Katarak
|
Cabe, Bawang Putih, Pantangan Umum
|
39
|
Keputihan, Rapat Vagina, Pendarahan
|
Cabe, Petai, Jengkol, Terasi, Nanas, Timun, Semangka
|
40
|
Lumpuh Akibat Gangguan Tulang Belakang – Impoten/ Lemah Syahwat, Kaki Mati Rasa
|
Terasi, Ikan Teri, Ayam Potong, Petai, Jengkol, Kopi, Makanan/Minuman Berpengawet
|
41
| Maag, Sakit Perut, Infeksi Lambung | Cabe, Kopi, Santan, Sayur Nangka, Ketan, Pantangan Umum |
42
|
Maag & Pusing
|
Pedas, Tape, Durian, Nangka, Singkong & Semua Produknya
|
43
|
Maag – Jantung – Pusing
|
Daging, Sea Food, Jeroan, Pedas, Tape, Durian, Nangka, Singkong
|
44
|
Migren, Pusing, Tengkuk Sakit, Penyempitan Syaraf Kepala
|
Daging, Ayam Potong, Minuman Soda, Mie Instan
|
45
|
Muntaber
| Cabe, Tape, Semangka, Kopi, Santan, Susu dan Pantangan Umum |
46
|
Penyubur Kandungan
|
Cabe, Ikan Bakar, Roti Bakar (semua makanan yang dibakar), Tape Singkong & Tape Ketan, Nanas, Ayam Potong
|
47
|
Penyempitan Indung Telur
|
Cabe, Ikan Bakar, Roti Bakar (semua makanan yang dibakar), Tape Singkong & Tape Ketan, Nanas, Ayam Potong
|
48
|
Penyempitan Syaraf di seluruh tubuh, Syaraf Terjepit, Kram dan Nyeri
|
Daging, Ayam Potong, Kopi, Makanan Berlemak, Durian, Minuman Bersoda dan Pantangan Umum
|
49
|
Penyempitan Pembuluh Darah di Otak dan Pembekuan Darah di Otak
|
Daging, Ayam Potong, Kopi, Makanan Berlemak, Durian, Minuman Bersoda dan Pantangan Umum
|
50
|
Rheumatik, Radang Tulang, TBC Tulang, Kanker Tulang, Pengapuran Tulang
|
Makanan/Minuman Berpengawet, Air Kelapa, Ikan Teri, Tempe Gembos, Ikan Peda
|
51
|
Rheumatik, Asam Urat
|
Minuman Soda, Sea Food, Tape, Belinjo, Singkong, Jeroan, Alkohol
|
52
|
Sakit Pinggang
|
Daging, Belinjo, Soda, Air Kelapa
|
53
|
Sakit Tulang Belakang
|
Makanan/Minuman Berpengawet, Ikan Asin dan Pantangan Umum Lainnya
|
54
|
Stroke Kiri & Kanan
|
Daging, Mie Instan, Garam, Soda, Terasi, Petis, Sea Food
|
55
|
Thypus
|
Cabe, Kopi, Nanas, Nasi Goreng, Margarin, Nangka, Air Es, Singkong, Ketan
|
56
|
Tumor
|
Sawi Manis
|
57
|
Usus Buntu
|
Cabe, Kopi, Nanas, Nasi Goreng, Margarine, Nangka, Air Es, Pantangan Umum
|
Goodbye Penyakitku: Penanganan Insomnia dan Menstruasi dengan Herbal
Saya Diah seorang alumni dari Universitas Brawijaya mengalami sakit pada saat menstruasi dan insomnia yang sudah lama saya rasakan. hingga suatu hari, saudari pipit memperkenalkan produk meddia herbal kepada saya dan menganjurkan saya untuk mencobanya. pada awalnya, saya sempat ragu untuk mencobanya. setelah saya pikir2, dari pada saya mengkonsumsi obat-obatan kimiawi, lebih baik saya coba meddia herbal untuk mengobati penyakit yang saya alami. singkat cerita, 1-3 hari sejak konsumsi pertama saya sudah bisa merasakan khasiatnya. insomnia yang saya derita sekitar 1 tahun hilang sudah, pergi entah kemana. Sekarang saya sudah dapat tidur dengan nyenyak. sedangkan sakit menstruasi yang saya alami tiap bulannya juga lenyap, pergi meninggalkan saya dengan hanya mengkonsumsi produk meddia herbal selama 10 hari saja, tanpa efek samping berupa ketergantungan lanjutan pada produk meddia herbal. Sekarang keluhan yang saya alami sudah hilang. terima kasih meddia herbal... Baca Selanjutnya....
