<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787</id><updated>2012-01-21T23:33:17.211+07:00</updated><category term='Cacingan'/><category term='Lepra'/><category term='Lumbago dan HNP'/><category term='Amandel'/><category term='Asma'/><category term='Batu Empedu'/><category term='Kista'/><category term='Radang Paru-Paru'/><category term='Epilepsi'/><category term='Masalah Tulang dan Sendi'/><category term='Jerawat'/><category term='Tekanan Darah'/><category term='Lupus'/><category term='Gangguan Pencernaan'/><category term='Nyeri'/><category term='TOGA'/><category term='Gangguan Syaraf'/><category term='Edema'/><category term='Tetanus'/><category term='Thalassemia'/><category term='Kanker'/><category term='Guillian Barre Syndrome'/><category term='Sakit Kuning (Jaundice)'/><category term='Antibiotika pada Anak'/><category term='Demam Berdarah'/><category term='Ataksia'/><category term='Campak'/><category term='Osteoporosis'/><category term='Wasir'/><category term='Asam Urat'/><category term='Jantung'/><category term='Diabetes'/><category term='Malaria'/><category term='Lipoma'/><category term='Masalah Kewanitaan'/><category term='Ginjal'/><category term='Polip'/><category term='Bronkhitis'/><category term='Sinusitis'/><category term='Terapi Narkoba'/><category term='Typus'/><category term='Kolera (Cholera)'/><category term='Hemofilia'/><category term='Leukemia'/><category term='Meningitis'/><category term='Hepatitis'/><category term='TBC'/><category term='Katarak'/><category term='Stroke'/><category term='Vertigo'/><category term='Penyakit Menular Seks (PMS)'/><category term='Cytomegalovirus (CMV)'/><category term='Cacar'/><title type='text'>HERBAL FOR LIFE</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>131</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-6536677118151604006</id><published>2012-01-12T06:49:00.003+07:00</published><updated>2012-01-18T10:13:48.576+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Pencernaan'/><title type='text'>Musim Pancaroba Diare Mengintai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-style: italic; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Diare adalah penyakit, bukan kondisi dimana perut bisa terkuras dari racun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Cuaca yang tidak menentu, atau musim pacaroba seperti sekarang ini, dapat mengundang banyak penyakit, diantaranya diare. Dr. H. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB dari Departemen Ilmu Penyaki Dalam FKUI-RSCM menyatakan, “Tubuh dipaksa beradaptasi dengan cuaca yang ekstrim. Kalau sistem imun tubuh tidak kuat, jadi gampang sakit  terutama bagi anak dan orangtua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lingkungan ikut berperan. Debu membawa polutan atau hujan yang menimbulkan banjir, membuat lingkungan kotor dan kuman merajalela. Menurut WHO, diare membunuh dua juta anak didunia setahun. Badan Kesahatan Amerika Serikat mencatat, 100 juta orang menderita diare akut/ tahun. Setengah  penderita diare mengurangi aktifitas, 10% ke dokter, 250.000 dirawat dan 3000 meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut diare ketika feses (tinja) encer seperti bubur, dan frekuensi BAB (buang air besar) lebih 3x sehari. Badan lemah, lesu, muntah, tidak nafsu makan dan feses berdarah dan / berlendir. Menurut dr.Ari, masyarakat banyak yang salah persepsi entang diare. “Diare dianggap tidak masalah, karena mencuci perut, mengeluarkan racun dan bikin kebal penyakit. Diare itu penyakit, karena ada kuman yang masuk.”&lt;br /&gt;Diare bisa menyebabkan kehilangan cairan (dehidrasi) dan elektrolit (misal natrium dan kalium). Dehidrasi ringan menyebabkan bibir kering. Dehidrasi sedang menyebabkan kulit keriput, mata dan ubun-ubun cekung (pada bayi &amp;gt;18 bulan). Dehidrasi berat bisa mengakibatkan fatal, seperti syok. Pada bayi bahkan bisa terjadi gangguan irama jantung atau pendarahan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab diare adalah rotavirus, beberapa bakteri seperti E.coli, Shigella sp, Salmonella sp, atau Strepcoccus. Juga parasit  seperti Entamoeba histolytica, Giardia lamblia dan Balantidium coli. Stres dan alergi makanan juga memicu diare.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kuman paling gampang menginfeksi lewat makanan. Jika diare terjadi antara 1-6 jam, biasanya gejala yang timbuldisertai mual dan muntah. Jika 8-16 jam ,bisa disertai keram perut dan muntah. Dan jika lebih dari 16 jam, diare bisa disertai darah dan demam menggigil sampai pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dr. Ari, inti pengobatan diare adalah memberikan ciran untuk menghindari dehidrasi. “Yang penting, cukup minum yang mengandung elektrolit (natrium, kalium) dna kalori. Selain Oralit, bisa air putih dicampur gula dan garam,” katanya.&lt;br /&gt;Untuk menilai kondisi dehidrasi pada anak, ada 4 parameter yang bisa digunakan: aktivitas, rasa haus, kelopak mata, buang air kecil, dan uji turgor atau uji cubit. Lihat kelopak mata anak, cekung atau tidak. Anak harus kencing dalam 6-8 jam, jika  lebih dari 8 jam tidak kencing berarti dehidrasi ringan. Utuk anak yang lebh besar batas kencingya 12 jam. Uji cubit paling gampang, dilakukan pada kulit perut, kulit harus kembali dalam 2 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat diare ada 3 (tiga) kategori. Yang pertama, kemoterapeutika yang memberantas penyebab diare (bakteri, parasit). Kedua, obstipansia untuk menghilangkan gejala diare. Terakhir , spasmolitik (membantu menghilangkan kejang perut). Antibiotik diberikan ketika ada infeksi lanjutan, dan harus dengan resep dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang ingin mengatasi masalah diare dengan herbal, produk PT. Meddia yang bisa digunakan adalah Canbat, Bandrux atau Kiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber: otc digest/edisi 57/1 mei 2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-6536677118151604006?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/6536677118151604006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2012/01/musim-pancaroba-diare-mengintai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/6536677118151604006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/6536677118151604006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2012/01/musim-pancaroba-diare-mengintai.html' title='Musim Pancaroba Diare Mengintai'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-2165869635602444796</id><published>2011-10-28T14:48:00.006+07:00</published><updated>2011-10-28T14:59:48.802+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masalah Tulang dan Sendi'/><title type='text'>LATIHAN UNTUK TULANG KUAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-854Bt2K1wXk/TqpgL5HvgGI/AAAAAAAAAiM/LrGeWR7mZYU/s1600/jalan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 194px; height: 166px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-854Bt2K1wXk/TqpgL5HvgGI/AAAAAAAAAiM/LrGeWR7mZYU/s200/jalan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668448838427312226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hasil penelitian menunjukkan adanya kenaikan kadar kalsium yang mencolok pada wanita menopause, yang melakukan latihan-latihan olahraga secara teratur. Sedangkan mereka yang tidak melakukannya, mengalami kebalikannya. Aktivitas fisik, akan menghentikan percepatan kehilangan massa tulang, efektif untuk membentuk tulang kuat, dan bermanfaat mencegah lebih beratnya proses pengeroposan tulang yang sudah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan fisik yang dianjurkan untuk mencegah tulang keropos adalah yang bersifat pembebanan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;weight bearing exercise&lt;/span&gt;), terutama pada area-area yang mempunyai risiko tinggi terjadi osteoporosis dan patah tulang. Bila memungkinkan, kombinasikan latihan ini dengan latihan kelenturan, latihan ketahanan jantung, paru, dan otot serta latihan keseimbangan dan koordinasi, sehingga latihan yang anda lakukan merupakan kesatuan fisik yang lengkap dan menyehatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan ini harus dilakukan sejak dini, setidaknya saat massa tulang puncak mulai menurun (pada usia sekitar 30 tahun).  Beberapa latihan fisik umum yang dapat dilakukan untuk mencegah tulang keropos adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;1. Jalan Kaki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan jalan kaki, terjadi kombinasi rangsangan mekanik pada tulang punggung dan tulang-tulang anggota gerak bagian bawah. Lakukanlah jalan kaki 20-30 menit, 3-5 kali seminggu. Kalau sudah cukup terlatih, tingkatkan dengan jarak tempuh yang lebih jauh, tetapi waktu yang sama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;2. Bersepeda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jenis latihan ini dapat juga dilakukan, terutama bagi orang yang mempunyai masalah dengan lututnya. Bisa dengan sepeda statis. Kalau bosan, tak ada salahnya bersepeda keliling kompleks rumah. Selain latihan fisik umum seperti di atas, ada juga latihan khusus yang dapat dilakukan. Latihan khusus ini dimaksudkan memperkuat otot-otot ekstensor yang beberapa bagiannya melekat pada vertebrata. Untuk mendapatkan hasil yang baik, latihan fisik yang dilakukan, harus yang bersifat dinamik dan berulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;3. Berenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bermanfaat melatih otot-otot punggung dan otot-otot anggota gerak atas dan bawah, tetapi tidak terbukti mencegah osteoporosis. Manfaat yang diperoleh adalah peningkatan kekuatan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: bonus fit no. 10/V/oktober 2001)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-2165869635602444796?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/2165869635602444796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/10/latihan-untuk-tulang-kuat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/2165869635602444796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/2165869635602444796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/10/latihan-untuk-tulang-kuat.html' title='LATIHAN UNTUK TULANG KUAT'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-854Bt2K1wXk/TqpgL5HvgGI/AAAAAAAAAiM/LrGeWR7mZYU/s72-c/jalan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-4802269431691643031</id><published>2011-10-25T10:05:00.003+07:00</published><updated>2011-10-28T15:01:26.001+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TOGA'/><title type='text'>PEMANFAATAN ANEKA TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DILAHAN PEKARANGAN, SEKOLAHAN ATAU KANTOR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-1WrGli9yGzA/TqYrn4gAvWI/AAAAAAAAAho/kBM2dSlMU9g/s1600/49909_lidah-buaya-1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 199px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1WrGli9yGzA/TqYrn4gAvWI/AAAAAAAAAho/kBM2dSlMU9g/s200/49909_lidah-buaya-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667265145273892194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanaman obat keluarga akhir-akhir ini lebih ngetrend di mata masyarakat. Obat-obatan tradisional juga lebih tepat untuk di gunakan untuk menjaga kesehatan.   Dewasa ini obat-obatan modern dari berbagai macam bentuk sudah di jual bebas, mudah sekali di dapatkan dengan harga yang sangat terjangkau dan sudah menjadi bagian dari kehidupan seluruh lapisan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(TOGA) Tanaman Obat Keluarga sudah di kenal masyarakat.yangmemuat berbagai manfatat&lt;br /&gt;tanaman oba yan sebagai salah satu usaha pendukung untuk meningkatkan fungsi dan manfat lahan pekarangan baik di rumah,sekolah,maupun perkantoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahan pekarangan biasanya memiliki luas lahan terbatas dan mempunyai sifat berbeda denan kebun atau lading,maka jenis tanaman obat sebaiknya di pilih yang penting dan bermanfaat,juga harus mempehatikakan faktor  keindahan serta memperhatikan kondisi halaman,kontur tanah,mudah di budidayakan,tidak menyita tempat,dan bentuk serta adanya pohon atau bangunan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Faktor paling penting dalam mengukur lahan untuk tanaman obat adalah memperhatikan keindahan,tidak merusak/mengganggu pemandangan juga harus diperhatikan keberadaan elemen tanaman lain(pohon peneduh atau tanaman hias lain,kandang ternak ,tiang bendera,lampu penerang,jalan setapak,kolam ikandan lain-lain.&lt;br /&gt;Manfaat aneka tanaman obat keluarga yang di usahakan dimaksud adalahseluruh bagian tanaman tersebut dari mulai bagian daun,bunga,buah,kulit buah,klit batang,batang,akar dn umbi mengandung zat atau bahan aktif yang berkasiat bagi kesehatan (penyembuhan penyakit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menggunakan aneka tanaman obat Keluarga sehingga dapat berkhasit untuk obat diantaranya  perlu di perhatikan beberapa hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204); font-weight: bold;"&gt;1. Cara tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1) Di tanam di sisi-sisi yang kosong lahan pekarangan&lt;br /&gt; 2) Di tanam menggunakan pot&lt;br /&gt; 3) Di tanam secara vertikultur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204); font-weight: bold;"&gt;2. Waktu Memanen bagian tanaman (daun, bunga, buah, biji, akar dan umbi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Daun di kumpulkan sewaktu tanaman berbunga dan sebelum buah menjadi masak.&lt;br /&gt;2) Bunga di kumpulkan sebelum atau segera setelah mekar.&lt;br /&gt;3) Buah dipetik dalam keadaan tua.&lt;br /&gt;4) Biji di kumpulkan dari buah yang masak sempurna.&lt;br /&gt;5) Akar, rimpang (rhizome), umbi (tuber), dan umbi lapis (bulbus), dikumpulkan sewaktu proses pertumbuhannya berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;3. Pasca Panen (Pencucian dan Pengeringan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan  yang sudah di kumpulkan, dicuci  bersih yang di lakukan secepat mungkin.  Dapat segera di pakai untuk pengobatan berupa bahan segar,atau di keringkan untuk penyimpanaan, dan dapat dipergunakan bila perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 102);"&gt;Cara Pengeringan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Bila bahannya besar atau banyak mengandung air, dapat dipotong-potong seperlunya.&lt;br /&gt;2. Pengeringan dapat langsung di bawah sinar matahari atau memakai pelindung.&lt;br /&gt;3. Dapat juga diangin-anginkan  di tempat  yang  teduh, atau di dalam ruang pengeringan yang aliran udaranya baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Tujuan Pengeringan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Mengurangi kadar air sehingga mencegah terjadnya pembusukan oleh cendawan atau bakteri.&lt;br /&gt;2. Supaya tahan lama.&lt;br /&gt;3. Mudah di haluskan bila ingin dibuat serbuk.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;PENGELOMPOKAN TANAMAN OBAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengelompokan tanaman obat dapat di kelompokan dalam 5 (lima) jenis sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tanaman Buah, yaitu: tanaman penghasil buah dan biasa di konsumsi buahnya namun memiliki khasiat obat.&lt;br /&gt;2. Tanaman Sayuran, yaitu: bahan makanan sumber vitamin dan mineral namun memiliki khasiat obat.&lt;br /&gt;3. Tanaman Rempah-rempah, yaitu: tanaman yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur namun memiliki khasiat obat.&lt;br /&gt;4. Tanaman Hias, yaitu tanaman yang bernilai estetika yang biasa di gunakan sebagai unsur dekoratif, baik di dalam maupun di luar ruangan namun memiliki khasiat obat.&lt;br /&gt;5. Lain-lain, yaitu: tanaman khasit obat selain dari tanaman buah, tanaman sayuran, tanaman rempah-rempah, dan tanaman hias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini cara  menggunakan tanaman obat sesuai dengan khasiatnya, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Tanaman Buah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia)&lt;br /&gt;a. Khasiat : Stimulan (perangsang), Refrigeran (mendinginkan), Anti demam, Anti inflamasi, Anti Bakteri, Mengurangi batuk.&lt;br /&gt;b. Bagian yang digunakan : Buah.&lt;br /&gt;c. Dapat digunakan untuk penambah cita rasa masakan, pencegah batuk, dan untuk mengecilkan pori-pori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) PEPAYA (Carica papaya L.)&lt;br /&gt;Kegunaan :&lt;br /&gt;a. Akar : cacing keremi, tidak datang haid, batu ginjal, sakit ginjal, sakit kandung kemih, encok, digigit ular berbisa.&lt;br /&gt;b. Biji : cacing gelang, gangguan pencernaan, pembesaran hati dan limpa, abortivum, penyakit kulit.&lt;br /&gt;c. Buah Matang : pencernaan terganggu, sakit maag, tidak nafsu makan, sariawan, sembelit.&lt;br /&gt;d. Buah Mangkal : sembelit, kencing sedikit, tidak datang haid, pembesaran hati dan limpa, penyakit kulit, menghaluskan kulit.&lt;br /&gt;e. Daun : keremian, demam, malaria, biri-biri, disentri, ASI tidak lancar, kaki gajah, kejengkolan, perut mulas, tidak nafsu makan, masuk angin, kanker.&lt;br /&gt;f. Getah papaya muda : luka bakar, jerawat, kutil, eksim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Tanaman Sayuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1) CABE MERAH (Capsicum anuum)&lt;br /&gt;Kegunaan : membantu menyembuhkan Bronchitis, influenza, masuk angin, sinusitis, asma, sakit karena kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) LOBAK (Raphanus datives L.)&lt;br /&gt;Kegunaan : Meluruhkan air seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans)&lt;br /&gt;Kegunaan : keracunan makanan, air kemih sedikit, kencing berdarah atau bernanah, mimisan, batuk darah, wasir, sembelit, terkilir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Tanaman Rempah-rempah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1) LADA (Piper nigrum L.)&lt;br /&gt;a. Khasiat :&lt;br /&gt; Buah, untuk : disentri, kolera, kaki bengkak, nyeri haid, rematk, selesma, sakit kepala (obat luar)&lt;br /&gt; Daun, untuk : batu ginjal&lt;br /&gt;b. Lada dalam obat tradisional dibedakan atas : Lada hitam (tidak dikupas) dan Lada putih (buah sudah masak dikupas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) SALAM (Syzygium polyanthum)&lt;br /&gt;a. Khasiat :&lt;br /&gt; Stomatik (menguatkan lambung)&lt;br /&gt; Aromatik (mengharumkan)&lt;br /&gt;b. Bahan yang digunakan : Daun&lt;br /&gt;c. Penyakit yang dapat diobati : diare, maag, kencing manis, mabuk akibat alkohol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Tanaman Hias&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) LIDAH BUAYA (Aloe vera Linn)&lt;br /&gt;a. Khasiat : penyubur rambut, anti piretik (menurunkan demam), stomatik (menguatkan lambung)&lt;br /&gt;b. Bagian yang digunakan : daun&lt;br /&gt;c. Penyakit yang dapat diobati : luka bakar, bisul, luka bernanah, amandel, sakit mata, keseleo, jerawat, wasir, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Sosor Bebek (Kalanchoe pinnata (Lam.) Per)&lt;br /&gt;a. Khasiat : anti radang, menghentikan pendarahan, mengurangi pembengkakan,&lt;br /&gt;b. Bagian yang digunakan : seluruh bagian tanaman&lt;br /&gt;c. Penyakit yang dapat diobati : sakit panas, sakit kepala, batuk, melancarkan air seni, disentri, diare, menurunkan demam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Sumber: Sinar Tani, edisi 3-9 Agustus 2011 No. 3417)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-4802269431691643031?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/4802269431691643031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/10/pemanfaatan-aneka-tanaman-obat-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/4802269431691643031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/4802269431691643031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/10/pemanfaatan-aneka-tanaman-obat-keluarga.html' title='PEMANFAATAN ANEKA TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DILAHAN PEKARANGAN, SEKOLAHAN ATAU KANTOR'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1WrGli9yGzA/TqYrn4gAvWI/AAAAAAAAAho/kBM2dSlMU9g/s72-c/49909_lidah-buaya-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-6588768766630362328</id><published>2011-10-05T03:19:00.005+07:00</published><updated>2011-10-05T03:32:05.375+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masalah Tulang dan Sendi'/><title type='text'>PROSES PEMBENTUKAN TULANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-k8yqdb3rD1I/TotsDRGScCI/AAAAAAAAAd8/ymGNpJw_-ww/s1600/bone_growth.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-k8yqdb3rD1I/TotsDRGScCI/AAAAAAAAAd8/ymGNpJw_-ww/s200/bone_growth.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659736160106344482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tulang adalah jaringan hidup yang secara terus-menerus memperbaharui dirinya sendiri. Dalam tubuh kita, ada dua kelompok sel khusus yang berperan sebagai “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;maintenance crew&lt;/span&gt;”. Kelompok pertama disebut osteoklas, membuat lubang di tulang (proses resorpsi), kemudian meninggalkan lokasi. Saat mereka pergi, kelompok kedua yaitu osteoblas, dating dan mengisi celah tersebut (proses formasi). Bahan yang mereka simpan di celah tersebut mengeras sehingga terbentuk tulang baru. Proses ini disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bone remodeling&lt;/span&gt; (proses pembentukan tulang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses alami yang berjalan seimbang ini, berlangsung terus-menerus dan selesai setiap tiga sampai empat bulan. Proses ini telah dimulai sejak manusia masih dalam kandungan dan terus dibentuk sampai tercapai puncak massa tulang.  Tulang kortikal (bagian luar tulang yang padat) mencapai puncak kepadatannya pada akhir dasawarsa keempat, sedangkan tulang trabekular (pembungkus tulang bagian dalam), pada usia 30 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, seiring bertambahnya usia, proses &lt;span style="font-style: italic;"&gt;remodeling&lt;/span&gt; menjadi tidak seimbang. Kedua grup sel yang berperan sebagai maintenance crew tadi bekerja kurang efisien dan kurang kompak. Osteoblas yang membentuk tulang tidak bisa mengikuti kecepatan kerja osteoklas yang merusak tulang.  Pada orang yang mempunyai tulang kuat dan sehat, konsumsi kalsium yang mencukupi bisa membantu proses remodeling berjalan seimbang. Ini artinya, penggantian tulang baru akan berjalan lebih efisien, yang membantu mengurangi berkurangnya massa tulang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada wanita, perubahan proses remodelling ini biasanya dimulai pada usia 40 tahun, saat jumlah estrogen menurun.  Menurut DR. dr. Ichramsjah A. Rachman, SpOG-KFER dalam makalahnya “Cara Mudah Mencegah Osteoporosis,” pada saat ini terjadi kehilangan massa tulang 2,5% sampai 5% per tahun. Berarti, selama kehidupannya wanita akan kehilangan massa tulang 45-50%, sedangkan pria hanya 20-30%. Penurunan massa tulang lebih cepat pada tulang trabekular dibanding tulang kortikal, karena luas permukaan tulang trabekular lebih besar dan proses metabolisme bagian ini pun lebih aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses remodelling tulang ini dipengaruhi oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;FAKTOR EKSTERNAL&lt;/span&gt; (faktor di luar tulang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;1. faktor keturunan (genetik)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang berkulit hitam (Afrika) umumnya mempunyai kepadatan tulang yang lebih tinggi dan risiko terkena osteoporosis lebih rendah dibandingkan orang kulit putih. Sedangkan orang cina mempunyai massa tulang lebih kecil. Faktor genetik menentukan kira-kira 80% kepadatan mineral tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;2. faktor lingkungan (gizi, aktivitas, gaya hidup, sinar matahari, dan obat-obatan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemasukan kalsium dan energi dapat menentukan batas pertumbuhan tulang yang optimal. Kalsium dan fosfat banyak terdapat pada keju, yoghurt, kuning telur, kerang-kerangan, kol, asparagus, dan lain-lain. Kedua unsur tadi terdapat dalam bentuk ion Ca2+ dan PO3- agar dapat masuk ke dalam tulang sebagai garam kalsium fosfat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aktivitas fisik yang menentkan kepadatan tulang adalah olahraga, khususnya yang menggunakan beban. Olahraga jenis ini penting agar terjadi gaya mekanik pada tulang yang juga berhubungan dengan gaya tarik bumi. Terbukti tuang yang mendapat gaya mekanik (mendapat tekanan dan pembebasan gaya) secara periodik dan teratur, akan bertambah massa tulangnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktor gaya hidup (merokok, minum alkohol, konsumsi obat-pbatan yang mengandung steroid), mengubah keseimbangan remodeling tulang kearah perusakan tulang. Faktor matahari sangat penting karena dengan paparan sinar matahari pada kulit, akan terbentuk pre vitamin D3 yang dapat meningkatkan penyerapan kalsium.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;3. faktor hormonal &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan estrogen membuat kadar kalsium di darah berkurang. Tubuh kita mengatasi hal ini dengan mengambil simpanan kalsium di tulang dan gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;FAKTOR INTERNAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;1. Osteoblas&lt;/span&gt;, adalah sel-sel pembentuk matriks tulang yang dibentuk oleh sel-sel mesenkin. Fungsi osteoblas adalah membentuk serabut intra kolagen yang merupakan bagian dari formasi tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;2. Osteoklas&lt;/span&gt;, adalah sel-sel yang menyerap tulang, berasal dari makrophag yang prosesnya terbentuk di sumsum tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;3. Osteosit&lt;/span&gt;, merupakan transformasi dari osteoblas, yang pada keadaan tertentu menghentikan sistem matriks tulang dan tersimpan di dalam tulang. Fungsi secara jelas belum diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memastikan apakah tulang mengalami kehilangan atau perubahan massa, kita perlu memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan massa tulang ini mirip dengan pemindaian (scanning) sinar x berintensitas rendah, yang biasa dilakukan pada pergelangan tangan dan kaki, tulang belakang, atau bahkan seluruh tubuh, untuk mencari titik kelemahan atau tulang yang berisiko patah. Kalau merasa mempunyai risiko yang tinggi, segera periksakan diri ke dokter dan pertimbangkan untuk menjalani bone densitometry untuk memeriksa massa tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: bonus fit no. 10/V/oktober 2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-6588768766630362328?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/6588768766630362328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/10/proses-pembentukan-tulang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/6588768766630362328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/6588768766630362328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/10/proses-pembentukan-tulang.html' title='PROSES PEMBENTUKAN TULANG'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-k8yqdb3rD1I/TotsDRGScCI/AAAAAAAAAd8/ymGNpJw_-ww/s72-c/bone_growth.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-3914527728582354197</id><published>2011-09-17T07:13:00.012+07:00</published><updated>2011-10-28T18:16:04.311+07:00</updated><title type='text'>SAAT LANSIA TETAP SEHAT DENGAN HERBAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;“Proses menjadi tua harus dilalui oleh setiap orang.  Kita tidak dapat menghentikan atau memundurkan jarum jam agar proses itu tidak berhasil.  Sejak lama manusia mencari “obat” yang memperlambat proses penuaan dan memperpanjang umur.  Tetapi apa artinya berumur panjang dengan kondisi tidak sehat, tentunya sangat tidak menyenangkan.  Untuk itu kita harus berupaya tetap sehat walau usia semakin menua”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Mengapa menjadi tua ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penuaan dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kerusakan molekul, kecepatan kerusakan sel yang melampaui kemampuan tubuh untuk memperbaikinya sehingga dapat mengganggu fungsi tubuh.  Proses ini dipicu oleh laju peingkatan reaksi radikal bebas dan penurunan kemampuan sistem pertahanan tubuh.  Di dalam tubuh manusia, radikal bebas adalah produk samping yang dihasilkan secara alami dalam proses pencernaan, pernapasan, dan pemakaian energi.  Sebagian besar dari radikal bebas itu tidak berbahaya selama tubuh tetap dalam proses kegiatannya.  Tetapi apabila jumlah penumpukan kerusakan akibat radikal bebas semakin meningkat maka semakin sulit untuk diperbaiki.  Radikal bebas dapat menyerang protein di lensa mata yang menyebabkan kekaburan lensa mata dan akhirnya timbul katarak.  Mereka juga dapat mengoksidasi apa yang dinamakan “kolesterol jahat” di dalam arteri, sehingga menjadi plak yang menempel di dinding pembuluh darah dan selanjutnya menghentikan aliran darah yang menyebabkan stroke atau serangan jantung.&lt;br /&gt;Radikal bebas juga dapat merusak dinding sel, menyerang kromosom dan DNA, menyebabkan kanker dan membunuh sel-sel tubuh anda.  Penyakit-penyakit degeneratif lain yang dapat timbul adalah, rematik, diabetes mellitus dan sebagainya.  Tanda-tanda proses menua biasanya mulai tampak pada usia 30 tahun dan pada usia 60 tahun ke atas.  Seorang mulai mengalami masalah dalam kehidupannya terutama masalah kesehatan dan keterbatasan aktivitas fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Perubahan fisik pada lansia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seseorang memasuki usia lanjut maka dalam tubuhnya terjadi proses kemunduran fisik.  Kecepatan perubahan pada tiap individu berbeda-beda tergantung dari kondisi seseorang,  misalnya keturunan, pola hidup dan penyakit yang pernah diderita dan sebagainya.  Perubahan fisik seseorang yang mulai masuk kelompok lanjut usia dapat dilihat berdasarkan perubahan berikut:&lt;br /&gt;1. Perubahan warna rambut, dari hitam menjadi putih serta rambut mulai rontok.&lt;br /&gt;2. Gigi mulai tanggal dan tidak ada pergantian gigi secara alami.&lt;br /&gt;3. Kemampuan penglihatan mulai berkurang, terutama kemampuan penglihatan jarak dekat sehingga mereka perlu bantuan kacamata untuk membaca.&lt;br /&gt;4. Sikap berdiri kurang tegap.&lt;br /&gt;5. Kulit mulai berkeriput.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Penyakit yang sering terjadi pada lansia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses menua terjadi pada seluruh organ tubuh, termasuk metabolismenya.  Contohnya penurunan fungsi sistem pencernaan dan penurunan sistem kekebalan.  Dengan adanya gangguan pencernaan, metabolism dalam tubuh yang lain akan mengalami gangguan pula yang mengakibatkan penurunan pada sistem pertahanan tubuh.  Akibatnya lansia lebih rentan terhadap penyakit, termasuk didalamnya penyakit degeneratif.  Beberapa penyakit yang sering dikeluhkan oleh para lansia adalah rematik, penglihatan kurang jelas, hipertensi, diabetes mellitus, pengeroposan tulang (osteoporosis), penyakit prostat dan sebagainya.  Khusus pada lansia wanita terdapat gangguan akibat menopause (berhentinya masa haid), yang dapat mempengaruhi kesehatan akibat berkurangnya hormon estrogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Sehat dan bahagia menjadi lansia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita semua tidak dapat menolak proses penuaan pada tubuh kita, tetapi kita dapat mengupayakan bagaimana menjadi tua dengan sehat dan bahagia.  Upaya yang dapat kita lakukan harus sedini mungkin, antara lain:&lt;br /&gt;1. Teruskan meningkatkan ketaqwaan pada Tuhan YME&lt;br /&gt;2. Makan makanan yang sehat dan seimbang&lt;br /&gt;3. Berolahraga secara teratur&lt;br /&gt;4. Buang stress dalam kehidupan anda&lt;br /&gt;5. Selalu berpikir positif&lt;br /&gt;6. Upayakan berat badan tidak berlebih&lt;br /&gt;7. Melakukan cek kesehatan&lt;br /&gt;8. Jika terlanjur mengidap penyakit tertentu, konsultasikan dan control penyakit pada ahlinya secara teratur&lt;br /&gt;9. Selain menggunakan obat-obatan medis konvensional, anda dapat memanfaatkan tanaman obat untuk menjaga kesehatan para lansia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis tanaman obat berikut dapat digunakan untuk membantu mengatasi berbagai penyakit yang terjadi pada lansia yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&amp;lt;!--[if gte mso 9]&amp;gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:view&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:zoom&gt;   &lt;w:trackmoves&gt;   &lt;w:trackformatting&gt;   &lt;w:punctuationkerning&gt;   &lt;w:validateagainstschemas&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:saveifxmlinvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:ignoremixedcontent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:alwaysshowplaceholdertext&gt;   &lt;w:donotpromoteqf&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:lidthemeother&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:lidthemeasian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:lidthemecomplexscript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables&gt;    &lt;w:snaptogridincell&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct&gt;    &lt;w:useasianbreakrules&gt;    &lt;w:dontgrowautofit&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx&gt;    &lt;w:word11kerningpairs&gt;    &lt;w:cachedcolbalance&gt;   &lt;/w:cachedcolbalance&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:browserlevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} table.MsoTableGrid  {mso-style-name:"Table Grid";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-priority:59;  mso-style-unhide:no;  border:solid black 1.0pt;  mso-border-themecolor:text1;  mso-border-alt:solid black .5pt;  mso-border-themecolor:text1;  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-border-insideh:.5pt solid black;  mso-border-insideh-themecolor:text1;  mso-border-insidev:.5pt solid black;  mso-border-insidev-themecolor:text1;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border: 1pt solid black; padding: 0in 5.4pt;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Buah Adas&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; border-style: solid solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Akar Alang-alang&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun Alpukat&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Umbi Bawang Putih&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun &amp;amp; Buah Belimbing Wuluh&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Batang Brotowali&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Cengkeh&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun Dadap Serep&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun Dewa (seluruh bagian)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun Sendok (seluruh bagian)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun &amp;amp; Akar Iler&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Rimpang Jahe&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Jeruk Nipis (buah, kulit buah, akar)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun &amp;amp; Biji Jintan&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Biji Jintan Hitam&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun Kapulaga&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Kayu Manis (kulit batang)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Biji dan Daun Kedawung&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun Keji Beling&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Kembang Sepatu (daun &amp;amp; bunga)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Rimpang Kencur&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Krokot&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun Kumis Kucing&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Rimpang Kunyit&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Buah Labu Air&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Buah Lada&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Bunga Melati&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Meniran (seluruh bagian)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Murbei ( daun, buah, batang, kulit)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Pala (biji, kulit, bunga)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Patikan Kebo (seluruh bagian)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Pegagan (seluruh bagian)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Pisang Kepok (umbi dan buah)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Pulosari (kulit batang &amp;amp; cabang)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun Saga&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun Sambang Darah&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Sambiloto (seluruh bagian)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun Seledri&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Semangka (buah dan kulit)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun Sembung&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun Simbar Menjangan&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun Sosor Bebek&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Rimpang Temulawak&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Daun Trawas&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Ubi Jalar (daun dan umbi)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Urang-aring (seluruh tanaman)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="width: 2.7in; border-width: medium 1pt 1pt; border-style: none solid solid;" valign="top" width="259"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 27pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Waluh (buah dan biji)&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="width: 189pt; border-width: medium 1pt 1pt medium; border-style: none solid solid none;" valign="top" width="252"&gt;   &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 8.1pt 0.0001pt 0.3in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;-           Umbi Wortel, dll&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Majalah Tanaman Obat HERBA, Edisi 43/Pebruari 2006)&lt;br /&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:latentstyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/m:brkbinsub&gt;&lt;/m:brkbin&gt;&lt;/m:mathfont&gt;&lt;/m:mathpr&gt;&lt;/w:word11kerningpairs&gt;&lt;/w:dontvertalignintxbx&gt;&lt;/w:dontbreakconstrainedforcedtables&gt;&lt;/w:dontvertaligncellwithsp&gt;&lt;/w:splitpgbreakandparamark&gt;&lt;/w:dontgrowautofit&gt;&lt;/w:useasianbreakrules&gt;&lt;/w:wraptextwithpunct&gt;&lt;/w:snaptogridincell&gt;&lt;/w:breakwrappedtables&gt;&lt;/w:compatibility&gt;&lt;/w:donotpromoteqf&gt;&lt;/w:validateagainstschemas&gt;&lt;/w:punctuationkerning&gt;&lt;/w:trackformatting&gt;&lt;/w:trackmoves&gt;&lt;/w:worddocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-3914527728582354197?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/3914527728582354197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/09/saat-lansia-tetap-sehat-dengan-herbal.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/3914527728582354197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/3914527728582354197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/09/saat-lansia-tetap-sehat-dengan-herbal.html' title='SAAT LANSIA TETAP SEHAT DENGAN HERBAL'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-1003537819009629073</id><published>2011-08-28T21:34:00.002+07:00</published><updated>2011-08-28T21:44:32.579+07:00</updated><title type='text'>SISTEM IMUN BERLAPIS-LAPIS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-style: italic; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Kondisi kesehatan dipengaruhi kualitas sistem imun tubuh. Ada dua jenis sistem imun: humoral dan seluler.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di dalam tubuh manusia, terdapat mekanisme menakjubkan yang bekerja untuk mempertahankan dan menjaga tubuh dari penyakit. Ini adalah sistem imun tubuh, yang bekerja melawan mikroba (bakteri, virus, parasit, jamur) dan toksin atau racun yang menyerang. Bila sistem imun terganggu, tubuh terserang penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Dua jenis sistem imun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Secara garis besar, sistem imun ada dua: sistem imun humoral dan sistem imun seluler,” ujar dr. Teguh H. Karyadi Sp.PD dari RS Ciptomangunkusumo. Sistem imun humoral terdiri atas antibody (Imunoglobulin yang disingkat Ig) dan sekret tubuh (saliva/air liur, air mata, keringat, asam lambung, pepsin dan sebagainya). Sistem imun seluler berupa makrofag, limfosit dan neutrofil berada dalam darah dan bersirlukasi ke seluruh tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu mekanisme pertahanan tubuh yang paling nyata adalah kulit, yang menjadi pembatas antara lingkungan dan tubuh. Biasanya, kulit tidak bisa ditembus oleh bakteri dan virus. Kulit mengeluarkan sekret antibakteri, yang bisa mematikan jamur dan bakteri. Maka, kebersihan kulit penting dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kulit, hidung, mulut dan mata juga tempat masuknya kuman. Air mata dan air liur mengandung enzim lisozim, hingga kuman yang masuk bisa dihancurkan. Tubuh juga punya banyak mekanisme pertahanan, yang terdiri dari bermacam komponen mayor sistem imun, yaitu organ limfoid (timus, lien, sum-sum tulang) serta sistem limfatiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelenjar timus yang terletak dekat jantung, berperan penting dalam mekanisme imun tubuh. Organ ini bertanggung jawab dalam pembentukan sel T dan penting bagi bayi baru lahir. Tanpa timus, sistem imun bayi baru lahir buruk. Timus, bersama lien dan sum-sum tulang, menghasilkan leukosit (sel darah putih).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leukosit bersirkulasi di dalam tubuh melalui pembuluh limfe dan pembuluh darah. Dengan begitu, sistem imun terkoordinasi dengan baik memonitor tubuh dari kuman atau substansi lain, yang bisa menyebabkan masalah bagi tubuh. Ada dua tipe leukosit: yang pertama bertugas memakan organisme yang masuk ke dalam tubuh, yang kedua bertugas mengingat dan mengenali yang masuk ke dalam tubuh serta membantu tubuh menghancurkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kekebalan sendiri ada dua: yang bersifat alamiah atau dibawa sejak lahir (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;inate imunity&lt;/span&gt;) dan adaptif. “Kedua sistem imun ini saling berhubungan. Kalau ada benda asing gagal ditangkal oleh sistem kekebalan inate, dia akan berhadapan dengan sistem kekebalan adaptif. Kalau tetap kalah, kita akan sakit,” ujar dr. Teguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kekebalan alamiah atau bawaan bersifat non spesifik, selalu aktif (tidak memerlukan paparan awal untuk mengenal suatu patogen) dan tidak memiliki immunological memory (rekaman atau ingatan dari setiap substansi asing yang ditemui). Sementara sistem kekebalan adaptif, efektif melindungi tubuh dari penyakit yang pernah menyerang, dan aktif ketika berhadapan dengan suatu penyakit, dengan membuat antibody terhadap dan membuat tubuh menjadi kebal jika penyakit yang sama menyerang kembali. Kekebalan ini bisa diaktikan dengan imunisasi. Kemampuannya dalam menerima stimulus, membuatnya mampu berevolusi dan merespons dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(sumber: OTC DIGEST. EDISI 55. Tahun IV. 1 Maret 2011)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-1003537819009629073?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/1003537819009629073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/08/sistem-imun-berlapis-lapis.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/1003537819009629073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/1003537819009629073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/08/sistem-imun-berlapis-lapis.html' title='SISTEM IMUN BERLAPIS-LAPIS'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-8809060961899394399</id><published>2011-08-26T22:15:00.003+07:00</published><updated>2011-08-28T21:34:40.507+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Pencernaan'/><title type='text'>Serba-serbi IBD (3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;IBD dan Risiko Kanker Kolon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Penderita IBD bisa berisiko terkena kanker kolon. Bagaimana mencegahnya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada kaitan antara IBD (inflammation bowel disease) dengan peningkatan risiko kanker kolorektal (kolon/usus besar dan rektum/anus).  Dr. dr. Murdani Abdullah dari FKUI/RSCM menyatakan, “Kanker Kolon merupaka penyakit yang berdiri sendiri. Namun lebih banyak ditemukan pada penderita IBD.” Sebuah studi menyebutkan, pasien IBD berisiko 5x lebih tinggi terhadap kanker kolorektal dibandingkan orang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikatakan, IBD adalah faktor risiko kanker kolorektal. Atau, kanker kolorektal bisa merupakan komplikasi dari IBD. Hal senada disampaikan dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, Ketua Advokasi PAPDI – Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, “Kolitis ulseratif bisa menjadi ganas (kanker) jika tidak ditangani dengan baik. Tapi perjalanannya panjang, bisa puluhan tahun.” Sekitar 5 – 8% pasien KU (kolitis ulseratif) akan menderita kanker kolorektal dalam 20 tahun setelah mereka didiagnosa KU. Penyakit yang aktif maupun yang dalam kondisi remisi, sama berisiko terhadap kanker kolorektal.&lt;br /&gt;Hingga saat ini, belum ada dasar genetik yang diidentifikasi untuk menjelaskan kecenderungan kanker pada IBD. Diduga, inflamasi (peradangan) kroniklah yang menyebabkan kanker karena daerah yang meradang dapat meningkatkan perkembangan sel-sel abnormal, yang akhirnya meningkatkan sel-sel kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini didukung oleh fakta bahwa risiko kanker meningkat dengan makin lamanya durasi KU; besarnya daerah yang terserang KU; munculnya peradangan lain dalam waktu yang bersamaan. Hubungan antara inflamasi dengan kanker kolon perlu dicermati, karena 51% lebih kanker kolorektal di Indonesia terjadi di usia &amp;lt; 50 tahun, sementara di negara maju kanker kolorektal banyak terjadi pada rerata usia 67 tahun. Melalui penelitiannya, Dr. dr. Murdani menduga, hal ini berkaitan erat dengan proses inflamasi, meski penyebab inflamasi masih perlu diteliti lebih lanjut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Mengurangi Risiko Kanker&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya risiko kanker kolorektal pada pasien IBD, bukan berarti semua pasien IBD akan menderita kanker kolorektal. Yang penting, lakukan skrining dengan kolonoskopi sebagai pencegahan. Jika ditemukan perkembangan sel-sel tidak normal atau sel kanker, bisa segera diambil tindakan sehingga perkembangan kanker bisa dicegah. Diskusikan dengan dokter, apakah perlu melakukan kolonoskopi tiap 1 – 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Literatur menyebutkan, pasien dengan IBD remisi berisiko sama besar dengan pasien IBD aktif terhadap kanker kolorektal. Ini mungkin karena inflamasi yang terjadi pada IBD, meski tentu saja, Inflamasi jauh lebih tinggi pada IBD aktif. Pasien perlu mengkonsumsi obat antiinflamasi yang dapat mencegah berkembangnya kanker kolorektal pada pasien IBD, misalnya obat 5-aminosalicylic acid (5-ASA) mesalazine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukung dengan memperbaiki pola makan. Kurangi konsumsi makanan yang bisa memicu inflamasi di saluran cerna dan membuat IBD kambuh: lemak, daging merah, gula, alkohol, dan sebisa mungkin hindari rokok. Jangan lupa olahraga rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Sumber: OTC DIGEST. Edisi 55. Tahun V. 1 Maret 2011)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-8809060961899394399?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/8809060961899394399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/08/serba-serbi-ibd-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/8809060961899394399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/8809060961899394399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/08/serba-serbi-ibd-3.html' title='Serba-serbi IBD (3)'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-5809773330295311954</id><published>2011-08-11T05:54:00.005+07:00</published><updated>2011-08-11T06:05:59.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Pencernaan'/><title type='text'>Serba-serbi IBD (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Makanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FAKTOR RISIKO IBD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Makanan tertentu dapat meningkatkan risiko IBD. Makanan yang mana dan seperti apa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Penyebab penyakit IBD (inflammation bowel disease) belum diketahui pasti. Beberapa faktor dianggap saling berkaitan, salah satunya makanan. “Makanan tertentu dapat memperlambat remisi dan kadang menginduksi (memicu) munculnya IBD,” ujar DR. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD-KGEH dari FKUI/RSCM, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan tidak secara langsung menyebabkan IBD. Namun, makanan tertentu dan pola makan dapat memperburuk gejala IBD, dan berhubungan dengan peningkatan risiko IBD. Misalnya pola makan kebarat-baratan yang tinggi lemak, gula dan alkohol. Makanan ini dapat memicu pertumbuhan jamur dan/atau bakteri patogen.&lt;br /&gt;dr. Ari Fahrial Syam, Sp. PD-KGEH, Ketua Advokasi PB PAPDI-Departemen Penyakit Dalam FKUI/RSCM, menyatakan, “Makanan berlemak amat berpengaruh.” Bisa jadi, karena terjadi peningkatan peradangan yang disebabkan lemak omega-6 yang utamanya terdapat pada lemah hewani dan lemak tumbuhan tertentu (minyak jagung, biji bunga matahari). Selain itu, makanan berlemak dan berminyak mungkin tidak dapat dicerna sepenuhnya, sehingga dapat menimbulkan gas dan diare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah studi membandingkan perbedaan pola makan masyarakat Jepang dari tahun 1966 – 1985. Ketika insiden penyakit Crohn dan asupan makanan sehari-hari ditelaah, terlihat bahwa protein hewani muncul sebagai faktor risiko independen yang paling kuat. Protein hewani terutama daging merah, berkontribusi meningkatkan jumlah toksin hydrogen sulfide di kolon, yang dapat meningkatkan aktivitas penyakit pada kolitis ulseratif (KU). Hydrogen sulfide juga dapat mengganggu kerja butyrate, molekul antiradang di kolon. Konsumsi daging merah dan daging yang diproses, meningkatkan kemungkinan kambuh &amp;gt; 5 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan lain yang bisa mengiritasi yakni makanan pedas. Juga produk susu tinggi laktosa, bagi mereka yang memiliki intoleransi atau sensitif terhadap laktosa. Intoleransi dan alergi makanan, terkait erat dengan IBD. Sebuah literatur menyebutkan, alergi makanan berperan 66% dalam kasus KU. Ada kasus, seorang bayi yang diberi ASI eksklusif menunjukkan gejala kuat terhadap kolitis. Setelah sang ibu berhenti mengkonsumsi susu dan produk susu sapi, gejala yang dialami sang bayi hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum ada penelitian yang menyatakan secara pasti bahwa makanan memicu IBD. Makanan ‘hanya’ merupakan satu faktor risiko. Tak ada salahnya memperhatikan pola makan dan mengurangi konsumsi makanan yang meningkatkan risiko penyakit, apalagi jika ada riwayat IBD dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:0in;text-align:justify;text-indent:0in"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;font-family:&amp;quot;Lucida Calligraphy&amp;quot;;mso-ansi-language:IN" lang="IN"&gt;Gula Tak Selalu Manis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:0in;text-align:justify;text-indent:0in"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;mso-ansi-language:IN" lang="IN"&gt;Ada hubungan antara IBD dengan pola makan tinggi gula. Gula dan karbohidrat sederhana dapat menciptakan kondisi sangat asam pada usus bagian bawah, sehingga mengganggu ekosistem bakteri yang normal. Ini lingkungan yang baik untuk pertumbuhan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Candida&lt;/i&gt; atau jamur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:0in;text-align:justify;text-indent:0in"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;mso-ansi-language:IN" lang="IN"&gt;Gula juga mengiritasi permukaan membran mukus saluran cerna dan mengganggu fungsi sel darah putih (&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;phagocytes&lt;/i&gt;). Penelitian menunjukkan, pasien IBD mengkonsumsi gula dan makanan manis lebih banyak dari kelompok kontrol. Dampaknya tidak terlalu terasa, namun mengintai dalam jangka panjang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:0in;text-align:justify;text-indent:0in"&gt;&lt;span style="font-size:8.0pt;line-height:115%;mso-ansi-language:IN" lang="IN"&gt;(Sumber: OTC DIGEST. Edisi 55. Tahun V. 1 Maret 2011)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-5809773330295311954?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/5809773330295311954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/08/serba-serbi-ibd-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5809773330295311954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5809773330295311954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/08/serba-serbi-ibd-2.html' title='Serba-serbi IBD (2)'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-2228077448265692754</id><published>2011-08-11T05:03:00.005+07:00</published><updated>2011-12-31T15:01:23.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Pencernaan'/><title type='text'>Serba-serbi IBD (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-JjfCFuM9ISc/TkMKXiyl_GI/AAAAAAAAAcM/OoJ4kNd8HW0/s1600/ibd_figure1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-JjfCFuM9ISc/TkMKXiyl_GI/AAAAAAAAAcM/OoJ4kNd8HW0/s320/ibd_figure1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639362557990272098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IBD BUKAN RADANG USUS BIASA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Diare berkepanjangan bisa jadi merupakan gejala dari radang usus kronis IBD.  Penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bagi Emma (26 tahun), karyawati perusahaan multinasional, kesehatan sungguh tak ternilai harganya. Ini menyadarkannya sejak dua tahun lalu, setelah mengalami gangguan di saluran pencernaan.  Perutnya terasa sakit luar biasa disertai kram. Ia juga mengalami diare hebat, demam, mual dan muntah. “Saya pikir, itu sakit biasa akibat masuk angin karena hampir tiap malam begadang untuk menyelesaikan skripsi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari, kakaknya, membawa Emma ke rumah sakit terdekat. Setelah dilakukan berbagai pemeriksaan, Emma didiagnosa menderita colitis ulseratif (KU). Ia menjalani rawat inap di rumah sakit dan sesudahnya harus menjalani rawat jalan selama tiga bulan. Dokter menganjurkan untuk menghindari makanan tinggi lemak dan memperbanyak sayur, untuk mencegah gejala muncul lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolitis Ulseratif merupakan salah satu penyakit radang usus, yang masuk kategori IBD (inflammation bowel disease) atau penyakit radang usus. Ini merupakan sekelompok kelainan di mana usus meradang (merah dan bengkak), yang bukan disebabkan oleh infeksi.  IBD banyak terjadi di negara barat. Di Amerika, diperkirakan 1 – 1,4 juta orang menderita IBD, sedangkan di Eropa diperkirakan 2,2 juta orang. “Sekarang, kasusnya makin banyak ditemukan di Indonesia. Penelitian yang dilakukan dr. Marcell beberapa tahun lalu menunjukkan, IBD ditemukan pada 10% pasien diare kronis,” ujar dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH dari FKUI/RSCM Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBD terbagi atas KU dan penyakit Crohn. Sesuai namanya, KU terjadi hanya pada kolon (usus besar), sementara penyakit Crohn dapat terjadi di sepanjang saluran cerna (mulut sampai anus), tapi paling sering ditemukan di usus halus dan/atau kolon. Karakteristik KU, terdapat perlukaan di permukaan usus. “Pada penyakit Crohn, terlihatseperti polipoid (benjolan-benjolan kecil),” terang dr. Ari. Polipoid pada penyakit Crohn seperti tumor, dan peradangan yang luas bisa menimbulkan penyempitan pada rongga usus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah semua radang usus termasuk IBD? “Tidak. Radang usus lain yang sering dijumpai di Indonesia yakni infeksi tidak spesifik, infeksi tuberculosis dan amubiasis,” terang DR. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD-KGEH dari FKUI/RSCM, Jakarta.  Sejauh ini, penyebab IBD belum diketahui. Satu atau kombinasi beberapa hal/faktor, memicu sistem imun tubuh memproduksi reaksi radang (inflamasi) pada saluran cerna yang berlanjut tanpa kontrol. Akibatnya, dinding usus rusak dan terjadi nyeri perut dan diare berdarah. Faktor infeksi, imunologis dan psikologis, ikut berpengaruh pada terjadinya IBD. “Juga faktor genetik. Karenanya, lebih banyak ditemukan pada orang Barat,” kata dr. Ari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemicu aktivitas sistem imun hingga menimbulkan peradangan di saluran cerna, bisa jadi berupa agen penyebab infeksi. Peradangan bisa terjadi sebagai respon imun terhadap antigen (misalnya, protein susu sapi), atau merupakan proses autoimun. Karena saluran cerna selalu terpapar hal-hal yang dapat menyebabkan reaksi imun, diduga tubuh gagal meredam respon ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Karakteristik IBD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;IBD adalah penyakit kronis, yang berlangsung dalam waktu lama. Ada saat dimana penyakit berada dalam stasuim aktif (kambuh). Saat peradangan berkurang (atau hilang), gejala-gejala dan keluhan ikut hilang. Pada masa ini, penyakit dianggap remisi, namun dapat kambuh sewaktu-waktu ketika peradangan kembali aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala antara lain nyeri perut bawah dan kram, diare/BAB berdarah, mulas tak tertahankan, demam, hilang nafsu makan, berat badan turun, serta anemia akibat perdarahan. “Gejalanya sering kombinasi,” tegas dr. Murdani. Namun, gangguan lain pada saluran cerna umumnya menunjukkan gejala serupa. “Selain akibat infeksi kronis seperti TB usus atau keganasan (kanker), harus dicurigai kemungkinan IBD,” kata dr. Ari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menegakkan diagnose IBD, dokter melakukan berbagai pemeriksaan. Diantaranya pemeriksaan feses (tinja), untuk menilai kemungkinan penyebab diare (bakteri, virus atau parasit) serta melacak keberadaan darah di tinja, yang tidak terlihat dengan mata telanjang. Bisa dilakukan pemeriksaan darah lengkap; kenaikan jumlah sel darah putih menunjukkan ada peradangan dalam tubuh. Jika terjadi perdarahan berat, jumlah sel darah merah mungkin akan turun (anemia).  Untuk diagnosa yang lebih pasti, pemeriksaan bisa dilanjutkan dengan melihat kondisi saluran pencernaan. Bisa dengan kolonoskopi dan sigmoidoskopi untuk melihat kondisi kolon, serta endoskopi untuk melihat saluran cerna bagian atas. Endoskopi juga untuk mengevaluasi, apakah pasien mengalami KU atau penyakit Crohn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBD dapat terjadi pada semua usia, namun paling sering di usia muda. Untuk KU, insiden meningkat pada usia 15 – 35 dan 55 – 70 tahun; sedangkan Crohn banyak menyerang usia 15 – 25 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Komplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Peradangan pada penyakit Crohn dapat menyebabkan stricture (penyempitan) bahkan penyumbatan usus, yang bisa membahayakan kesehatan. Penyumbatan terjadi karena penebalan dinding usus berupa pembengkakan dan jaringan bekas luka. Penyakit ini juga dapat menyebabkan luka, yang merambat melalui area yang terkena ke jaringan sekitar, seperti kandung kemih, vagina atau kulit (disebut fistula). Hal ini sering terjadi dan sering terinfeksi. Selain fistula, dapatvterjadi fisura; yakni sobekan kecil dipermukaan membran mukus anus.&lt;br /&gt;Anemia dan komplikasi nutrisi juga sering terjadi; misalnya defisiensi protein, kalori dan vitamin. Defisiensi bisa karena kurang asupan makan, hilangnya protein saluran cerna, atau buruknya penyerapan nutrisi (malabsorbsi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada KU, malabsorbsi dan malnutrisi juga dapat terjadi, tapi cenderung lebih ringan. Luka pada kolon bisa menyebabkan perdarahan; dalam beberapa kasus perdarahan hebat dan berbahaya, hingga perlu operasi. Dapat terjadi infeksi pada usus, misalnya oleh C. difficile.&lt;br /&gt;Komplikasi paling menakutkan yakni toxic megacolon; terjadi jika peradangan menyebar ke lapisan kolon yang lebih dalam. Kolon jadi membesar dan lumpuh. Pada kasus yang berat, kolon bisa putus hingga membahayakan jiwa dan perlu operasi segera. Gejalanya antara lain nyeri, perut terasa lemas, demam, detak jantung cepat dan dehidrasi. Menurut DR. dr. Murdani, 5 – 8% pasien KU menderita kanker kolorektal dalam 20 tahun setelah didiagnosa KU.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:0in;text-align:justify;text-indent:0in"&gt;&lt;span style="line-height:115%;mso-ansi-language:INfont-size:78%;" lang="IN" &gt;(Sumber: OTC DIGEST. Edisi 55. Tahun V. 1 Maret 2011)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-2228077448265692754?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/2228077448265692754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/08/serba-serbi-ibd-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/2228077448265692754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/2228077448265692754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/08/serba-serbi-ibd-1.html' title='Serba-serbi IBD (1)'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-JjfCFuM9ISc/TkMKXiyl_GI/AAAAAAAAAcM/OoJ4kNd8HW0/s72-c/ibd_figure1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-8528827216412198204</id><published>2011-07-01T22:29:00.005+07:00</published><updated>2012-01-18T10:19:57.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Pencernaan'/><title type='text'>7 Makanan Penyebab Sakit Maag</title><content type='html'>Gangguan pada lambung sering disebabkan oleh tingginya kadar asam di lambung. Selain karena terlambat makan ataupun stres, yang juga turut memengaruhi naiknya kadar asam lambung adalah jenis makanan yang masuk ke dalamnya. Masalahnya, menurut Jamie Koufman, MD, dan Jordan Stern, MD, penulis buku In Dropping Acid: The Reflux Diet Cookbook &amp;amp; Cure, jenis makanan yang berpotensi meningkatkan asam lambung justru banyak terdapat dalam menu harian kita. Inilah tujuh jenis makanan yang disarankan kedua ahli Otolaryngology dari New York untuk dikurangi konsumsinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;1. Cokelat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kandungan kakao, kafein, dan stimulan lain, seperti theobromine, dapat menyebabkan kadar asam di lambung meningkat. Selain itu, cokelat juga banyak mengandung lemak, sementara lemak juga dapat berpengaruh pada asam lambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;2. Minuman bersoda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Minuman yang mengandung soda atau berkarbonasi adalah salah satu penyebab utama gangguan pada lambung. Pasalnya, minuman jenis ini sifatnya sangat asam, ditambah lagi dengan efek karbonasi yang bisa membuat perut jadi kembung sehingga dapat membuat kondisi jadi makin tidak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;3. Makanan yang digoreng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suka makan gorengan? Sebaiknya Anda tahu bahwa makanan ini juga bisa berpengaruh pada asam lambung karena kandungan lemaknya yang tinggi. Selain itu, hobi makan gorengan juga kerap menimbulkan gangguan heartburn, yaitu rasa nyeri terdapat di ulu hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;4. Minuman beralkohol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi bir, minuman keras, dan wine dapat berpengaruh terhadap naiknya asam lambung. Ada beberapa jenis minuman alkohol yang sifatnya memang tidak terlalu asam, tetapi para ahli menyatakan bahwa alkohol dapat melemaskan saluran di bagian bawah esofagus (yang berhubungan dengan area perut), dan ini dapat menyebabkan naiknya asam lambung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;5.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Produk olahan susu yang tinggi lemak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Makanan tinggi lemak dapat meningkatkan kadar asam lambung. Sementara, produk olahan susu sendiri sebenarnya sudah bersifat asam. Jadi, ada baiknya Anda mulai berhenti mengonsumsi mentega atau susu yang tinggi lemak apabila sering mengalami gangguan lambung. Atau setidaknya, beralihlah ke yang tanpa lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;6. Daging yang berlemak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain kandungan lemaknya yang tinggi, daging sapi, kambing, ataupun domba dapat bertahan lama di dalam perut serta meningkatkan kemungkinan naiknya asam lambung. Oleh karenanya, lebih baik Anda kurangi konsumsinya hingga hanya seminggu sekali. Beralihlah juga ke pilihan daging yang tanpa lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;7. Kafein&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan minum kopi yang berlebihan setiap harinya dapat berkontribusi terhadap gangguan lambung. Untuk itu, ada baiknya Anda mengurangi konsumsi kopi, atau beralih ke teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Sumber: http://female.kompas.com/read/2011/06/24/11353837/7.Makanan.Penyebab.Sakit.Maag)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-8528827216412198204?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/8528827216412198204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/07/7-makanan-penyebab-sakit-maag.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/8528827216412198204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/8528827216412198204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/07/7-makanan-penyebab-sakit-maag.html' title='7 Makanan Penyebab Sakit Maag'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-5012734092684455353</id><published>2011-06-29T13:49:00.005+07:00</published><updated>2012-01-18T13:54:01.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terapi Narkoba'/><title type='text'>DRUGS  AGAINST DRUGS</title><content type='html'>Itulah doktrin yang selama ini dikenal di dunia medis Indonesia bahkan diseluruh dunia, yang maksudnya adalah NARKOBA itu  tak bisa diobati kecuali dengan NARKOBA.  Kurang lebih penjelasannya begini, bahwa penderita ketergantungan narkoba itu sangat sulit disembuhkan atau diobati kecuali menggunakan narkoba juga, dalam hal ini substitusi sebagai obatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sampaikan disini bahwa itu tidak benar atau tidak sepenuhnya benar. Team MEDDIA HERBAL, melalui penelitian yang berkelanjutan telah menemukan jawaban tentang masalah ketergantungan Narkoba sejak bertahun yang lalu.  Berbekal pengalaman dari masing-masing personal team, kami membulatkan tekad dan pikiran untuk menyampaikan berita ini kepada dunia bahwa &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;KETERGANTUNGAN NARKOBA&lt;/span&gt; dapat &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;DIOBATI&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;DISEMBUHKAN&lt;/span&gt; dengan produk herbal dari Kutai Kartanegara dengan nama &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;BANDRUX&lt;/span&gt;, dan rentang waktu yang dibutuhkan untuk sembuh relatif sangat singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring perjalanan, kami diberi kesempatan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk bekerjasama dalam hal pembuktian kebenaran penemuan tersebut dengan Lembaga Swadaya Masyarakat yang menangani masalah ketergantungan dan penyalahgunaan Narkoba di Makassar yaitu Yayasan Kelompok Peduli Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-Obat Terlarang (YKP2N), yang beralamat di Jalan Adhiyaksa Raya No. 11 Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama proses pembuktian manfaat &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;BANDRUX &lt;/span&gt;dalam fungsinya sebagai obat penyembuh dari ketergantungan Narkoba, kami didampingi dan diawasi oleh seorang dokter serta seorang ahli jiwa (psikolog) dalam menangani para pengguna narkoba. Berikut ini kami sampaikan dari sedikit pengalaman yang kami catat pada pembuktian pengobatan narkoba di YPK2N Makassar yang  dimulai dari tanggal 17 Oktober s/d 2 Desember 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metoda yang dilakukan sangat sederhana, yaitu pengguna narkoba diberi terapi pengobatan menggunakan Herbal Bandrux tanpa harus berhenti mengkonsumsi narkoba secara paksa. Terapi ini dilakukan pada sebelas orang pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu :&lt;br /&gt;1. Kelompok yang menggunakan Narkoba tanpa substitusi Metadon&lt;br /&gt;2. Kelompok yang menggunakan Narkoba dengan substitusi Metadon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari masing-masing kelompok  dibagi lagi menjadi 3 (tiga) jenis pengguna, yaitu :&lt;br /&gt;1. Pengguna putaw&lt;br /&gt;2. Pengguna ekstasi&lt;br /&gt;3. Pengguna Metadon / pengguna campuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dilaksanakan terapi, terlebih dahulu dilakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inform Consent&lt;/span&gt;.  Riwayat pengguna narkoba dicatat dengan teliti meliputi kapan mulai menggunakan narkoba, jenis narkoba dan terapi yang pernah dijalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilakukan juga pemeriksaan fisik oleh dokter meliputi Vital Sign dan penyakit lain yang mungkin menyertainya meliputi HIV/Aids, Hepatitis, Penyakit Menular Seksual dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan Laboratorium yang digunakan adalah test Darah (yaitu CD4) dan test Urine (untuk mendeteksi jenis narkoba yang dipakai), dan pemeriksaan laboratorium lainnya bila diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengguna narkoba juga di test kondisi psikologisnya oleh psikolog dengan kriteria yang telah ditentukan, dan para pendamping menilai dengan menggunakan IRA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengguna narkoba di follow up setiap hari oleh pendamping dan dilakukan pemeriksaan oleh dokter setiap minggu ataupun bila diperlukan.  Dan hasilnya secara bertahap mereka berhenti mengkonsumsi narkoba karena kalah efeknya dibandingkan dengan Herbal Bandrux.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pengobatan yang dilakukan pada 11 (sebelas) orang yang diterapi hampir semuanya terbebas dari ketergantungan narkoba jenis apapun, bahkan ada yang mengikuti program ini hanya dalam waktu 1 (satu) bulan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt; yang dapat kami ambil dari proses pembuktian tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Herbal Bandrux mengobati berbagai macam kasus narkoba dengan lebih manusiawi karena tanpa perlu diisolasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan Herbal BANDRUX, para penderita kecanduan narkoba tidak perlu dipaksa untuk berhenti mengkonsumsi narkoba, tetapi dengan sendirinya akan berhenti karena efeknya digantikan oleh herbal Bandruk, hanya perlu kemauan untuk berhenti.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Herbal BANDRUX mampu meredakan kondisi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;addicted&lt;/span&gt; yang dialami pengguna narkoba.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi pengguna narkoba selain jenis metadon, reaksi Herbal BANDRUX akan bekerja lebih cepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beberapa efek lain yang bisa dirasakan penderita adalah BAB menjadi normal, Berat Badan naik, pola tidur normal, rasa pegal-pegal yang dirasakan hilang dan beberapa penderita HIV positif ada kenaikan CD4 nya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Herbal BANDRUX bukan terapi substitusi, karena penderita ketergantungan bisa berhenti mengkonsumsi Herbal ini jika dirasakan sudah sembuh.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Keunggulan &lt;/span&gt;terapi pengobatan ketergantungan Narkoba dengan Herbal BANDRUX diantaranya : waktu pengobatan relatif singkat, biaya yang dikeluarkan terjangkau, keberhasilan pengobatannya efektif, dan bisa dilakukan sendiri dirumah tanpa harus diisolasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah mengetahui tentang hal ini apalagi yang anda tunggu, sampaikan kepada sanak-saudara, teman atau kolega yang membutuhkan informasi ini, untuk segera disembuhkan demi masa depan yang lebih cerah dan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;it's time to against drugs by using herbal, and its named&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;BANDRUX&lt;/span&gt;.......!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;the real cultural heritage from East Kalimantan - Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-5012734092684455353?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/5012734092684455353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/06/drugs-against-drugs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5012734092684455353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5012734092684455353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/06/drugs-against-drugs.html' title='DRUGS  AGAINST DRUGS'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-8467107735300945000</id><published>2011-06-28T21:47:00.003+07:00</published><updated>2011-06-28T22:27:04.618+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Leukemia'/><title type='text'>L E U K E M I A</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;PENGERTIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Normalnya, tubuh hanya dapat memproses sejumlah kecil sel darah putih yang diperlukan untuk menggantikan sel yang sudah mati melalui proses alami.  Tapi kadang – kadang mekanisme produksi sel darah putih menjadi abnormal.  Lebih banyak sel darah putih yang diproduksi daripada yang dibutuhkan oleh tubuh, tujuannya adalah melawan infeksi, dan sel darah putih yang diproduksi ini cenderung dapat hidup lebih lama daripada normalnya. Keadaan tersebut dinamakan Leukemia, suatu kanker sel darah putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leukemia adalah prolifelasi sel leukosit yang abnormal, ganas, sering disertai bentuk leukosit yang tidak normal, jumlahnya berlebihan, dapat menyebabkan anemia, trombositopenia, dan diakhiri dengan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;MACAM – MACAM LEUKEMIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 102);"&gt;A.  Leukemia Granulositik Kronik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leukemia Granulositik Kronik (LGK) adalah suatu penyakit mieloproliferatif yang ditandai dengan produksi berlebihan sel granulosit yang relatif matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala LGK adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a.   lelah&lt;br /&gt;b.   penurunan berat badan&lt;br /&gt;c.   perut terasa penuh&lt;br /&gt;d.   kadang-kadang rasa sakit di perut&lt;br /&gt;e.   mudah mengalami pendarahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemeriksaan fisik kanker selalu ditemukan splenomegali, yaitu 90% kasus juga sering didapatkan nyeri tekan pada tulang dada dan hepatomegali.  Kadang – kadang terdapat purpura, pendarahan retina, panas, pembesaran kelenjar getah bening, dan kadang – kadang priapismus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab terjadinya LGK, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar pasien LGK akan meninggal setelah memasuki fase akhir yang disebut &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;Krisis Blastik&lt;/span&gt;.  Gambarannya mirip dengan Leukemia Akut, yaitu produksi berlebihan sel muda Leukosit, biasanya berupa mieloblas dan atau kromilosit, disertai produksi neurofil, trombosit, dan sel darah merah yang amat kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 102);"&gt;B.  Leukemia Mieoblastik Akut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indeks Leukemia mieoblastik akut (LMA) kira – kira 2-3 per 100.000 penduduk.   LMA sering ditemukan pada umur dewasa (85%) daripada anak-anak (15%).  Sering ditemukan pada laki-laki daripada wanita.   LMA dapat ditemukan sekitar 40% dari seluruh insidens leukemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dengan gejala-gejala sebagai berikut :&lt;br /&gt;-    rasa lelah                         &lt;br /&gt;-   nafsu makan hilang&lt;br /&gt;-    pucat                     &lt;br /&gt;-    petekie/pendarahan&lt;br /&gt;-    anemia                     &lt;br /&gt;-    nyeri tulang&lt;br /&gt;-    infeksi &lt;br /&gt;-    pembesaran kelenjar getah bening, hati dan kelenjar mediastinum.&lt;br /&gt;-    kadang-kadang juga ditemukan hipertropi gusi, khususnya pada leukemia akut&lt;br /&gt;     monoblastik dan mielomonositik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Penyebab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pada sebagian besar pasien leukemia faktor-fakor penyebabnya tidak dapat diidentifikasi, namun terdapat beberapa faktor yang terbukti dapat menyebabkan penyakit ini.  Faktor-faktor tersebut adalah faktor genetik, sinar radioaktif, dan virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Klasifikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perjalanan penyakitnya, dapat dibagi atas leukemia akut dan  kronik.   Sedangkan menurut jenisnya, leukemia dapat dibagi menjadi 2 yaitu : Leukemia mieloid dan limfoid, masing – masing ada yang akut dan kronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, pembagian leukia adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.  Leukemia mieloid&lt;br /&gt;    - Leukemia granulositik kronik (leukimia mieloid/mielositik/mielogenus kronik)&lt;br /&gt;    - Leukemia mieoblastik akut (leukimia mieloid/mielositik/granulositik ielogeneus akut)&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;b.  Leukemia limfoid&lt;br /&gt;    - Leukemia limfositik kronik&lt;br /&gt;    - Leukemia limfoblastik akut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Leukemia Limfositik Kronik (LLK)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;merupakan 25% dari seluruh leukimia di negara barat.  Amat jarang ditemukan di negara Jepang, Cina , dan Indonesia.  Lebih sering ditemukan pada laki-laki daripada wanita (dengan perbandingan 2 : 1) dan jarang ditemukan pada umur kurang dari 40 thn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Leukimia Limfoblastik Akut (LLA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Insidens LLA berkisar 2 – 3 per 100.000 penduduk.  Lebih sering ditemukan pada anak-anak (82%) dari pada usia dewasa (18%) dan lebih sering ditemukan pada laki-laki dibanding wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gejala sebagai berikut :&lt;br /&gt;-    rasa lelah&lt;br /&gt;                         -    panas tanpa infeksi&lt;br /&gt;-    purpura                          &lt;br /&gt;-    nyeri tulang dan sendi&lt;br /&gt;-    penurunan berat badan&lt;br /&gt;         -    macam-macam infeksi&lt;br /&gt;-    dan sering ditemukan suatu massa abnormal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemeriksaan fisik didapatkan splenomegali (86%), hepatomegali, limfadenopati, nyeri tekan tulang dada, ekimosis, dan pendarahan retina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;PENANGANAN HERBAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada banyak kasus yang berhubungan dengan leukemia, bisa ditangani atau disembuhkan dengan tiga formula yaitu &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;PASCOP&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;GUVA&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 0);"&gt;MEDDIA MEDDWA&lt;/span&gt;.  Untuk kasus LLA, biasanya cukup dengan menggunakan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;GUVA&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;PASCOP&lt;/span&gt; atau cukup dengan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;GUVA&lt;/span&gt; saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Sumber: Buku Petunjuk Penggunaan MEDDIA Herbal, Juni 2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-8467107735300945000?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/8467107735300945000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/06/l-e-u-k-e-m-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/8467107735300945000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/8467107735300945000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/06/l-e-u-k-e-m-i.html' title='L E U K E M I A'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-9209503137470407550</id><published>2011-06-10T23:01:00.005+07:00</published><updated>2011-06-18T06:57:07.004+07:00</updated><title type='text'>Gelar Agribisnis PENAS KTNA XIII 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-SaEq1hZwEHk/TfJBVORs5XI/AAAAAAAAAb0/o4NrlV1_XSw/s1600/LOGO-PENAS-XIII.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 166px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-SaEq1hZwEHk/TfJBVORs5XI/AAAAAAAAAb0/o4NrlV1_XSw/s320/LOGO-PENAS-XIII.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616623518149830002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pameran gelar Agribisnis Pekan Nasional (PENAS) Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) XIII 2011, menyajikan ragam potensi serta produk unggulan yang dimiliki oleh masing-masing daerah dari seluruh Indonesia.  Satu diantaranya adalah PT. MEDDIA HERBAL, perusahaan yang berasal dari Bumi Kutai Kartanegara, yang secara khusus bergerak dibidang obat-obatan tradisional (herbal)dan terapi pengobatan alami berdasarkan keseimbangan alam makrokosmos dan alam mikrokosmos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEDDIA HERBAL, terus berupaya memperkenalkan ramuan herbal Indonesia sebagai salah satu  media pengobatan alami yang aman bagi tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEDDIA HERBAL, terus bergerak dinamis seiring tuntutan perkembangan akan kebutuhan untuk mengatasi berbagai keluhan penyakit, dengan memadukan kekuatan alami yang dimiliki alam tropis Indonesia dan kekuatan intelektual pendirinya dengan tetap memegang teguh prinsip “rasionalitas – ilmiah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hadir ditengah anda, dalam pameran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Gelar Agribisnis PENAS KTNA XIII &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 18 – 23 JUNI 2011 &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;di Kompleks GOR AJI IMBUT, Tenggarong - Kutai Kartanegara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;STAN PAMERAN NO. 102 - 103 HALL D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;untuk memberikan solusi pengobatan ataupun pemeliharaan kesehatan secara alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 102);"&gt;SEHAT MEMBANGUN BANGSA BERSAMA MEDDIA HERBAL&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-9209503137470407550?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/9209503137470407550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/06/gelar-agribisnis-penas-ktna-xiii-2011_10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/9209503137470407550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/9209503137470407550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/06/gelar-agribisnis-penas-ktna-xiii-2011_10.html' title='Gelar Agribisnis PENAS KTNA XIII 2011'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-SaEq1hZwEHk/TfJBVORs5XI/AAAAAAAAAb0/o4NrlV1_XSw/s72-c/LOGO-PENAS-XIII.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-5462460471509161889</id><published>2011-05-17T16:17:00.005+07:00</published><updated>2011-05-17T17:12:00.564+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masalah Tulang dan Sendi'/><title type='text'>BERBAGAI MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN TULANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-q6tn2aXRGSs/TdJEDoGw4oI/AAAAAAAAAbY/Qyjo3Jxup04/s1600/arthritic_joints.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-q6tn2aXRGSs/TdJEDoGw4oI/AAAAAAAAAbY/Qyjo3Jxup04/s200/arthritic_joints.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607619315125772930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 255, 255);"&gt;1.  Osteoporosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang akhirnya dapat menimbulkan kerapuhan tulang, yang ditandai dengan berkurangnya kadar kalsium di dalam struktur tulang.&lt;br /&gt;Klasifikasi Osteoporosis&lt;br /&gt;1. Osteoporosis Primer, sering menyerang wanita pasca menopause dan pria usia lanjut dengan penyebab yang belum diketahui.&lt;br /&gt;2. Osteoporosis Sekunder, biasanya disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan: Cushing's disease; Hyperthyroidism; Hyperparathyroidism; Hypogonadism; Kelainan hepar; Kegagalan ginjal kronis; Kurang gerak; Kebiasaan minum alkohol; Pemakai obat-obatan/corticosteroid; Kelebihan kafein; Merokok&lt;br /&gt;Pengobatan konvensional diarahkan untuk memberikan obat anti nyeri, pemberian kalsium dan atau suntikan nandrolone decanoate. Selain itu diupayakan juga pemberian hormon untuk menghambat hilangnya kalsium yaitu calsitonin yang juga berfungsi sebagai anti nyeri.&lt;br /&gt;Pengobatan dengan tanaman obat tidak diarahkan untuk menambah kalsium tetapi diarahkan untuk keseimbangan metabolisme. Gangguan terhadap metabolisme menyebabkan proses pembongkaran sel-sel tulang lebih cepat daripada proses pembentukan sehingga berakibat pengeroposan tulang. Gangguan metabolisme ini terjadi akibat perubahan keseimbangan hormon karena usia dan menopause. Oleh karena itu dibutuhkan juga upaya memperbaiki keseimbangan hormon baik melalui tanaman obat maupun makanan.&lt;br /&gt;Sakit pinggang karena osteoporosis ini biasanya dibahas terpisah dari sakit pinggang lain karena osteoporosis hanyalah salah satu gejala atau akibat dari menopause.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 255, 255);"&gt;2.  Hiperurikemia (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hyperuricemia&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hiperurikemia adalah keadaan yang menunjukkan kandungan asam urat dalam darah yang berlebihan. Kadar asam urat normal berkisar antara 2,4-6,0 mg/dL untuk perempuan dan 3,4-7,0 mg/dL untuk laki-laki.  Kandungan asam urat yang tinggi merupakan pra  syarat untuk terjadinya pirai (gout) dan dapat menyebabkan penyakit ginjal karena terjadinya rolithiasis (pembentukan batu ginjal asam urat). Asam urat merupakan hasil akhir dari metabolisme purin. Sedangkan purin (dan piramidin) adalah senyawa dalam DNA, dimana DNA merupakan bagian utama dari inti sel.&lt;br /&gt;Pirai (gout) adalah arthritis akut disertai peradangan yang berulang disebabkan oleh kristal monosodium urat monohidrat pada dan di sekeliling persendian ekstrimitas yang dapat menyebabkan cacat pada persendian. Pembentukan kristal urat ini terkait dengan adanya hiperurikemia. Pengendapan lebih lanjut di sekeliling persendian dapat menjadi tofi (kumpulan tophus = lapisan endapan yang meradang) yang menyebabkan cacat pada persendian.&lt;br /&gt;Pirai atau gout memang jarang diamati terjadi di sendi-sendi tulang belakang, tetapi rasa nyeri di pinggang sering sudah dirasakan sebelum adanya gejala pembengkakan. Hal ini terutama terjadi pada usia lanjut atau pada orang yang pernah mengalami trauma fisik pada pinggang. Pada tempat dimana terdapat bekas gangguan fisik itulah peradangan akibat asam urat itu terjadi dan rasa nyeri sudah timbul sebelum terjadi pembengkakan.&lt;br /&gt;Kesulitan terjadi karena sering rasa sakit sudah muncul sebelum kadar asam urat melampaui batas yang ditetapkan sehingga sering dianggap bukan karena asam urat tinggi. Beberapa pasien pria sudah mengeluh sakit pinggang pada kadar asam urat tingkat 6,5 dan keluhan hilang jika asam urat turun sampai dengan 5,5.&lt;br /&gt;Obat herbal yang digunakan ditujukan untuk menurunkan produksi asam urat dengan memperbaiki metabolisme, meningkatkan pembuangan asam urat dengan obat herbal yang diuretikum, mengurangi sakit (analgesik) dan mengurangi pembengkakan (anti inflamasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 255, 255);"&gt;3.  Reumatoid Arthritis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Reumatiod Artritis adalah penyakit radang sendi yang disebabkan oleh adanya reaksi antigen- antibodi dalam tubuh. Reumatoid Arthritis bisa dialami oleh orang usia 20 – 50 tahun-an yang malas berolah raga.&lt;br /&gt;Faktor penyebab seseorang mengalami Reumatoid Arthritis belum diketahui secara pasti, namun faktor genetis lebih dominan untuk timbulnya penyakit ini banyak terjadi terutama bagi mereka yang memiliki golongan darah O.&lt;br /&gt;Tanda-tanda Reumatoid Arthritis adalah bila suhu dingin dan dalam kondisi stress maka akan muncul rasa nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 255, 255);"&gt;4.  Osteoarthritis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Osteoarthritis (OA), dikenal juga sebagai arthritis degeneratif/penyakit degeneratif sendi), adalah kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi.  Osteoartritis ini dapat terjadi pada engsel manapun di sekujur tubuh kita, tetapi engsel yang biasa terkena antara lain pada siku tangan, lutut, pinggang dan pinggul.&lt;br /&gt;Osteoarthritis terjadi karena tulang rawan yang menjadi ujung dari tulang yang bersambung dengan tulang lain menurun fungsinya. Permukaan halus tulang rawan ini menjadi kasar dan menyebabkan iritasi. Jika tulang rawan ini sudah kasar seluruhnya, akhirnya tulang akan bertemu tulang yang menyebabkan pangkal tulang menjadi rusak dan gerakan pada sambungan akan menyebabkan nyeri dan ngilu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penyebab osteoarthritis bermacam-macam. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara osteoarthritis dengan reaksi alergi, infeksi, dan invasi fungi (mikosis). Riset lain juga menunjukkan adanya faktor keturunan (genetik) yang terlibat dalam penurunan penyakit ini.&lt;br /&gt;Gejala osteoarthritis biasanya terjadi secara perlahan-lahan dan lama-kelamaan akan memburuk, gejala dan tanda-tandanya antara lain:&lt;br /&gt;• Nyeri pada engsel dan sambungan tulang selama atau sesudah digerakkan atau setelah lama tidakbergerak/tidak aktif.&lt;br /&gt;• Ngilu pada engsel saat mengangkat beban ringan&lt;br /&gt;• Kaku pada engsel saat bangun tidur atau setelah lama tidak bergerak&lt;br /&gt;• Kehilangan fleksibilitas yang membuat kita sulit menggerakkan engsel&lt;br /&gt;• Pada beberapa kasus terjadi pembengkakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Terapi osteoarthritis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini masih belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan OA hingga tuntas. Pengobatan yang umumnya diberikan ditujukan terhadap dua hal, yaitu mengatasi gejala dan memperbaiki aktivitas sehari-hari (symptom modifying effect) serta pencegahan dan perbaikan kerusakan struktur rawan sendi (structure modifying effect). Terakhir muncul pengobatan dengan menggunakan sel terapi dan stem sel dengan hasil yang cukup menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi yang diberikan para ahli dalam penanganan OA meliputi terapi farmakologis dan terapi non-farmakologis (seperti: penurunan berat badan, olahraga, edukasi). Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) merupakan salah satu terapi farmakologis yang paling sering digunakan untuk mengatasi nyeri dan peradangan yang terjadi pada pasien OA. Namun, penggunaan obat-obatan tersebut sering kali memberikan efek samping yang cukup serius, seperti perdarahan saluran cerna, erosi lambung, hingga kerusakan hati dan ginjal. Beratnya efek samping yang ditimbulkan karena penggunaan jangka panjang OAINS ini membuat para ahli terus mencari alternatif terapi OA yang efektif dan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alternatif terapi dan pencegahan OA adalah dengan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;asupan nutrisi yang baik&lt;/span&gt;. Saat ini mulai berkembang pemikiran bahwa selain untuk memenuhi kebutuhan dasar tubuh, asupan nutrisi juga memegang peranan penting pada terjadinya berbagai macam penyakit, khususnya penyakit degeneratif. OA merupakan salah satu penyakit degeneratif yang diyakini dapat dicegah dan diatasi dengan pemberian asupan nutrisi tertentu yang memadai. &lt;span style="color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Salah satu nutrisi yang mulai banyak dicoba untuk terapi OA ini adalah ekstrak tumbuh-tumbuhan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekstrak tumbuh-tumbuhan ini banyak digunakan oleh para ahli di negara-negara Eropa karena kandungan zat aktifnya yang cukup kompleks sehingga dapat bekerja pada berbagai jalur mekanisme osteoarthritis. Hal ini berbeda dengan obat farmakologis konvensional di mana umumnya hanya bersifat monomodal (hanya bekerja pada satu jalur mekanisme saja) sehingga kadang hanya memberikan manfaat klinis yang terbatas. Beberapa tanaman yang telah dicoba sebagai alternatif dalam terapi osteoarthritis (OA), antara lain: nanas (mengandung bromelain, suatu enzim proteolitik yang diduga memiliki efek antiinflamasi dan analgetik), jahe, tanaman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Harpagophytum procumbens&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Uncaria tomentosa&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rosa canina&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rosa canina&lt;/span&gt; merupakan salah satu tanaman obat yang tumbuh di dataran Eropa dan telah lama diyakini mampu membantu mengatasi keluhan-keluhan yang dialami pasien OA. Seiring dengan banyaknya penelitian yang membuktikan keefektifan tanaman obat ini, beberapa ahli di Jepang dan banyak negara Eropa mulai mencoba menggunakan ekstrak tanaman Rosa canina dalam terapi osteoarthritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galaktolipid yang terkandung di dalam ekstrak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rosa canina&lt;/span&gt; ini terbukti menghambat migrasi sel darah putih ke dalam sendi sehingga dapat mengurangi terjadinya proses peradangan dan kerusakan sendi. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukukan, penggunaan jangka panjang ekstrak Rosa canina terbukti mampu mengurangi keluhan nyeri dan memperbaiki kualitas hidup pasien OA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bila dibandingkan OAINS, efek anti nyeri dari ekstrak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rosa canina&lt;/span&gt; ini lebih lambat, efeknya baru terlihat setelah penggunaan selama 3 minggu. Namun, berbeda dengan OAINS, terapi dengan ekstrak&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Rosa canina&lt;/span&gt; ini tidak menimbulkan efek samping perdarahan lambung maupun kerusakan ginjal/hati, bahkan setelah 4 minggu dosisnya dapat dikurangi yang diperlukan pasien OA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia kaya akan tanaman obat yang mungkin memiliki khasiat yang sama, bahkan lebih baik dibanding Rosa canina ini, namun sayangnya tidak didukung dengan bukti ilmiah yang memadai sehingga penggunaannya pun terbatas dan bersifat empiris saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk PT. MEDDIA Herbal yang berhubungan dengan semua masalah tulang bisa menggunakan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;BANDRUX &lt;/span&gt;atau&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 255, 255);"&gt;COKLINU&lt;/span&gt; atau bisa kombinasi keduanya. Bila dengan pengobatan medis akan terjadi efek samping munculnya erosi lambung, pendarahan disaluran cerna bahkan sampai kerusakan hati maka penggunaan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;BANDRUX&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 255, 255);"&gt;COKLINU&lt;/span&gt; justru sebaliknya. Produk tersebut akan memperbaiki masalah yang berhubungan dengan lambung dan hati. Jadi selain mengobati masalah tulang, juga aman untuk mengobati masalah lambung. Tentu saja ini menjawab tantangan dunia medis konvensional  dalam mengobati masalah tulang dengan efek samping yang dikhawatirkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;br /&gt;(diambil dari berbagai sumber)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-5462460471509161889?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/5462460471509161889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/05/berbagai-masalah-yang-berkaitan-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5462460471509161889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5462460471509161889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/05/berbagai-masalah-yang-berkaitan-dengan.html' title='BERBAGAI MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN TULANG'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-q6tn2aXRGSs/TdJEDoGw4oI/AAAAAAAAAbY/Qyjo3Jxup04/s72-c/arthritic_joints.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-7188166782462127076</id><published>2011-04-14T20:45:00.002+07:00</published><updated>2011-04-14T20:55:21.779+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wasir'/><title type='text'>Wasir &amp; Herbal</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Wasir, atau sering disebut ambeien (dalam bahasa Inggris hemoroid) adalah penyakit pada anus dimana Sphinchter Ani atau bibir anus, mengalami pembengkakan yang terkadang disertai pendarahan. Kejadian ini serupa dengan vena varikosa pada betis kaki. Dalam beberapa kasus, wasir atau ambeien disebabkan oleh kesalahan dalam melakukan gerakan pada olahraga tertentu misalnya pada olahraga angkat beban atau olahraga pernapasan, terlalu banyak duduk atau faktor genetik (keturunan). Berdasarkan letaknya, wasir terbagi menjadi 2 jenis yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wasir Internal&lt;br /&gt;Wasir ini tidak menimbulkan rasa sakit karena wasir ini berasal dari rektum, yang mana tidak terdapat ujung saraf satupun. Walaupun tidak terasa sakit tetapi wasir ini seringkali berdarah. Pendarahan merupakan tanda yang paling lazim adanya wasir inernal, dan merupakan tanda paling mengejutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wasir Eksternal&lt;br /&gt;Wasir eksternal letaknya di luar, berada didekat anus dan seringkali dapat diraba, atau jika dapat menggunakan cermin dengan cerdik maka akan terlihat. Wasir ini banyak mempunyai ujung saraf sehingga kadang terasa sakit karena boleh jadi tidak menunjukkan adanya darah karena ini adalah jenis wasir (hemoroid). Apabila terbentuk segumpal darah didalam sebuah wasir, maka dapat menimbukan rasa sakit yang begitu pedih.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;FAKTOR PENCETUS&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Pada dasarnya wasir ditimbulkan oleh tekanan rongga perut (abdomen) berkepanjangan yang mengakibatkan pelebaran pembuluh darah balik (vena) dan pembengkakan jaringan di dinding dubur. Kondisi ini biasanya dialami oleh orang yang sering mengejan, wanita hamil dan pekerja berat (angkat-angkat berat). Beberapa faktor pencetus timbulnya wasir, diantaranya:&lt;br /&gt;• Sembelit (konstipasi). Kotoran yang keras menyebabkan seseorang sering mengejan saat buang air besar. Kondisi ini lambat laun dapat memicu timbulnya wasir.&lt;br /&gt;• Wanita hamil. Dalam keadaan hamil, tekanan rongga perut meningkat lantaran ada janin dalam kandungan. Tak jarang diikuti konstipasi, yang berpotensi menderita wasir. Kondisi yang sama dapt dialami oleh wanita pasca melahirkan karena mengejan.• Kegemukan, proses penuaan, diare berkepanjangan dan anal seks adalah faktor-faktor lain yang dapat memicu timbulnya wasir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;DIAGNOSIS&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Diagnosis wasir yang membengkak dan terasa nyeri ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan di daerah anus dan rektum. Untuk keadaan yang lebih serius, misalnya tumor, bisa dibantu dengan pemeriksaan anoskopi dan sigmoidoskopi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;TANDA-TANDA&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Pada umumnya, wasir mudah dikenali terutama jika penderita menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Gatal dan nyeri di permukaan dubur.&lt;br /&gt;• Keluarnya lendir atau darah bersama kotoran.• Tetesan darah segar dari dubur.&lt;br /&gt;• Benjolan lunak di permukaan dubur. Pada kasus yang berat, timbul benjolan besar disertai rasa nyeri hingga perderita sulit duduk.&lt;br /&gt;• Kendati tanda-tanda wasir mudah dikenali, tidak semua penderita wasir menunjukkan adanya keluhan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;PENANGANAN DENGAN HERBAL&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Apabila tidak mengeluarkan darah, maka cukup menggunakan &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;MEDDIA MEDDWA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; tetapi bila disertai keluarnya darah maka harus menggunakan kombinasi &lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;strong&gt;MEDDIA MEDDWA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; dan &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;PASCOP&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Berdasarkan pengalaman yang sudah ditangani, dalam kurun waktu 6 - 8 hari pendarahan sudah berhenti selama pasien tidak melanggar pantangan makan yang dianjurkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,204,0); FONT-WEIGHT: bold" class="fullpost"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,204,51); FONT-WEIGHT: bold" class="fullpost"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,204,51); FONT-WEIGHT: bold" class="fullpost"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,204,0); FONT-WEIGHT: bold" class="fullpost"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,204,51); FONT-WEIGHT: bold" class="fullpost"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,204,51); FONT-WEIGHT: bold" class="fullpost"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,204,51); FONT-WEIGHT: bold" class="fullpost"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0); FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0); FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-7188166782462127076?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/7188166782462127076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/05/wasir.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/7188166782462127076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/7188166782462127076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/05/wasir.html' title='Wasir &amp; Herbal'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-1179839623871569335</id><published>2011-03-26T15:11:00.003+07:00</published><updated>2011-04-15T07:52:48.031+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lipoma'/><title type='text'>L I P O M A</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--EFyGHYeLB8/TY2iiQNnQzI/AAAAAAAAAa4/bMgADk71UeY/s1600/lipoma.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; FLOAT: left; HEIGHT: 148px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588301421987971890" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/--EFyGHYeLB8/TY2iiQNnQzI/AAAAAAAAAa4/bMgADk71UeY/s200/lipoma.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;DEFINISI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lipoma adalah tumor jinak yang tumbuh dibawah kulit dan merupakan endapan lemak.&lt;br /&gt;Lipoma tumbuh dengan perlahan-lahan dan mudah dideteksi tangan dan disentuh oleh jari secara pelan. Lipoma dapat terjadi di bagian manapun dari badan, di mana ada sel lemak. Lipoma sering terbentuk di dalam lapisan lemak di bawah kulit. Lipoma memiliki variasi dalam ukuran, dari ukuran kacang polong sampai beberapa centimeter garis tengahnya. Lokasi yang paling umum terdapat lipoma adalah pada atas bahu, dada dan punggung, tetapi daerah lain di kulit dapat berkembang juga suatu lipoma. Orang segala usia dapat terkena lipoma, tapi lebih sering pada orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;PENYEBAB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab lipoma tidak diketahui, ada kemungkinan disebabkan oleh faktor genetik.&lt;br /&gt;Kadang, luka yang diakibatkan oleh benda tumpul bisa memicu tumbuhnya lipoma.&lt;br /&gt;ada sedikit kemungkinan lipoma menjadi kangker bernama liposarcoma. liposarcoma terus tumbuh dan biasanya menimbulkan rasa sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;GEJALA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ciri lipoma:&lt;br /&gt;a. benjolan dengan diameter 2-10 cm&lt;br /&gt;b. terasa empuk dan lembut serta mudah dipindahkan dengan jari&lt;br /&gt;c. sering berada di leher, lengan, dan batang tubuh. Tetapi bisa muncul dibagian tubuh manapun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Biasanya orang-orang tidak menyadari bahwa mereka mengidap lipoma sampai benjolannya tumbuh besar dan terlihat. Sebagian besar lipoma tidak bergejala, tapi beberapa orang merasakan kesakitan (nyeri) akibat tekanan yang ditimbulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;PENGOBATAN MEDIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya lipoma tidak perlu diapa-apakan, dan berhenti tumbuh tanpa menyebabkan masalah. Ada beberapa cara mengatasi lipoma:&lt;br /&gt;a. pembedahan (eksisi)&lt;br /&gt;b. sedot lemak (liposuction)&lt;br /&gt;c. suntikan steroid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lipoma dibuang karena beberapa alasan:&lt;br /&gt;a. alasan kecantikan (merasa tidak nyaman)&lt;br /&gt;b. jika bermasalah (mengganggu pergerakan, sakit, dll.)&lt;br /&gt;c. untuk penelitian (terutama saat sudah menjadi liposarcoma)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;THERAPY DENGAN HERBAL&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penanganan Lipoma dengan Herbal MEDDIA, yaitu : jika masih dalam kondisi normal (artinya disentuh/ditekan tidak terasa nyeri) menggunakan produk &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;GISAK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Namun jika disentuh/ditekan terasa nyeri, maka perlu ditambahkan dengan produk &lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;MEDDIA MEDDWA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-1179839623871569335?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/1179839623871569335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/03/l-i-p-o-m.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/1179839623871569335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/1179839623871569335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/03/l-i-p-o-m.html' title='L I P O M A'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--EFyGHYeLB8/TY2iiQNnQzI/AAAAAAAAAa4/bMgADk71UeY/s72-c/lipoma.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-6862371714048119627</id><published>2011-03-26T14:42:00.007+07:00</published><updated>2011-03-26T15:09:06.675+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gangguan Syaraf'/><title type='text'>Angin Dingin dan Lumpuh Wajah (Bell's Palsy)</title><content type='html'>&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; DISPLAY: block; HEIGHT: 130px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588294142815494786" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-40sq0sbEiiQ/TY2b6jLp4oI/AAAAAAAAAao/nvmacgD2z9U/s200/bell%2527s%2Bpalsy.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#66ff99;"&gt;&lt;em&gt;Angin dingin membuat syaraf di sekitar wajah sembab lalu membesar&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bell's palsy adalah nama penyakit yang menyerang saraf wajah hingga menyebabkan kelumpuhan otot pada salah satu sisi wajah, sehingga wajah pasien tampak tidak simetris pada waktu berbicara dan berekspresi. Terjadi disfungsi syaraf VII (syaraf fasialis). Berbeda dengan stroke, kelumpuhan pada sisi wajah ditandai dengan kesulitan menggerakkan sebagian otot wajah, seperti mata tidak bisa menutup, tidak bisa meniup, dsb. Beberapa ahli menyatakan penyebab Bell's Palsy berupa virus herpes yang membuat syaraf menjadi bengkak akibat infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bell's palsy memang sangat erat kaitannya dengan cuaca dingin. Untuk itu, sebaiknya menghindari terpaan angin secara langsung pada bagian tubuh. ''Orang yang duduk dekat jendela kendaraan, kereta api, tiduran di atas lantai dengan menempelkan sebelah pipi di lantai berpotensi mengalami bell's palsy,'' ujar dokter ahli syaraf RS Gatot Subroto, Dr Hardhi Pranata SpS MARS, kepada Republika, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurutnya, orang yang berada di dalam ruangan pun belum tentu terhindar dari potensi penyakit ini. Bell's palsy juga bisa menyerang orang yang bekerja di ruangan ber AC secara langsung. Maksudnya, jika AC tersebut memberikan hawa dingin secara merata tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika angin yang ditimbulkan AC hanya terpusat pada satu tempat, itu bisa menimbulkan penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab bell's palsy, kata Hardhi, yakni angin yang masuk ke dalam tengkorak atau foramen stilo mastoideum. Angin dingin ini membuat syaraf di sekitar wajah sembab lalu membesar. Pembengkakan syaraf nomor tujuh atau nervous fascialis ini mengakibatkan pasokan darah ke syaraf tersebut terhenti. Hal itu menyebabkan kematian sel sehingga fungsi menghantar impuls atau rangsangnya terganggu. Akibatnya, perintah otak untuk menggerakkan otot-otot wajah tidak dapat diteruskan. ''Syaraf nomor tujuh ini terjepit hingga akhirnya kelumpuhan terjadi.''&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bell's palsy diambil dari nama Sir Charles Bell, dokter dari abad 19 yang pertama menggambarkan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada syaraf wajah. Meski namanya unik, penyakit ini akan mengganggu secara estetika ataupun fungsi pada wajah. Artinya muka yang terlihat cantik dan bagus di depan kaca itu tidak terjadi dengan sendirinya. Karena, bila salah satu saja syarafnya minta istirahat, maka proporsi wajah menjadi tidak seimbang. Jika tidak ditangani maka akan terjadi kecacatan dengan muka mupeng atau penyok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien bell's palsy yang sudah parah akan mengalami perubahan bentuk wajah menjadi penyok, bicara tidak jelas, fungsi lidah terganggu terutama saat mengucapkan huruf konsonan, dan lain-lain. Kondisi seperti ini tentunya tidak diinginkan oleh pasien. Tanda-tanda bell's palsy adalah terjadi asimetri pada wajah , rasa baal/kebas di wajah, air mata tidak dapat dikontrol dan sudut mata turun. Selain itu, tanda lainnya adalah kehilangan refleks konjungtiva sehingga tidak dapat menutup mata, rasa sakit pada telinga terutama di bawah telinga, tidak tahan suara keras pada sisi yang terkena, sudut mulut turun, sulit untuk berbicara, air menetes saat minum atau setelah membersihkan gigi, dan kehilangan rasa di bagian depan lidah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini, kata Hardhi, banyak terjadi pada musim dingin. Biasanya yang mengalami adalah lelaki dan tergolong usia dewasa. ''Mungkin lelaki banyak beraktivitas di luar seperti bekerja,'' cetus dia. Hardhi menjelaskan, orang yang terkena penyakit ini harus segera dibawa ke dokter. Biasanya pasien akan mengikuti program fisioterapi selama satu bulan ditambah pemberian sejumlah obat dan vitamin. Jika penyakit ini dibiarkan, maka akan semakin parah terutama pada bagian mata karena akan terjadi iritasi pada mata dan otomatis penglihatanpun terganggu. Penyakit ini tidak akan memicu penyakit lainnya. Namun, jika penderita kelumpuhan wajah mengalami kelumpuhan di daerah lain seperti tangan atau kaki, maka itu disebut stroke. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semakin panasnya bumi maka penggunaan AC terus bertambah. Selain itu, pertumbuhan kendaraan terus berlangsung. Dari data Gaikindo, volume kendaraan baru di DKI Jakarta setiap harinya mencapai 800-1.200 unit. Itu berarti jika masyarakat kurang menjaga kesehatan dan keamanan, orang yang berpotensi mengalami bell's palsy semakin banyak. ''Walau penyakit ini bisa disembuhkan, tapi sebaiknya melakukan pencegahan sebelum terjadi,'' katanya menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ungkapnya, bagi pengendara motor sebaiknya menggunakan helm full face, dengan kaca yang dibiarkan tertutup. Karena, terpaan angin yang terus menerus menampar bagian wajah ketika mengendarai motor berpotensi mengakibatkan kelumpuhan wajah atau bell's palsy. Sedangkan pengguna kendaraan umum, sebaiknya menghindari kontak langsung dengan angin. Begitu pun, untuk orang yang bekerja di ruangan ber AC. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengalaman kami dalam menangani pasien yang sudah menderita &lt;em&gt;bell's palsy&lt;/em&gt; selama satu minggu&lt;em&gt; &lt;/em&gt;adalah dengan menggunakan produk &lt;span style="color:#ff9900;"&gt;&lt;strong&gt;STAMED&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;BANDRUX&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Sumber: Harian Republika, edisi Selasa 27 Maret 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-6862371714048119627?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/6862371714048119627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/03/angin-dingin-dan-lumpuh-wajah-bells.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/6862371714048119627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/6862371714048119627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/03/angin-dingin-dan-lumpuh-wajah-bells.html' title='Angin Dingin dan Lumpuh Wajah (Bell&apos;s Palsy)'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-40sq0sbEiiQ/TY2b6jLp4oI/AAAAAAAAAao/nvmacgD2z9U/s72-c/bell%2527s%2Bpalsy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-3397648393288605906</id><published>2011-02-07T08:17:00.003+07:00</published><updated>2011-02-07T08:23:27.182+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lipoma'/><title type='text'>Lipoma</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TU9I6-GJP6I/AAAAAAAAAaQ/QpBWIdGoZp4/s1600/lipoma1.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TU9I6-GJP6I/AAAAAAAAAaQ/QpBWIdGoZp4/s200/lipoma1.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570751442018975650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lipoma adalah suatu gumpalan lemak lembut. Ini merupakan suatu tumor jinak (non-cancerous) pertumbuhan yang tersusun dari sel lemak yang terkumpul bersama-sama di bawah kulit. Lipoma dapat terjadi di bagian manapun dari badan, di mana ada sel lemak. Lipoma sering terbentuk di dalam lapisan lemak di bawah kulit. Lipoma memiliki variasi dalam ukuran, dari ukuran kacang polong sampai beberapa centimeter garis tengahnya. Lokasi yang paling umum terdapat lipoma adalah pada atas bahu, dada dan punggung, tetapi daerah lain di kulit dapat berkembang juga suatu lipoma.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lipoma dapat terbentuk di dalam badan juga. Bagaimanapun, di dalam kebanyakan kasus penderita tidak akan sadar bahwa mereka mempunyai suatu lipoma, sebab mereka tidak bisa lihat dan lipoma jarang menyebabkan masalah. Lipoma pada umumnya menyajikan seperti, putaran, massa gesit, dengan suatu karakteristik lembut, seperti adonan. Kulit yang di dalamnya terdapat lipoma nampak normal. Lipoma kaleng yang pada umumnya dengan tepat didiagnose oleh penampilan klinis mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui mikroskop, lipoma terdiri atas mendewasakan adipocytes yang diatur di dalam lobules, banyak orang yang dikepung oleh suatu kapsul berserat. Yang adakalanya, suatu lipoma nonencapsulated menyusup ke dalam otot, dalam hal itu ditunjuk ke sebagai suatu menerobos lipoma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat jenis lain lipoma mungkin dicatat di atas suatu spesimen biopsi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Angiolipoma&lt;br /&gt;Angiolipoma varian membentuk dengan co-existing perkembangbiakan vaskuler. Angiolipoma mungkin menyakitkan dan pada umumnya muncul tidak lama sesudah pubertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pleomorphiclipoma&lt;br /&gt;Pleomorphiclipoma adalah varian lain di mana bizarre, sel raksasa multinucleated adalah admixed dengan adipocytes. Normal Pleomorphic presentasi lipoma adalah serupa untuk bahwa dari yang lain lipoma, tetapi mereka terjadi sebagian besar di dalam manusia laki-laki usia 50 – 70 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Adipocytes&lt;br /&gt;Sepertiga varian, sel gelendong lipoma, mempunyai gelendong langsing sel yang admixed di dalam suatu bagian yang dilokalisir muncul adipocytes. Adalah suatu yang baru saja varian yang diuraikan lipoma dangkal,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Adenolipoma&lt;br /&gt;Adenolipoma ditandai oleh kehadiran eccrine kelenjar peluh di dalam tumor yang gemuk, jenis ini sering ditempatkan terletak di atas proximial bagian-bagian dari empedu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;APA YANG MENYEBABKAN LIPOMA?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang tepat penyebab lipoma tidaklah jelas. Kadang-Kadang lipoma akan dideteksi setelah suatu luka-luka/kerugian. Tetapi tidak pasti apakah mereka disebabkan oleh trauma atau apakah pendeteksian mereka hanya secara kebetulan. Lipoma juga cenderung untuk singgah di keluarga-keluarga yang secara sejarah mereka memiliki masalah dengan tumor jinak ini, faktor yang sangat hal azas keturunan yang mungkin berperanan dalam pengembangan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;APA YANG MENJADI GEJALA SUATU LIPOMA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di dalam diri mereka, lipoma tidaklah serius dan paling lipoma tidak menyebabkan permasalahan atau gejala. Tumor ini tumbuh sangat pelan. Kadang-Kadang suatu lipoma di bawah kulit dapat tidak enak dipandang jika tumbuh menjadi beberapa centimeter ke seberang. Jarang, suatu lipoma menekan struktur yang lain dan menyebabkan masalah. Contohnya, jika orang menekan suatu syaraf mungkin menyebabkan sakit. Juga, jarang, suatu lipoma berkembang di dalam memusnahkan dinding dan permasalahan penyebab seperti sakit atau suatu kemacetan menyangkut saluran usus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kadang-Kadang suatu meneliti atau penyelidikan lain yang melakukannya untuk pertimbangan lain boleh mendeteksi suatu lipoma di dalam badan penderita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lipoma jarang berubah menjadi kanker. Satu negara sumber acuan medis ” Lipoma biasanya jarang mengalami sarcomatous change ( itu adalah berubah menjadi suatu jenis kanker ). Bagaimanapun, belum pernah ada peristiwa dengan meyakinkan didokumentasikan.” Maka, jika demikian lipoma menjadi kanker, itu sangat jarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;BAGAIMANA CARA MENDIAGNOSIS SUATU LIPOMA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang-orang yang memiliki lipoma mengetahuinya ketika mereka lihat dan merasa seperti gumpalan lembut, berbentuk kubah di bawah kulit mereka. Kebanyakan lipoma terdapat pada wanita – wanita setengah baya. Seseorang dapat menderita lipoma pada segala umur. Lipoma umumnya berkembang sekitar 1 dalam 100 orang terdapat satu atau lebih lipoma. Sebagian orang menerima warisan suatu kecenderungan untuk kembangkan lipoma dan mungkin punya beberapa tentang perbedaan bagian-bagian dari badannya. Kadang-Kadang sebanyak 20 atau lebih berkembang. Oleh karena itu, jadilah lebih umum untuk kembangkan hanya satu atau dua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seorang doktor dapat membuat suatu hasil diagnosa dengan pengujian fisik menyangkut gumpalan itu. Jika ada manapun keraguan, doktor boleh melakukan test lainnya, seperti suatu kepindahan atau biopsi jaringan. Ada suatu kesempatan sangat kecil yang suatu gumpalan menirukan suatu lipoma boleh benar-benar adalah suatu format kanker yang disebut liposarcoma. Liposarcoma atau cancerous tumor di dalam lapisan lemak tumbuh dengan cepat, jangan dipindahgerakkan di bawah kulit dan pada umumnya menyakitkan. Suatu biopsi jarum atau suatu CT meneliti secara khas melakukan jika doktor mulai mencurigai munculnya liposarcoma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;BAGAIMANA PERAWATAN BAGI PENDERITA LIPOMA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika kamu mempunyai suatu lipoma, tidak ada perawatan pada umumnya perlu. Bagaimanapun, jika lipoma adalah di dalam suatu penempatan mengganggu, menyakitkan atau sedang bertumbuh, dokter mungkin merekomendasikan bahwa itu dipindahkan. Perawatan meliputi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Steroid Injektion&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perawatan ini menyusutkan lipoma tetapi pada umumnya tidak dengan sepenuhnya menghapuskan tumor itu. Steroid suntikan secara khas menggunakan dengan tumor lebih kecil- itu kurang dari 2.5 centimeter di dalam garis tengah. Suntikan terbaik dilakukan di atas lipoma, kurang dari 1 inci di dalam garis tengah. Suatu one-to-one campuran 1 persen lidocaine ( Xylocaine ) dan triamcinolone acetonide ( Kenalog ), di dalam 1 dosis 10 mg saban mL, disuntik ke dalam pusat luka. Prosedur ini sebaiknya diulangi beberapa kali pada satu tahun. Volume steroid tergantung pada ukuran lipoma, dengan suatu rata-rata 1 bagi 3 mL total volume mengatur. Banyaknya suntikan tergantung pada tanggapan, yang diharapkan untuk terjadi di dalam tiga sampai empat minggu. Kesulitan, yang jarang, adalah hasil tentang pengobatan atau prosedur, dan kaleng dicegah dengan menyuntik yang paling kecil total jumlah yang mungkin dan dengan memposisikan jarum sedemikian sehingga itu ada di pusat lipoma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Liposuction&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perawatan ini menggunakan suatu jarum dan suatu semprotan besar untuk memindahkan tumor yang gemuk itu. Liposuction pada umumnya dilakukan ketika lipoma adalah di dalam suatu penempatan di mana kamu ingin menghindari suatu parut besar. Adalah sukar untuk memindahkan keseluruhan tumor dengan teknik ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Surgical Removal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perawatan ini dilakukan dengan operasi Lebih besar lipoma terbaik dipindahkan secara pembedahan dengan menggunting mereka ke luar lewat bius lokal. Lipoma hilang setelah pembedahannya. Orang – orang yang memiliki lipoma pada umumnya tidak memerlukan perawatan medis. Jika mereka tidak ingin diganggu oleh lipoma yang berkembang, kemudian yang terbaik hanya untuk meninggalkannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimanapun, sebagian orang menganggap lipoma itu tidak enak dipandang. Oleh karena itu, mereka memindahkan lipoma untuk alasan kecantikan. Sesungguhnya suatu lipoma perlu untuk dipindahkan jika sudah menyebabkan gejala seperti tekanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kadang-kadang suatu lipoma di dalam badan dipindahkan untuk memperhatikan di bawah mikroskop untuk meyakinkan pertumbuhannya itu sehingga dapat dideteksi adalah suatu lipoma dan bukan sesuatu yang lebih serius. Lipoma adalah suatu gumpalan lemak yang pada umumnya tidak menyebabkan gejala atau permasalahan. Kebanyakan lipoma adalah kecil dan lebih baik ditinggalkan sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;BAGAIMANA PROSES PENGAMBILAN LIPOMA DALAM TUBUH?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimanapun, suatu lipoma yang berkembang di bawah kulit dapat kadang-kadang tidak enak dipandang. Jika diperlukan, itu dapat dipindahkan oleh suatu operasi sederhana yang dilakukan di bawah obat bius lokal.Karena suatu lipoma yang terbentuk di bawah kulit, yang pada umumnya dapat dipindahkan oleh suatu pelajaran pelengkap operasi sederhana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kepedulian harus diambil untuk menghindari darah atau kegelisahan kapal yang berada hanya di bawah tumor. Sekali sebagian lipoma telah dibedah dari melingkupi jaringan, hemostatsis atau pengapit dapat berkait dengan tumor untuk menyediakan daya tarik kepindahan sisa pertumbuhan tumor itu. Sekali ketika dibebaskan, lipoma adalah yang dikirimkan secara keseluruhan. Melingkupi jaringan dalam lubang dapat untuk memastikan, melengkapi, menyudahi kepindahan tumor itu. Daftar kesulitan penghilangan/ pengucilan mungkin.cukup Hemostasis dicapai berikut kepindahan lipoma yang menggunakan hemostatsis atau jahitan ligation. Ruang yang mati tertutup di bawah kulit dikuburkan, menyela 3-0 atau 4-0 Vicryl jahitan. Adakalanya saluran mungkin telah untuk;menjadi menempatkan untuk mencegah mengalir akumulasi, tetapi ini seharusnya yang dihindarkan jika mungkin. Kulit kemudian adalah menutup dengan disela 4-0 atau 5-0 jahitan nilon. Pembalut luka tekanan ditempatkan untuk mengurangi timbulnya hematoma formasi. Pasien memberi instruksi kepedulian luka rutin, dan luka didaftarkan dua sampai tujuh hari. Jahitan dipindahkan setelah 7 – 21 hari, tergantung penempatan pada tubuh. Spesimen harus disampaikan untuk analisa histologik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa obat bius lokal disuntik ke dalam kulit di atas lipoma itu. Sekali ketika kulit sangat adalah ‘numbed’ dengan obat bius lokal, suatu goresan memotong dibuat di atas lipoma itu. Lipoma kemudian dicabut ke luar dari yang memotong dan menebang dari dasar jaringan itu. Luka kemudian dijahit. Lipoma telah dipindahkan dari tubuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(sumber:http://www.elitha-eri.net/2008/01/04/lipoma-gumpalan-lemak-lembut/)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-3397648393288605906?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/3397648393288605906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/02/lipoma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/3397648393288605906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/3397648393288605906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/02/lipoma.html' title='Lipoma'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TU9I6-GJP6I/AAAAAAAAAaQ/QpBWIdGoZp4/s72-c/lipoma1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-8877611411898065457</id><published>2011-02-05T20:15:00.003+07:00</published><updated>2011-02-07T08:23:48.483+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jantung'/><title type='text'>Penyakit Klep Jantung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Klep-klep jantung anda letaknya di pintu-pintu keluar dari keempat ruangan jantung anda dan mempertahankan satu arah aliran darah didalam jantung. Keempat klep jantung memastikan bahwa darah mengalir dengan bebas pada satu arah aliran dan tidak adanya aliran balik yang bocor. Darah mengalir dari atria(serambi) kanan dan atria kiri menuju ventricles(bilik) melalui klep tricuspid dan klep mitral yang terbuka. Ketika ventricles penuh, maka klep tricuspid dan klep mitral menutup. Ini mencegah darah mengalir balik ke atria ketika ventricles berkontraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ventricles mulai berkontraksi, maka klep pulmonic dan klep aortic dipaksa buka dan darah dipompa keluar dari ventricles melalui klep-kep yang terbuka masuk kedalam arteri pulmonary menuju ke paru-paru, ke aorta dan keseluruh tubuh. Ketika ventricles selesai dengan kontraksi dan mulai relax, klep-klep aortic dan pulmonary menutup. Klep-klep ini mencegah darah mengalir balik ke ventricles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola ini diulangi terus menerus, menyebabkan darah mengalir terus menerus ke jantung, paru-paru dan tubuh.&lt;br /&gt;Jenis Penyakit Klep Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis penyakit klep jantung.&lt;br /&gt;- Valvular stenosis. Ini terjadi ketika keterbukaan klep lebih kecil dari normal karena kelopak klep menjadi kaku(stiff). Pembukaan yang menyempit dapat menyebabkan jantung harus bekerja berat untuk memompa darah melaluinya. Ini dapat menuju ke gagal jantung atau gejala lainnya. Semua keempat klep dapat stenotic(mengeras, membatasi aliran darah). Kondisi-kondisi ini disebut tricuspid stenosis, pulmonic stenosis, mitral stenosis atau aortic stenosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Valvular insufficiency. Juga disebut regurgitation, incompetence atau "leaky valve"(klep bocor). Ini terjadi karen suatu klep tidak menutup dengan rapat. Jika klep tidak tertutup rapat, maka ada bagian darah yang mengalir balik melalui klep. Ketika kebocoran ini menjadi parah, maka jantung harus bekerja keras untun mengatasi kebocoran klep ini dan lebih sedikit darah yang mengalir ke sisa tubuh lainnya. Tergantung dari klep mana yang terkena, maka kondisi ini disebut tricuspid regurgitation, pulmonary regurgitation, mitral regurgitation atau aortic regurgitation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Penyakit Klep Jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit klep dapat berkembang sebelum kelahiran (Genital) atau didapat suatu ketika semasa hidup seseorang. Kadang penyebab penyakitnya tidak diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Klep Kelahiran. Kebanyakan mempengaruhi klep aortic atau klep pulmonic. Klep-klep mungkin ukurannya salah, mempunyai bentuk kelopak yang aneh atau mempunyai kelopak yang tidak secara benar menempel di annulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicuspid aortic valve disease. Adalah penyakit klep bawaan (genital) yang mempengaruhi klep aortic. Bukannya tiga kelopak yang normal atau cusps, tapi bicuspid aortic valve hanya mempunyai dua saja. Tanpa kelopak yang ketiga, klepnya mungkin jadi kaku (tidak membuka dan menutup secara baik) atau bocor (tidak dapat menutup dengan rapat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyakit Klep Yang Didapat. Ini termasuk persoalan yang berkembang dengan klep-klep yang sebelumnya pernah normal. Ini dapat melibatkan perubahan struktur klep disebabkan oleh penyakit atau infeksi yang beragam, termasuk demam rematik (rheumatic fever) atau endocarditis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Demam Rematik disebabkan oleh infeksi bakteri yang tidak diobati (biasanya leher). Untungnya pengenalan dari antibiotik untuk mengobati infeksi ini telah mengurangi secara drastis jumlah infeksi ini. Infeksi permulaan umumnya terjadi pada anak-anak, namun persoalan jantung yang berhubungan dengan infeksi tidak akan terlihat 20 sampai 40 tahun kemudian. Pada waktu itu, klep jantung meradang, kelopak-kelopaknya menempel satu sama lain dan menjadi kaku, menebal, memendek dan mempunai bekas luka. Ini menyebabkan mitral regurgitation (kebocoran mitral).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Endocarditis terjadi ketika germs, terutama bakteri, masuk kedalam aliran darah dan menyerang klep-klep jantung, menyebabkan penumbuhan dan lubang-lubang di klep-klep dan bekas luka. Ini menyebabkan klep-klep yang bocor. Germs yang menyebabkan endocarditis masuk kedalam aliran darah sewaktu prosedur perawatan gigi, operasi, pemakaian obat atau dengan infeksi yang parah. Orang-orang dengan penyakit klep (kecuali mitral valve prolapse tanpa penebalan atau kebocoran) menghadapi risiko yang meningkat untuk mengembangkan infeksi yang mengancam nyawa ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Begitu banyak perubahan yang dapat terjadi pada klep-klep jantung. Chordae tendinea atau papillary muscles dapat memuai(memanjang) atau robek; annulus dari klep dapat membesar(melebar) atau kelopak klep dapat menjadi fibrotic (stiff) dan kalsifikasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mitral valve prolapse (MVP) adalah suatu kondisi yang sangat umum dan mempengaruhi sekitar 1 sampai 2 % populasi. MVP menyebabkan kelopak-kelopak dari klep mitral jatuh kembali (flop back) kedalam atrium kiri waktu jantung sedang berkontraksi. MPV juga menyebabkan jaringan klep menjadi abormal dan tertarik (stretchy), menyebabkan klep menjadi bocor. Kondisi ini jarang menyebabkan gejala-gejala dan umumnya tidak memerlukan perawatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyebab-penyebab lainnya dari penyakit klep termasuk: penyakit jantung koroner, serangan jantung, kardiomiopati, syphilis, hipertensi, aneurisme aorta. Penyebab penyakit klep yang lebih jarang termasuk tumor, beberapa tipe dari obat-obatan dan radiasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejala-gejala Penyakit Klep Jantung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Sesak Napas. Sesak napas yang paling anda perhatikan ketika waktu anda sedang aktif(melakukan pekerjaan sehari-hari) atau ketika anda sedang berbaring rata diatas ranjang. Mungkin anda perlutidur diatas tumpukan bantal untuk bernapas lega.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Lesu atau pusing. Anda mungkin merasa terlalu lemah untuk mengerjakan pekerjaan harian anda. Pusing juga dapat terjadi dan pada beberapa kasus, kehilangan kesadaran mungkin merupakan suatu gejala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Perasaan tidak enak di dada. Anda mungkin merasakan suatu tekanan atau beban diatas dada anda waktu suatu aktivitas atau waktu berjalan keluar di udara yang dingin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Palpitasi. Ini rasanya seperti denyut jantung yang cepat, denyut jantung tidak beraturan, denyutan yang terlewat(skipped) atau perasaan flip-flop didada anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Pembengkakan pergelangan, kaki atau abdomen. Ini disebut edema. Pembengkakan dapat terjadi di perut yang dapat menyebabkan anda merasa kembung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Penambahan berat yang cepat. Penambahan berat badan dari 1 sampai 3 pound dapat terjadi dalam satu hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejala-gejala tidak selalu berhubungan dengan tingkat keparahan penyakit klep jantung anda. Anda mungkin sama sekali tidak mempunyai gejala, tapi mempunyai penyakit klep yang parah, memerlukan penanganan segera. Atau seperti dengan mitral valve prolapse, anda mungkin mempunyai gejala yang berat, bagaimanapun tes menunjukan kebocoran klep anda tidak signifikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menangani Penyakit Klep Jantung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perawatan untuk penyakit klep jantung tergantung dari tipe dan seberapa buruk penyakit klepnya. Ada tiga tujuan dari perawatan penyakit klep jantung : melindungi klep jantung dari kerusakan lebih lanjut, mengurangi gejala-gejala dan memperbaiki atau mengganti klep-klep.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Melindungi klep dari kerusakan lebih lanjut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika anda mempunyai penyakit klep jantung, maka anda berisiko untuk mengembangkan endocarditis, suatu kondisi yang serius. Orang-orang dengan mitral valve prolapse tanpa penebalan atau kebocoran, tidak berisiko mengembangkan endocarditis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anda tetap beriko untuk endocarditis walaupun klep anda sudah diperbaiki atau diganti melalui operasi. Untuk melindungi diri anda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Beritahu dokter atau dokter gigi anda bahwa anda mempunyai penyakit klep jantung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Kunjungi dokter anda jika anda mendapat gejala-gejala infeksi (sakit tenggorokan, demam, seluruh tubuh sakit)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Jagalah kesehatan gigi dan gusi anda untuk mencegah infeksi. Kunjungi dokter anda secara teratur (http://www.totalkesehatananda.com/klep4.html) .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-8877611411898065457?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/8877611411898065457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/02/penyakit-klep-jantung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/8877611411898065457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/8877611411898065457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/02/penyakit-klep-jantung.html' title='Penyakit Klep Jantung'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-5202588993933413311</id><published>2011-02-05T18:50:00.004+07:00</published><updated>2011-02-05T18:52:40.712+07:00</updated><title type='text'>Kumpulan Pengalaman Herbal Terapist</title><content type='html'>&lt;a href="http://media-herbal.blogspot.com/2011/02/i.html"&gt;Ketika Kanker Nasofaring Mengambilnya&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-5202588993933413311?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/5202588993933413311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/02/kumpulan-pengalaman-herbal-terapist.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5202588993933413311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5202588993933413311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/02/kumpulan-pengalaman-herbal-terapist.html' title='Kumpulan Pengalaman Herbal Terapist'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-7487668057848276354</id><published>2011-02-05T18:34:00.006+07:00</published><updated>2011-02-05T18:50:18.345+07:00</updated><title type='text'>Kanker Nasofaring</title><content type='html'>I...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dua orang sahabatku, dr. Aziz dan Yuni Cahyanto memberitahu sebuah kasus yaitu Kanker Nasofaring, dimana sang pasien berada dalam kondisi koma selama 2 bulan. Sejak satu minggu  dirawat di rumah sakit, dokter sudah menyarankan untuk dibawa pulang, namun pihak keluarga (terutama isteri pasien) bersikeras untuk tetap mendapatkan perawatan medis, karena jika dibawa pulang isteri juga tidak tahu harus berbuat apa.  Dan akhirnya dilakukan tindakan yaitu membuat saluran pernafasan dengan cara melubangi tenggorokannya dan dipasangi pipa, selain itu dibagian perut juga dibuat saluran yang mengarah ke lambung untuk jalan masuknya makanan. Dalam kondisi seperti itulah pasien berada di ruang ICU selama 1 bulan.&lt;br /&gt;Kemudian, setelah dirasa tidak ada perkembangan yang signifikan selama 1 bulan tersebut, pihak keluarga pun memutuskan untuk membawanya pulang dengan perawatan yang seadanya.  Kondisi ini berlangsung selama 1 bulan, sebelum akhirnya mendapatkan informasi mengenai pengobatan Herbal MEDDIA dari salah seorang tetangganya.&lt;br /&gt;Informasi yang kuperoleh dari kedua sahabatku mengenai pasien tersebut adalah, sebagian besar wajahnya membengkak karena terdorong oleh kanker nasofaring, sebelah matanya menonjol keluar, didalam hidung tumbuh daging.&lt;br /&gt;Kamis malam, 19 Nopember 2009  aku bertemu dengan kedua sahabatku itu. Lewat merekalah aku menitipkan ramuan herbal R.86( DIALEV ) &amp;amp; R.89 ( CANBOAT ) masing-masing 3 sachet isi 7 gram, untuk diminumkan kepada pasien empat kali dalam sehari (pagi, siang, sore dan malam) dengan cara herbal dimasukkan melalui infus (setelah diseduh dengan air panas), tentunya tetap dalam pengawasan dokter serta seijin pihak keluarga.&lt;br /&gt;Satu hari perjalanan minum herbal, reaksinya lendir (dahak) keluar dari tenggorokan. Tentu saja aku senang mendengarnya, karena setelah koma selama 2 bulan ternyata masih ada reaksi dalam tubuh pasien.&lt;br /&gt;Hari ini, Minggu 22 Nopember 2009 aku mendapat berita lagi bahwa bengkak pada sebagian besar wajahnya mulai mengempis, sungguh berita ini semakin membuatku bersemangat. Keluarga pasien memintaku untuk menjenguknya. Oke, aku usahakan untuk bisa bertemu, semoga Tuhan menyembuhkanmu dan menjawab doaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Senin, 23 november aku penuhi permintaan Mbak Rini (istri dari pasien kanker nasofaring) untuk datang ke rumahnya. Aku melihat kondisi pasien yang terbaring lemah dengan tubuh kurus tinggal kulit membungkus tulang. Informasi yang kudapat sebelumnya dari sahabatku tentang wajah pasien yang lebam/bengkak (karena tekanan dan daya dorong kanker yang diderita) kini sudah mulai mengempis, namun ketika aku melihatnya (bagiku itu) masih bengkak, “permukaan pipi kiri dengan hidung hampir rata, hah ini sudah mengempis…?!?”. Berarti hari-hari sebelumnya pasti lebih bengkak dari hari ini. Ini adalah foto yang kuambil setelah pasien mengkonsumsi herbal selama 3 hari melalui selang yang terhubung ke lambungnya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TU03yoCXbyI/AAAAAAAAAZw/VcJnyfc0P14/s1600/H1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TU03yoCXbyI/AAAAAAAAAZw/VcJnyfc0P14/s200/H1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570169657007501090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;III...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatanganku bersama dengan tiga sahabatku yaitu dr. Aminudin Azis, Yuni Cahyanto, dan Ustadz Mukhtar Liwangga (Alumni Gontor), benar-benar membangitkan  semangat baru bagi Mbak Rini. Kami bercerita banyak hal mengenai kebutuhan kesehatan bagi pasien yang belakangan kuketahui bernama Mas Bambang Edy ( Mas Garda). Kami lihat hasil foto rontgen kepala, dan penjelasan dr. Aminudin Azis ttg hasil rontgen tersebut adalah kankernya sudah mendorong batang otak. Memang terlihat adanya tonjolan di area otaknya. Dalam hati aku bergumam, “begitu hebat Tuhan cipta penyakit ini hingga pasien terbaring tanpa daya selama dua bulan”. Setelah berbincang lama dan mengambil foto utk dokumentasi pasien, kamipun pamit dengan tidak lupa tetap memberi semangat. Dan hasil foto itu adalah sebagai berikut: begitu banyak perubahan yang nampak disini mulai dari lebam pipi yang makin menipis, bentuk hidung yang makin jelas bagiku dan satu hal lagi yang membuatku takjub pada kebesaran TUHANku adalah mata yang berkedip-kedip itu. Karena pertemuan yang pertama mata itu tak pernah terbuka, sedangan mata sebelahnya juga makin masuk kedalam lingkar mata… TUHANKU apakah ini menandakan adanya kehidupan lagi…? Engkau Yang Maha Agunglah Yang Maha Mengetahui…tidak lupa aku berikan lagi herbal dengan Kode R86 dan R89 untuk tetap dikonsumsi pasien sehari 4 kali selang seling, pagi R86, siang R89, sore R86 lagi dan malam R89 lagi. Kami pamit dengan harapan ada lagi perubahan yang lebih signifikan….&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TU03ys8wXUI/AAAAAAAAAZ4/NMhwFIvUeKw/s1600/H2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 169px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TU03ys8wXUI/AAAAAAAAAZ4/NMhwFIvUeKw/s200/H2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570169658326146370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, 24 november’09 ada berita bahwa hidung pasien mengeluarkan darah. Dokter Amin menyatakan kalau itu pertanda baik, karena tonjolan kanker yang ada dihidung juga mulai mengempis. Hal lain yang juga menggembirakan adalah rongga mulutnya makin luas. Beberapa hari sebelumnya rongga mulut itu sempit karena kanker yang mendorong lidahnya sehingga kelihatannya  seperti orang yang mau menjulurkan lidah. Hanya saja aku diberitahu bahwa disekitar mulutnya seperti berjamur. Maka kuberikan herbal dengan Kode R.9 ( MEDDIA MEDDWA ) untuk menghilangkan jamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 November 2009 pukul 10.00 wib, aku ditelpon mbak Rini. Dengan nada panik mbak Rini menyampaikan bahwa dari mulut mas Bambang keluar darah. Aku jadi ingat sekitar tiga hari yang lalu diberi tahu tentang hidungnya yang mengeluarkan darah dan hasil adalah tonjolan didalam hidung itu mulai mengempis. Aku mengharapkan hal yang sama akan terjadi pada mulutnya, dengan harap harap cemas…..karena sejujurnya aku tidak tahu dan tidak melihat langsung.&lt;br /&gt;Minggu,tanggal 5 Desember aku bertanya pada sahabatku Yuni Cahyanto ttg perkembangan pengobatan pada jamur di mulut pasien karena dialah yang paling dekat rumahnya dengan pasien dan selalu kumintai tolong untuk menengok dan mengontrol pasien. Hasilnya seperti yang kuharapkan yaitu jamur dimulutnya bersih, bibir yang sebelumnya pecah-pecah menjadi bagus dan pulih. Hal lain yang juga disampaikan sahabatku adalah bengkak di pipi semakin berkurang. Oh iya aku lupa menuliskan bahwa pasien sering kejang sebelumnya, (karena dorongan kanker ke area otak, ku rasa) dan sekarang kejangnya hampir tidak pernah lagi, syukurlah…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Desember 2009 aku di bel sahabatku Yuni bahwa herbal untuk mas Bambang hanya tinggal yang untuk malam saja. Akupun menyediakan diri untuk mengantar herbal kesana. Karena kesibukaku aku baru bisa sampai disana habis maghrib. Setelah masuk rumah dan menyalami beberap orang yang juga ada disitu tanpa membuang banyak waktu langsung kutengok pasien, saat itu dia sedang pulas dalam tidurnya. Denyut nadinya, panas tubuhnya, desahan nafasnya semua normal. Aku ambil beberapa gambar seperti dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TU03y4nPM4I/AAAAAAAAAaA/DvcNm52oRjY/s1600/H3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 136px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TU03y4nPM4I/AAAAAAAAAaA/DvcNm52oRjY/s200/H3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570169661457118082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau lihat kan sahabat, bengkak diwajahnya yang menonjol karena dorongan kanker makin menipis, garis wajah itu makin jelas. Dan lihatlah mata sebelah kiri itu makin membaik bahkan hampir sama ratanya dengan mata sebelah kanan. Tiba-tiba pasien batuk batuk, hari ini pertama alinya aku mendengar langsung dia batuk, keluar lendir kental yang berbau dari lubang tenggorokan yang memang dilubangi. Dan tahukah engkau sahabat tidak hanya itu aku mendengar suara batuknya keluar dari rongga mulutnya. Akupun mengambil kesimpulan  bahwa  rongga mulutnya mulai dan makin meluas. Aku juga melihat langit-langit mulutnya yang makin jelas. Tonjolan di ruang mulutnya juga makin mengecil. Aku juga membantu mbak Rini membersihkan rongga mulut pasien yang berisi lendir yang mengental. Setelah kurasa cukup akupun pamit dengan berpesan agar me massage kedua kakinya  agar tetap ada rangsangan pada kedua otot kakinya.&lt;br /&gt;Tanggal,22 desember 2009 selasa, bertepatan dengan hari ibu, untuk yg kesekian kalinya aku menjenguk pak Bambang. Krn hari ini herbalnya masuk 10 hari terakhir dan ini sudah masuk hari ke 33.&lt;br /&gt;Sahabat…., kuperhatikan dengan seksama perkembangan pasien hari ini, olala…kulihat pipinya yang menggelembung dan mengempis spt orang yang meniup balon. Apakah engkau tahu apa maksudnya…? Ya benar, pak Bambang bernafas lewat mulutnya sehingga mulutnya menggelembung dan mengempis. Mbak Rini yang merawatnya dengan sangat total saja bahkan melewatkan hal ini. Setelah kutunjukkan perkembangan ini dia pun tertegun. Hal lain yang juga lepas perhatiannya adalah daging yang tumbuh didalam lubang hidung sebelah kiri sdh tak tampak lagi, tp masih ada cairan disitu seperti ingus atau mungkin saperti nanah. Lihatlah foto dibawah ini dan bandingkan dengan foto terdahulu….&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TU03zcRSNkI/AAAAAAAAAaI/wApFN51Kf6M/s1600/H4.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 172px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TU03zcRSNkI/AAAAAAAAAaI/wApFN51Kf6M/s200/H4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570169671028717122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan yg signifikan belakangan ini ternyata dibarengi pula dengan panas yang naik turun setiap jamnya. Kadang membuat mbak Rini panic krn panasnya kadang mencapai 40 derajat, tentu panas sekali suhu tubuhnya sampai harus dikompres air hangat. Setelah puas memeriksa pasien akupun minum kopi yang disediakan. Saat itulah aku mendengar seperti orang menguap, uuuaaaahhhh…. Suara siapa itu…? mbak Rini menjawab suara mas Garda lagi menguap. Mas Garda begitu dia memanggilnya. Menguap…? Berarti ruang tekaknya makin luas, pantes pasien sdh mulai bisa bernafas lewat mulut, Maha Agung Tuhan yang maha penyembuh. Semangatku membantu menyembuhkan juga semakin besar…. Satu lagi sahabat… saat kuletakkan dua jariku kuletakkan dibawah hidung kurasakan hembusan udara keluar dari hidungnya, berarti memang hidungnya akan segera berfungsi sbg jalan nafas seperti juga yang kuharapkan pada rongga mulutnya,amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku semua yang membaca catatan ini…hari ini aku mendapat telepon mbak Rini yang mengatakan bahwa perut Mas Garda kembung dan bertanya herbal apa yang pas. Jam 10.37, aku sedang diluar kota tepatnya di Purwokerto jawa tengah untuk suatu urusan. Dan lewat siang hari, Dr. amin menelponku bahwa Mas Garda meninggal. Tentu berita ini sangat mengejutkan setelah sejauh ini ikhtiar mbak Rini yang luar biasa itu dilakukan, dan pada akhirnya Tuhannlah yang Maha Memiliki mengambil apa yang menjadi milikNYa. Kami sudah berusaha semampu yang kami bisa dan akhirnya sampai disinilah titik akhirnya.&lt;br /&gt;Kesimpulannya: Herbal MEDDIA yang diberikan kepada siapapun pasiennya dan apapun penyakitnya akan memberikan solusi penyembuhan dan menjadi alternative untuk pengobatan.&lt;br /&gt;SELAMAT JALAN MAS GARDA… TUHANKU MENYAYANGIMU. Semoga diberikan tempat yang layak disisi Tuhan dan diberikan kesabaran bagi yang ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-7487668057848276354?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/7487668057848276354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/02/i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/7487668057848276354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/7487668057848276354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/02/i.html' title='Kanker Nasofaring'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TU03yoCXbyI/AAAAAAAAAZw/VcJnyfc0P14/s72-c/H1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-5881962238474428706</id><published>2011-01-17T20:35:00.000+07:00</published><updated>2011-01-17T20:36:09.568+07:00</updated><title type='text'>Tips Jauhi Nyeri, Lindungi Sendi</title><content type='html'>Nyeri merupakan gejala umum yang dihadapi penderita penyakit, salah satunya nyeri akibat rematik. Untuk mengurangi nyeri rematik, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Olahraga teratur&lt;br /&gt;Olahraga akan menguatkan otot-otot persendian. Selain itu, latihan fisik ini juga membantu mengurangi rasa capek yang mungkin timbul. Tidak ada salahnya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum melakukan latihan. Jika ingin beraktivitas, mulailah dengan jalan terlebih dahulu (aktivitas yang ringan). Hindari olahraga berbahaya dan berisiko cedera karena akan membuat sendi semakin meradang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Usahakan tubuh selalu panas&lt;br /&gt;Panas tubuh akan membantu mengurangi nyeri dan membuat nyaman. Salah satu cara efektif dengan mandi air hangat selama 15 menit. Sementara pilihan lain, gunakan alat bantu listrik yang mampu menghangatkan. Jika kulit tidak sensitif, berarti sirkulasi udara berkurang dan sebaiknya jangan pergunakan alat bantu penghangat ini.&lt;br /&gt;Pilihan lain yang lebih aman, mudah dan murah untuk membuat tubuh selalu panas adalah dengan melakukan pernapasan selama 10-15 menit secara teratur setiap harinya. Ini akan memasok oksigen ke dalam tubuh serta menjaga kestabilan suhu tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gunakan alat bantu&lt;br /&gt;Alat bantu dapat dipergunakan untuk memudahkan pekerjaan dan mengurangi tekanan pada persendian. Dokter akan merekomendasikan alat bantu untuk memudahkan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Terapkan pola makan sehat&lt;br /&gt;Pola makan sehat terdiri atas sayur, buah, gandum. Semua itu mampu mengontrol berat badan dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lindungi persendian&lt;br /&gt;Kurangi stress persendian saat beraktivitas. Apabila salah satu jari mengalami nyeri, pergunakan anggota tubuh lain untuk memudahkan aktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Usahakan tetap rileks&lt;br /&gt;Apabila nyeri menyerang, usahakan mengurangi stress terhadap sendi dan usahakan tetap nyaman. Teknik yang bisa dilakukan, seperti hipnotis, tarik napas dalam dan relaksasi otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Koran Seputar Indonesia, edisi Jumat 14 Desember 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-5881962238474428706?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/5881962238474428706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/01/tips-jauhi-nyeri-lindungi-sendi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5881962238474428706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5881962238474428706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/01/tips-jauhi-nyeri-lindungi-sendi.html' title='Tips Jauhi Nyeri, Lindungi Sendi'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-4061599918924368900</id><published>2011-01-17T20:15:00.001+07:00</published><updated>2011-01-17T20:28:00.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masalah Tulang dan Sendi'/><title type='text'>Rematik Bisa Berujung Kecacatan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Koran Seputar Indonesia, edisi Jumat 14 Desember 2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;Rematik identik dengan orang lanjut usia. Dibandingkan dengan penyakit lainnya, seperti jantung misalnya, gangguan pada persendian ini masih dipandang sebelah mata. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 183px; DISPLAY: block; HEIGHT: 200px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563140914199565986" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TTQ_L8pOlqI/AAAAAAAAAZk/SikDTWRy9S8/s200/rematik.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/em&gt;Meski tidak menyebabkan kematian, rematik tidak seharusnya dianggap remeh. Membiarkan penyakit ini tanpa penanganan bisa menyebabkan sejumlah anggota tubuh tidak berfungsi normal. Gejala utama rematik biasa terjadi pada otot dan tulang, termasuk didalamnya sendi dan otot sendi. Gangguan nyeri yang terus berlangsung menyebabkan aktivitas sehari-hari bisa terhambat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau sudah kumat rematiknya, untuk berjalan di sekitar rumah saja terasa sakit. Biasanya saya berhenti sebentar sampai nyeri reda,” papar Sulastri (59). Menurut ibu tujuh anak itu, nyeri rematik menyerang pada kedua kaki. Aktivitas berlebihan disebut-sebut sebagai penyebab munculnya rematik. Penyakit ini telah menemani Sulastri sejak 2001. Berbagai pengobatan pun sudah pernah dicobanya untuk mengatasi nyeri yang menyerang. “Mulai dari obat-obatan dokter sampai cara-cara tradisional pernah saya coba untuk mengurangi nyeri yang mengganggu,” sebut wanita kelahiran 30 Desember 1948 itu. Konsultan Rematik dari RS Pondok Indah dr. Bambang Setiyo Hadi, Sp.PD mengungkapkan, rematik merupakan sekelompok jenis penyakit. “Ada bermacam-macam lebih penyakit rematik. Biasanya diserai pula dengan inflamasi atau peradangan pada persendian,” ujarnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai saat ini penyebab rematik belum diketahui secara pasti. Gejalanya tidak selalu sama untuk masing-masing penyakit. Namun, secara umum penyakit ini ditandai dengan gejala seperti nyeri di lutut, siku, pergelangan, maupun di bagian sendi-sendi lain. Artinya, semua anggota tubuh berpotensi terserang nyeri rematik. Penyakit rematik pada dasarnya terjadi pada persendian yang bengkak, pengapuran hingga meyebabkan sakit bila digerakkan. Jenis rematik ada berbagai macam, seperti rematik arthritis dan lupus. Ada pula jenis rematik yang menyerang laki-laki muda dengan gejala nyeri pinggang yang disebut dengan &lt;em&gt;ankylosing spondylitis&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bambang, rematik biasanya dipicu oleh pekerjaan sehari-hari. Aktivitas yang berlebihan pada salah satu sendi menyebabkan gejala nyeri muncul. Sebagai contoh, seseorang yang sering naik motor akan berisiko mengalami nyeri di bagian pinggang. Meski demikian, rematik tidak sekedar urusan nyeri di bagian tubuh tertentu saja. Anggapan bahwa penyakit ini tidak berbahaya dan bisa disembuhkan dengan beristirahat tidak sepenuhnya benar. Chief of Rheumatology dari Director of the Pain, Case Western Reserve University, Howard R Smith MD mengungkapkan seseorang yang telah terdiagnosis rematik masih bisa beraktivitas normal. “Namun, dalam jangka waktu lama, kualitas hidup penderita akan semakin memburuk dibandingkan mereka yang tidak mengalami rematik,” ungkapnya. Smith menambahkan, kondisi ini tidak berarti mereka yang mengalami rematik mempunyai harapan hidup lebih pendek. Namun, sering kali diidentikkan dengan beberapa komplikasi dari rematik itu sendiri.&lt;br /&gt;Kondisi ini disebabkan informasi yang tidak lengkap atau setengah-setengah yang dipahami masyarakat. “Akibatnya, banyak masyarakat yang baru memeriksakan diri setelah berada dalam kondisi yang parah,” tandas Smith. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adapun Bambang menambahkan, apabila nyeri terus berlanjut dan tidak ditangani dengan tepat, maka bisa menyebabkan kecacatan. “Hal ini disebabkan kaku di persendian yang berlangsung lama dan hasilnya sendi dapat berubah bentuk,” tuturnya. Oleh karena itu, tujuan pengobatan rematik adalah untuk memperbaiki kualitas hidup dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal. Penanganan sejak dini menjadi suatu keharusan dan tidak sembarangan membeli obat-obatan antinyeri antiinflamasi non steroid (NSAID). Apalagi pemakaian obat yang bertujuan menghilangkan rasa nyeri itu sering kali menimbulkan efek samping yang serius. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penanganan Rematik dengan Herbal&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Penanganan Rematik dengan obat tradisional/obat herbal diharapkan dapat menghilangkan rasa nyeri yang mengganggu (bukan hanya untuk sementara waktu saja), namun juga dapat mengembalikan fungsi pada persendian tersebut secara alami. Obat tradisional/obat herbal produksi PT. MEDDIA Herbal yang salah satu khasiatnya dapat mengatasi rematik adalah produk yang bernama &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;BANDRUX&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, dan jika disertai dengan peradangan pada persendian maka kombinasi &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;BANDRUX&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;PASCOP&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; akan mempercepat proses penyembuhan, tentunya dibarengi dengan penerapan pola hidup dan pola makan yang sehat serta mematuhi pantangan yang disarankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-4061599918924368900?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/4061599918924368900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/01/rematik-bisa-berujung-kecacatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/4061599918924368900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/4061599918924368900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/01/rematik-bisa-berujung-kecacatan.html' title='Rematik Bisa Berujung Kecacatan'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TTQ_L8pOlqI/AAAAAAAAAZk/SikDTWRy9S8/s72-c/rematik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-7653860279171955258</id><published>2011-01-07T13:02:00.000+07:00</published><updated>2011-01-07T13:02:55.427+07:00</updated><title type='text'>Menkes Programkan Jamu Jadi Resep Dokter Puskesmas - Tribunnews.com</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.tribunnews.com/2011/01/07/menkes-programkan-jamu-jadi-resep-dokter-puskesmas"&gt;Menkes Programkan Jamu Jadi Resep Dokter Puskesmas - Tribunnews.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-7653860279171955258?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.tribunnews.com/2011/01/07/menkes-programkan-jamu-jadi-resep-dokter-puskesmas' title='Menkes Programkan Jamu Jadi Resep Dokter Puskesmas - Tribunnews.com'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/7653860279171955258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/01/menkes-programkan-jamu-jadi-resep.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/7653860279171955258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/7653860279171955258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/01/menkes-programkan-jamu-jadi-resep.html' title='Menkes Programkan Jamu Jadi Resep Dokter Puskesmas - Tribunnews.com'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-3000401150976557776</id><published>2011-01-07T08:49:00.005+07:00</published><updated>2011-01-07T09:32:11.070+07:00</updated><title type='text'>JAMU WARISAN BUDAYA BANGSA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TSZ5hUax4vI/AAAAAAAAAZc/SB5YA4gw46Y/s1600/herbal.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 173px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TSZ5hUax4vI/AAAAAAAAAZc/SB5YA4gw46Y/s200/herbal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559264403359130354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-style: italic; color: rgb(51, 255, 255); text-align: center;"&gt;"Keberadaan tanaman sebagai obat sudah dikenal sejak ribuan tahun silam.  Bukti sejarah ini terukir dihelaian lontar, dinding-dinding candi, dan kitab masa lalu.  Resep diwariskan turun-temurun, yang tadinya hanya dikenal kalangan tertentu kemudian menyebar hingga masyarakat luas.  Dunia mencatat tradisi herbal berkembang pesat di dunia timur.  Modernisasi mentautkan tanaman obat dengan dunia farmasi.  Perlahan-lahan keampuhannya diakui kalangan ilmiah.  Dengan langkah dan cara pengolahan yang benar, khasiat tanaman obat tidak akan berubah."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jamu adalah produk ramuan bahan alam asli Indonesia, yang digunakan untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan penyakit, pemulihan kesehatan,  kebugaran,  dan kecantikan.  Ramuan bahan alam ini merupakan warisan yang diturunkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia, yang telah memiliki pengetahuan bagaimana memanfaatkan bahan alam untuk pengobatan, pemeliharaan kesehatan dan kecantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan pertama kali istilah jamu digunakan oleh orang Indonesia, tidak ada data yang pasti.  Menurut pakar bahasa Jawa Kuno, jamu berasal dari bahasa Jawa Kuno  “Jampi” atau “Usodo” yang berarti penyembuhan yang menggunakan ramuan obat-obatan atau doa-doa dan ajian-ajian.  Istilah Jampi banyak ditemukan pada naskah kuno jaman Jawa Kuno seperti pada naskah Gatotkaca Sraya, yang digubah oleh Mpu Panuluh pada jaman Kerajaan Kediri, di masa pemerintahan Jayabaya pada tahun 1135-1159 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman Jawa Baru, yaitu abad pertengahan (15-16 M), istilah usodo jarang digunakan.  Sebaliknya istilah jampi yang lebih populer dan digunakan di kalangan keraton sebagai bahasa Jawa Kromo Inggil.  Nama Jamu merupakan bahasa Jawa Madyo yang digunakan oleh masyarakat umum, diperkenalkan oleh dukun atau tabib-tabib pengobat tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan menggunakan ramuan jamu sudah dimulai oleh nenek moyang bangsa Indonesia.  Bukti sejarah tertua yang menggambarkan kebiasaan meracik, pemeliharaan kesehatan dan minum jamu ditemukan pada relief Candi Borobudur, Prambanan, Penataran, Sukuh dan Tegalwangi, yang dibangun pada masa Kerajaaan Hindu dan Budha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relief pada candi Borobudur, yang didirikan pada tahun 772 M,  menggambarkan perawatan kesehatan bagian luar tubuh dengan pemijatan dan penggunaan  ramuan jamu dan dalam tubuh dengan minum jamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti sejarah lainnya adalah Prasasti “Madhawapura” peninggalan kerajaan Hindu Majapahit, abad 13 M, yang menyebutkan adanya profesi peracik jamu yang disebut “Acaraki”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya menulis sudah dimulai abad ke 5 M, yang ditandai dengan ditemukannya parasasti 7 yupa di Kalimantan Timur, yang bertuliskan huruf Palawa dengan bahasa Sansekerta. Tetapi bukti tertulis tertua mengenai penggunaan jamu dalam pengobatan  ditemukan pada daun lontar di Bali yaitu USADA Lontar, ditulis antara tahun 991-1016 M menggunakan bahasa Jawa kuno, Sansekerta, dan bahasa Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti tertulis mengenai ramuan jamu ditulis setelah abad pertengahan (15-16 M), antara lain Serat Centhini, yang ditulis tahun 1814 M; dan “Serat Kawruh Bab Jampi-jampi Jawi” atau " Tulisan Pengetahuan tentang Jamu Jawa", yang ditulis tahun 1858 memuat sebanyak 1734 ramuan jamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan yang memuat istilah jamu ditemukan pada “Serat Parimbon djampi ingkang sampoen kangge ing salami-laminipoen” tahun 1875 M dan  BUKU RESEP, ditulis dalam bahasa Melayu memuat banyak istilah jamu.  Buku ini merupakan kumpulan resep obat-obatan dan pengobatan tradisional, yang masuk ke dalam koleksi Museum van het Bataviaasch  Genoootscha van Kustenen Wetenschappen pada tahun 1909 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jaman kolonial, beberapa pustaka juga menyebutkan berbagai jenis tanaman di nusantara yang berkhasiat obat.  Yacobus Bontius, seorang petualang Portugis, orang eropa pertama yang menerbitkan buku yang memuat jenis-jenis tanaman obat dan kegunaannya, yang ditulis dalam bukunya berjudul “Historia Naturalist et Medica Indiae” pada tahu 1627.  Bontius juga merupakan orang pertama yang menulis tentang tumbuhan obat di Jawa  tahun 1658 M.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gregorius Rumphius-seorang ahli botani yang tinggal di Maluku menulis tumbuhan dan hewan yang ada di Maluku, karyanya ditulis dalam buku “Amboinish Kruidboek”. Buku Rumphius lainnya berjudul “Herbarium Amboinense”, merupakan catatan tentang pemanfaatan tumbuhan untuk pemeliharaan kesehaan dan pengobatan, yang  ditulis sekitar tahun 1741-1755 M.  Monograf tumbuhan obat di Jawa, oleh Horsfield, tahun 1816, Tumbuhan yang beracun dan bermanfaat sebagai obat, oleh Greshoff’s , tahun 1890-1914 M, “Het javaanese receptenboek” (buku resep pengobatan Jawa kuno) oleh Van Hien, tahun 1872.  “Indische Planten en haar Geneeskracht” (Tumbuhan Asli dan Kekuatan Penyembuhannya) oleh  Kloppenburg-Versteegh, tahun 1907. Publikasi-publikasi tersebut umumnya memuat manfaat setiap jenis tanaman atau berupa ramuan yang digunakan oleh masyarakat Indonesia pada masa itu.  Publikasi tersebut berperan cukup besar dalam perkembangan pengetahuan jamu di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamu yang dulunya hanya digunakan oleh kalangan terbatas, kini dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.  Industri jamu sekala rumah tangga di Indonesia dimulai sejak 200 tahun yang lalu, dirintis oleh Ny. Item dan Ny. Kembar di Ambarawa, Jawa Tengah pada  tahun 1825.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, di awal 1900 beberapa industri jamu bermunculan, dan bertahan hingga sekarang.  Banyak industri jamu yang telah menggunakan teknologi terbaru baik dalam pengolahan, pengemasan, pemasaran dan pengujian secara medis yang lebih terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk jamu yang dulunya identik dengan pengolahan secara sederhana, kini telah diproses secara modern, mekanis dengan pengolahan yang higienis.   Berdasarkan produknya, jamu dikelompokkan menjadi obat (jamu) tradisional, obat tradisional terstandar dan fitofarmaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat adanya industri-industri jamu ini, jamu menjadi mudah diperoleh di seluruh pelosok negeri, bahkan sampai diekspor ke mancanegara, dan penggunaan jamu menjadi sangat luas, yaitu sebagai pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, pemulihan kesehatan,  kebugaran,  relaksasi dan kecantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengguna jamu bukan hanya masyarakat di pedesaan saja, tetapi juga masyarakat modern yang tingal di kota-kota besar. Saat ini, diperkirakan 80% penduduk Indonesia pernah menggunakan Jamu.  Bahkan &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;banyak produk jamu Indonesia yang manfaatnya sudah diakui oleh para pakar kesehatan internasional&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertitik tolak dari bukti-bukti sejarah penggunaan tanaman obat di atas, dan eratnya penggunaan tanaman obat dalam kehidupan sehari-hari, jamu sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia, sehingga jamu telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia, dan memang tepat bila &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;JAMU ADALAH BRAND INDONESIA&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:8pt;" &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Sumber: &lt;a href="http://balitro.litbang.deptan.go.id/"&gt;http://balitro.litbang.deptan.go.id&lt;/a&gt;; trubus info kit vol. 08)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-3000401150976557776?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/3000401150976557776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/01/jamu-warisan-budaya-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/3000401150976557776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/3000401150976557776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2011/01/jamu-warisan-budaya-bangsa.html' title='JAMU WARISAN BUDAYA BANGSA'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TSZ5hUax4vI/AAAAAAAAAZc/SB5YA4gw46Y/s72-c/herbal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-3832189671996278630</id><published>2010-11-04T14:28:00.005+07:00</published><updated>2010-11-16T14:22:38.741+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hepatitis'/><title type='text'>H E P A T I T I S</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;PENGERTIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis adalah peradangan hati karena berbagai sebab, biasanya terjadi karena virus. Virus Hepatitis sering ditemukan khususnya di negeri tropis.&lt;br /&gt;Sejumlah virus yang menyebabkan hepatitis yang terpenting adalah virus Hepatitis A dan Hepatitis B, tetapi di negeri tropis (contohnya Afrika) terdapat beberapa jenis virus lain yang sangat berbahaya seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;HEPATITIS A &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Hepatitis A adalah virus yang tidak berbahaya, menyerang terutama pada anak-anak dan dewasa muda. Penyebarannya terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan, dan biasanya ditularkan melalui air minum yang tercemar oleh kotoran manusia yang mengandung virus atau melalui makanan. Masa inkubasi pendek, hanya beberapa minggu. Penyakit ini sangat menular dan sering muncul sebagai epidemi. Nama lamanya adalah hepatitis epidemica.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;Gejala – gejalanya&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;a. Pada stadium prodromal terjadi demam ringan.&lt;br /&gt;b. Nafsu makan hilang.&lt;br /&gt;c. Mual-mual.&lt;br /&gt;d. Urin berwarna gelap.&lt;br /&gt;e. Ikterus yang semakin meningkat.&lt;br /&gt;f. Pembesaran hati ringan.&lt;br /&gt;g. Sering terasa nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;HEPATITIS B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hepatitis B adalah penyakit yang lebih berbahaya. Terdapat diseluruh dunia tetapi kekerapannya sangat tinggi di semua negeri tropis, termasuk Indonesia. Epidemiologinya berbeda dengan hepatitis A. Hepatitis B terjadi pada usia yang lebih lanjut, umumnya berjangkit pada orang dewasa.&lt;br /&gt;Transmisi (penularan) terjadi melalui darah dan produk darah, bahkan dengan jumlah yang sedikit saja sudah cukup. Transmisi melalui alat-alat medik yang pertama kali ditemukan dan dinamakan hepatitis serum. Jarum-jarum termasuk jarum suntik, jarum akupuntur dan alat-alat untuk menusuk jari dapat berbahaya. Donor darah dapat pula menularkan penyakit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;Gejala – gejalanya adalah&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;a. Terkadang terlihat hepatitis dengan ikterus seperti hepatitis A.&lt;br /&gt;b. Pada stadium prodromal sering ditemukan kemerahan pada kulit dan nyeri sendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;HEPATITIS C&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis C sedikit agak langka dibandingkan hepatitis B bertahun-tahun yang lalu, kebanyakan orang yang mengidap penyakit ini mendapatkannya melalui transfusi darah yang jelek, sebelum darah secara rutin diseleksi untuk mencari virus ini.&lt;br /&gt;Sekitar separuh dari orang-orang yang terinfeksi hepatitis C berlanjut menjadi hepatitis kronis. Dan sirosis Hati menyusul sekitar 20 % dari kasus-kasus ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;TERAPHY&lt;span class="fullpost"&gt; DENGAN HERBAL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyakit Hepatitis A, B &amp;amp; C dapat diteraphy dengan menggunakan produk &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#99ffff;"&gt;ATUK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Kisaran lama teraphy tergantung dari stadium penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Sumber: Buku Petunjuk Penggunaan MEDDIA Herbal, Juni 2005)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-3832189671996278630?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/3832189671996278630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/11/h-e-p-t-i-t-i-s.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/3832189671996278630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/3832189671996278630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/11/h-e-p-t-i-t-i-s.html' title='&lt;strong&gt;H E P A T I T I S&lt;/strong&gt;'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-4381488844187365307</id><published>2010-11-04T09:49:00.003+07:00</published><updated>2010-11-04T10:43:07.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Osteoporosis'/><title type='text'>9 Golongan Berisiko Osteoporosis</title><content type='html'>Osteoporosis adalah suatu kondisi berkurangnya massa tulang secara nyata yang berakibat pada rendahnya kepadatan tulang. Osteoporosis merupakan penyakit yang datang diam-diam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang berisiko berisiko tinggi terhadap osteoporosis? Berikut ini sembilan golongan yang termasuk berisiko tinggi mengalami keropos tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penderita Hiperparatiroid&lt;br /&gt;Meskipun rendah persentase kejadiannya, hormon paratiroid yang terletak di leher depan kita berdekatan dengan kelenjar tiroid, dapat mengalami keganasan atau tumor. Pada situasi ini, jumlah hormon yang beredar di dalam tubuh akan meningkat. Padahal, seperti kita ketahui, hormon ini sangat erat hubungannya dengan sel osteoclast dalam tulang. Akibatnya, sel-sel osteoclast akan mengalami peningkatan aktivitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan lebih banyak senyawa kalsium yang diambil dari tulang sehingga menimbulkan peningkatan pesat kadar kalsium dalam darah. Kondisi semacam ini menyebabkan penderita mengalami penurunan selera makan, kemunduran dalam kekuatan otot, nyeri perut, dan pengeroposan tulang bila terjadi secara berlanjut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penderita Hipertiroid&lt;br /&gt;Sebutan lain untuk hipertiroid adalah basedow. Gejala penderita cukup beragam, tidak sama satu sama lain. Namun, secara umum ditandai oleh mudah berkeringat, lemas, gugup, lekas marah, cemas, gelisah, tidak bisa tidur, lapar terus (anehnya, meskipun sudah makan, berat badan malahan turun), sembelit atau justru diare, tangan gemetar, haid tidak teratur, tekanan darah meninggi, rambut mudah rontok, dan pengeroposan tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab hipertiroid adalah berlebihnya kadar hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar gondok. Akibatnya, pertukaran zat dalam tubuh meningkat jauh di atas normal. Pengatur metabolisme tubuh menjadi terlalu aktif, termasuk metabolisme kalsium. Pada kondisi tersebut terjadi pembuangan kalsium secara besar-besaran melalui air seni maupun tinja. Untuk mengimbanginya, terjadilah proses demineralisasi tulang yang lebih aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penderita Anoreksia Nervosa &lt;br /&gt;Penderita anoreksia nervosa (kelainan pola makan) akan melakukan pembatasan konsumsi makanan secara tidak wajar. Mereka akan berupaya mati-matian untuk menjaga berat badan dan bentuk tubuhnya, serta mengendalikan  kebiasan makan yang ketat. Seringkali mereka melakukan kegiatan olahraga yang berlebihan dalam upaya mencapai bobot badan ideal menurut imajinasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya penurunan bobot badan yang dilakukan kelihatan cukup realistis. Namun, setelah mencapai target, mereka menetapkan bobot ideal yang lebih rendah. Secara psikologis, mereka sangat peka terhadap kritikan mengenai bobot badan. Diet yang dilakukan seolah-olah menjadi pola hidup. Mereka sebenarnya memiliki rasa lapar yang normal, tetapi rasa lapar tersebut dikontrol dengan ketat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan berlemak nyaris tidak tersentuh, padahal kandungan energinya tinggi. Penderita anoreksia adalah individu-individu yang memiliki kepedulian tinggi terhadap aspek gizi. Sayang sekali terjadi distorsi pengetahuan gizi, sehingga mereka tidak mampu mempraktikkan konsep-konsep informasi gizi yang diterimanya. Karena itulah penyakit osteoporosis mudah sekali menyerang mereka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;4. Hamil dan Menyusui&lt;br /&gt;Semasa hamil, penyerapan kalsium di dalam usus ibu akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan kalsium bagi bayi yang dikandungnya. Apabila konsumsi kalsium harian pada ibu rendah, kebutuhan bayi akan kalsium terpaksa dipenuhi dari cadangan kalsium yang ada pada tulang ibunya. Hal yang sama juga dapat terjadi selama menyusui. ASI sangat diperlukan oleh bayi untuk hidup sehat, dan salah satu komponen penting pada ASI adalah kalsium. ASI rata-rata mengandung kalsium sebanyak 300 mg per liter. Oleh karena itu, konsumsi kalsium harus ditingkatkan selama menyusui. Jumlah konsumsi yang dianjurkan selama hamil dan menyusui masing-masing sebesar 1.200 mg per hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja yang sedang tumbuh (11-24 tahun) dianjurkan mengonsumsi kalsium 1.200 mg per hari. Jarak kehamilan yang terlalu dekat tentu akan mempercepat kehilangan kalsium tulang, terutama bagi yang konsumsi hariannya kurang cukup. Dengan kehamilan yang diatur jaraknya (misalnya 2-3 tahun), diharapkan status kalsium ibu akan kembali normal sebelum hamil dan menyusui berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pola Makan yang Tidak Tepat&lt;br /&gt;Makan hendaknya tidak diartikan sebagai rutinitas belaka. Dari aspek kesehatan, pola makan yang salah dapat membahayakan. Pola makan yang sangat mendukung osteoporosis adalah pola makan yang sangat rendah kalsium serta vitamin A, D, dan K. Kecukupan vitamin sebaiknya dipenuhi dari sumber alami, seperti sayuran-sayuran berdaun hijau tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi tinggi kafein dapat menyebabkan pembuangan kalsium secara besar-besaran dalam air seni. Menghindari konsumsi protein yang terlalu banyak juga dapat mencegah osteoporosis. Hal ini disebabkan protein yang tercerna tubuh, melepaskan asam dalam aliran darah. Asam tersebut akan dinetralisasi tubuh dengan mengurai kalsium dari tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serat pangan yang dikonsumsi secara berlebihan juga kurang baik bagi tubuh. Serat pangan akan mengikat sebagian besar senyawa makanan dalam usus dan juga menghambat penyerapannya. Senyawa yang paling mudah berikatan dengan serat pangan adalah mineral, termasuk kalsium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pemakai Obat Kortikosteroid &lt;br /&gt;Perbedaan obat dan racun sangatlah tipis, yang membedakan hanyalah dosis yang dipakai. Beberapa jenis obat dapat mengganggu kepadatan tulang. Pola yang ditimbulkan dapat berwujud gangguan dalam penyerapan kalsium atau gangguan terhadap mekanisme kerja hormon pengatur seperti yang terdapat pada obat golongan kortikosteroid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat kortikosteroid tergolong istimewa, banyak jenis penyakit yang dapat disembuhkan. Obat ini digunakan untuk mengobati penyakit asma, bronkiale, alergi makanan, alergi obat, biduran, rhinitis alergi (kelainan hidung), artritis (kelainan sendi), dan penyakit lain karena proses alergi. Sayangnya, bila digunakan dalam waktu yang lama akan berakibat buruk untuk penggunanya. &lt;br /&gt;Obat tersebut, selain dapat menimbulkan tukak lambung, juga dapat mengacaukan kadar gula darah, kemunduran elastisitas kulit, katarak, pertumbuhan bulu-bulu tambahan di luar proporsi, memudahkan seseorang terjangkit infeksi, bengkak di wajah dan kaki, hipertensi, dan kerapuhan tulang (osteoporosis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Perokok&lt;br /&gt;Sedikitnya 25 jenis penyakit timbul karena kebiasaan merokok, antara lain kanker kandung kemih, kanker paru, penyempitan pembuluh darah, yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke, serta kelainan osteoporosis. Efek merugikan atas kepadatan tulang berbanding lurus dengan masa penggunaan dan banyaknya rokok. Kebiasaan merokok satu batang sehari dalam satu bulan dapat mengakibatkan penurunan massa tulang sebesar 0,004 persen. &lt;br /&gt;Belum diketahui pasti bagaimana merokok dapat mengakibatkan osteoporosis. Diduga, zat-zat dalam rokok mencetuskan pemecahan hormon esterogen pada wanita dan testosteron pada laki-laki secara berlebihan. Akibatnya, jumlah hormon dalam tubuh akan menurun. Dengan menurunnya kedua jenis hormon tersebut, pemeliharaan tulang jelas akan terpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Peminum Kopi Berlebihan&lt;br /&gt;Banyak yang berpendapat bahwa daya tarik minum kopi ada pada cita rasanya, kesan ritual, dan kehangatan yang ditimbulkannya. Namun, sebetulnya daya tarik utama kopi terletak pada kandungan kafein yang tinggi. Sebagai bahan penyegar, kafein dapat menghilangkan rasa kantuk, reaksi gerak lebih cepat, kewaspadaan dan konsentrasi meningkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, minuman ini juga membawa dampak yang buruk bagi kesehatan kita, akan terjadi peningkatan kadar kolesterol sebesar 36 persen, penurunan kadar vitamin B6 sebesar 21 persen, dan penurunan kepadatan tulang sebesar 0,0023 persen. Hal itu akan terjadi bila seseorang minum tiga cangkir kopi setiap hari selama dua minggu. &lt;br /&gt;Penurunan kepadatan tulang ini belum diketahui secara pasti, tetapi para ilmuwan menduga peningkatan pembuangan kalsium terjadi melalui pembuangan air seni akibat efek diuretik kafein. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Peminum Alkohol&lt;br /&gt;Secara meyakinkan alkohol dapat mengakibatkan kerusakan banyak organ tubuh. Pada otak akan terjadi kerusakan sel-sel saraf sehingga timbul gangguan fungsi berpikir, rasa, dan perilaku. Pada dinding dalam lambung terjadi luka-luka kecil. &lt;br /&gt;Ancaman yang turut membayangi adalah kerapuhan tulang. Kondisi ini bisa terjadi lantaran adanya kegagalan yang sistematis sifatnya dalam pemeliharaan kadar mineral kalsium yang merupakan unsur penting dalam kepadatan tulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya luka-luka kecil yang menahun pada lambung akan mengakibatkan perdarahan di lambung. Meskipun kecil bentuk lukanya, karena berlangsung dalam waktu lama, jumlah darah yang keluar menjadi banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kita ketahui bahwa jumlah kalsium dalam darah cukup banyak. Jika banyak darah yang keluar dari tubuh, akan banyak pula jumlah kalsium yang keluar dari tubuh, sehingga pengurangan atau penyerapan kalsium dari tulang semakin besar dan menandakan bahwa tulang semakin rapuh dengan berkurangnya kalsium tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Harian Kompas, Edisi Jumat 24 Oktober 2008) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-4381488844187365307?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/4381488844187365307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/11/9-golongan-berisiko-osteoporosis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/4381488844187365307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/4381488844187365307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/11/9-golongan-berisiko-osteoporosis.html' title='9 Golongan Berisiko Osteoporosis'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-6791672834285247900</id><published>2010-11-02T11:17:00.004+07:00</published><updated>2010-11-03T08:55:07.700+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cytomegalovirus (CMV)'/><title type='text'>VIRUS CYTOMEGALIA (CMV)</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Apa CMV itu…?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Virus sitomegalia (cytomegalovirus/CMV) adalah infeksi oportunistik (IO). Virus ini sangat umum. Sampai 85% masyarakat di AS terinfeksi CMV pada saat mereka berusia 40 tahun. Statistik untuk Indonesia belum diketahui. Sistem kekebalan tubuh yang sehat mengendalikan virus ini, sehingga tidak mengakibatkan penyakit.&lt;br /&gt;Waktu pertahanan kekebalan menjadi lemah, CMV dapat menyerang beberapa bagian tubuh. Kelemahan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai penyakit termasuk HIV. Terapi antiretroviral (ART) sudah mengurangi angka penyakit CMV pada Odha secara bermakna. Namun, kurang lebih 5% Odha masih mengalami penyakit CMV.&lt;br /&gt;Penyakit yang paling lazim disebabkan CMV adalah retinitis. Penyakit ini adalah kematian sel pada retina, bagian belakang mata. Kematian sel ini dapat menyebabkan kebutaan secara cepat jika tidak diobati. CMV dapat menyebar keseluruh tubuh dan menginfeksi beberapa organ sekaligus. Risiko penyakit CMV tertinggi waktu jumlah CD4 dibawah 50. Penyakit CMV jarang terjadi dengan jumlah CD4 diatas 100.&lt;br /&gt;Tanda pertama retinitis CMV adalah masalah penglihatan seperti titik hitam yang bergerak. Ini disebut ‘floater’ (katung-katung) dan mungkin menunjukkan adanya radang pada retina. Kita juga mungkin memperhatikan cahaya kilat, penglihatan yang kurang atau bengkok-bengkok, atau tidak buta. Beberapa dokter mengusulkan pemeriksaan mata untuk mengetahui adanya retinitis CMV. Pemeriksaan ini dilaksanakan oleh ahli mata. Jika jumlah CD4 kita dibawah 200 dan kita mengalami masalah penglihatan apa saja, sebaiknya kita langsung menghubungi dokter.&lt;br /&gt;Beberapa Odha yang baru saja mulai memakai ART dapat mengalami radang dalam mata, yang menyebabkan kehilangan penglihatan. Masalah ini disebabkan oleh sindrom pemulihan kekebalan. Sebuah penelitian baru memberi kesan bahwa orang dengan CMV aktif lebih mudah menularkan HIV-nya pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Bagaimana CMV Diobati?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pengobatan pertama untuk CMV meliputi infus setiap hari. Karena harus diinfus setiap hari, sebagian besar orang memasang ‘keran’ atau buluh obat yang dipasang secara tetap pada dada atau lengan. Dulu orang dengan penyakit CMV diperkirakan harus tetap memakai obat anti-CMV seumur hidup.&lt;br /&gt;Pengobatan CMV diperbaiki secara dramatis selama beberapa tahun terakhir ini. Saat ini ada tujuh jenis pengobatan CMV yang disetujui oleh FDA di AS. ART dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Pasien dapat berhenti memakai obat CMV jika jumlah CD4-nya diatas 100 hingga 150 dan tetap begitu selama tiga bulan. Namun ada dua keadaan yang khusus:&lt;br /&gt;1. Sindrom pemulihan kekebalan dapat menyebabkan radang yang berat pada mata Odha walaupun sebelumnya tidak pernah berpenyakit CMV. Dalam hal ini, biasanya pasien diberikan obat anti-CMV bersama dengan ART-nya.&lt;br /&gt;2. Bila jumlah CD4 turun di bawah 50, risiko penyakit CMV meningkat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Apakah CMV Dapat Dicegah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gansiklovir disetujui untuk mencegah (profilaksis) CMV, tetapi banyak dokter enggan meresepkannya. Mereka tidak ingin menambahkan hingga 12 kapsul lagi pada pasien. Lagi pula, belum jelas profilaksis ini bermanfaat. Dua penelitian besar menghasilkan kesimpulan berbeda. Akhirnya, ART dapat menahan jumlah CD4 pada tingkat yang cukup tinggi sehingga yang memakainya tidak akan berpenyakit CMV. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Bagaimana Kita Dapat Memilih Pengobatan CMV?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ada beberapa masalah yang sebaiknya dipertimbangkan jika memilih pengobatan penyakit CMV aktif:&lt;br /&gt;a. Apakah ada risiko pada penglihatan?&lt;br /&gt;Kita sebaiknya bertindak secara cepat agar kita tidak menjadi buta.&lt;br /&gt;b. Seberapa efektif pengobatan?&lt;br /&gt;Gansiklovir suntikan adalah pengobatan CMV yang paling efektif secara keseluruhan. Bentuk susuk sangat baik untuk menghentikan retinitis. Namun susuk hanya bekerja pada mata yag ditanam.&lt;br /&gt;c. Bagaimana obat diberikan?&lt;br /&gt;Pil paling mudah ditangani. Pengobatan kedalam pembuluh darah meliputi suntikan atau buluh obat yang mungkin menimbulkan infeksi.&lt;br /&gt;d. Apakah terapinya lokal atau sistemik?&lt;br /&gt;Terapi lokal hanya mempengaruhi mata. Retinitis CMV dapat cepat menyebar dan mengakibatkan kebutaan. Karena itu, penyakit ini diobati dengan manjur waktu pertama ditemukan. Obat baru dalam bentuk suntikan dan susuk menempatkan obat langsung dalam mata, dan menimbulkan dampak terbesar pada retinitis. CMV juga dapat ditemukan pada bagian tubuh lain. Untuk menanggulangi di bagian tubuh lain, kita membutuhkan terapi sistemik (seluruh tubuh). Pengobatan suntikan atau infus, atau pil valgansiklovir, dapat dipakai.&lt;br /&gt;e. Apa efek sampingnya?&lt;br /&gt;Beberapa obat CMV dapat merusak sum-sum tulang atau ginjal. Ini mungkin membutuhkan obat tambahan. Obat lain meliputi infus selama waktu yang lama. Membahas efek samping pengobatan CMV dengan dokter.&lt;br /&gt;f. Apa saran pedoman?&lt;br /&gt;Baru-baru ini ada beberapa pedoman professional yang menyarankan penggunaan valgansiklovir sebagai pengobatan pilihan untuk pasien yang tidak beresiko segera kehilangan penglihatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;Garis Dasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan ART adalah cara terbaik untuk mencegah CMV. Jika jumlah CD4 kita rendah, dan kita mengalami gangguan penglihatan APA PUN, kita harus langsung periksa ke dokter!&lt;br /&gt;Pengobatan langsung pada mata memungkinkan pengendalian retinitis CMV. Dengan obat CMV baru, kita dapat menghindari buluh obat yang dipasang pada tubuh kita dan infus harian.&lt;br /&gt;Sebagian besar orang dapat menghentikan penggunaan obat CMV jika jumlah CD4-nya naik dan tetap di atas 100-150 waktu memakai ART.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Sumber: Lembaran Informasi 501, Yayasan Spiritia)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-6791672834285247900?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/6791672834285247900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/11/virus-cytomegalia-cmv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/6791672834285247900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/6791672834285247900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/11/virus-cytomegalia-cmv.html' title='VIRUS CYTOMEGALIA (CMV)'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-987570795907405544</id><published>2010-10-30T20:06:00.019+07:00</published><updated>2011-08-27T21:18:27.080+07:00</updated><title type='text'>Kantor Cabang</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;KANTOR PUSAT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Jl. Keramajaya RT. VII No. 74 Tenggarong&lt;br /&gt;Kutai Kartanegara - Kalimantan Timur.&lt;br /&gt;No. Telp/Fax: (0541) 663040&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;KANTOR PEMASARAN SAMARINDA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Sofyan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jl. Pangeran Suryanata Perum Puspita Bukit Pinang Blok L No. 10&lt;br /&gt;Samarinda - Kaltim&lt;br /&gt;No. Telp/Hp. (0541) 290298 / 0811.552.692&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;KANTOR PEMASARAN DEPOK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Ali Arridlo&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Komplek Depok Maharaja Blok L 4 No. 10&lt;br /&gt;Kel. Rangkapan Jaya, Kec. Pancoran Mas&lt;br /&gt;Depok - Jawa Barat&lt;br /&gt;Telp/Hp. (021) 99444129 / 0813.8133.3368&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;KANTOR PEMASARAN TEGAL&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;strong&gt;Mustari&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jl. Merak No. 16, Kel. Randugunting - Tegal&lt;br /&gt;Telp/Hp. (0283) 354627 / 0813.2699.8910&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;KANTOR CABANG JAWA BARAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;dr. Aminudin Azis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;No. Hp. 0852.1667.2777&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;KANTOR CABANG JAWA TENGAH&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Amrullahi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jl. Raya Karangsari No. 98A, Depan Koramil Kec. Karangsari Pekalongan&lt;br /&gt;No. Hp. 0813.2685.8475&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;KANTOR CABANG JAWA TIMUR&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Gunawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Jl. Ratu Ayu No. 10 Kelurahan Wage, Kecamatan Taman&lt;br /&gt;Kab. Sidoarjo - Jawa Timur&lt;br /&gt;No. Telp. (031) 81981072&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;KANTOR CABANG KALIMANTAN TIMUR&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Suntoro&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jl. KH. A. Muksin No. 4,  Kelurahan Timbau - Tenggarong&lt;br /&gt;Kab. Kutai Kartanegara - Kalimantan Timur&lt;br /&gt;No. Hp. 085393340966&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;AGEN PEMASARAN MALANG&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Soekarmun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jl. Raya Sukoanyar Cokro RT. 4 RW. 3, Kec. Pakis - Malang&lt;br /&gt;No. Telp/Hp 0878 1077 8996&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;AGEN PEMASARAN RIAU&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Agus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jl. Tamtama No. 7 Rt.2/Rw. 2, Kec. Payung Sakak - Kel. Lebah Baru Timur&lt;br /&gt;Pekanbaru – Riau&lt;br /&gt;No.Hp. 0813 8517 8412&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;AGEN PEMASARAN MEDAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Rizal Syamsudin dan Eddi Sabrani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jl. Mistar No. 23, Ayahanda - Medan 20118.&lt;br /&gt;No. Hp. 0815.318.1200&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;AGEN PEMASARAN BLITAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Pandu Wijaya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Selayar RT. 07/02 No. 23, Karangtengah – Sananwetan&lt;br /&gt;Blitar – Jawa Timur&lt;br /&gt;No. Hp. 0813.329.69440&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;AGEN PEMASARAN NTB &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;M. Faridi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;“KJKS Paleba” Gedung Muammalat Lt. 2&lt;br /&gt;Jl. Ahmad Yani No. 37 Taliwang&lt;br /&gt;Kab. Sumbawa Barat - NTB&lt;br /&gt;No. Hp. 0813 169 29167&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;AGEN PEMASARAN JAKARTA PUSAT&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Sumur Batu Gg. Buntu RT. 002/06 Rumah No. 4.&lt;br /&gt;No.Telp/Hp. (021) 93134101 / 0852 6084 7091&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;AGEN PEMASARAN DEPOK &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Inayat Putra Bhaskara &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Depok Villa Pertiwi Blok G6 No. 10&lt;br /&gt;Jl. Raya Bogor KM 37 Cimanggis, Depok&lt;br /&gt;No. Hp. 0813.1616.8084&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;AGEN PEMASARAN TANGERANG&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Alit Obos&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Pelabuhan Ratu No. 6 Perum Suradita - Tangerang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;AGEN PEMASARAN BANYUMAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;A. Ristoyo &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jl. Raya Palumbungan Rt. 09/Rw. 02 Kecamatan Gumelar&lt;br /&gt;Kab. Banyumas&lt;br /&gt;No. Hp. 0813.916.42222&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;AGEN PEMASARAN PURWOKERTO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Komariah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;“Queen Net”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jl. Tegal Mulya 3 No. 6 Rt.4 Rw. 5&lt;br /&gt;Desa Ledug, Kec. Kembaran – Banyumas&lt;br /&gt;No. Hp. 0813.2848.0202&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;&lt;strong&gt;AGEN PEMASARAN AJIBARANG&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;strong&gt;Handoko Setiawan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Desa Ciberung Rt. 02 Rw. 03 Kec. Ajibarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Banyumas - 53163&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;No. Hp. 0818.0473.8866&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;AGEN PEMASARAN SAMARINDA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Cecep&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Perum Bukit Rindang Luhur&lt;br /&gt;Jl. AM. Riffandi Blok K No. 4 Samarinda&lt;br /&gt;No. Telp/Hp. (0541) 7268760 / 0852.504.33056&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0); font-weight: bold;"&gt;AGEN PEMASARAN PANGKALPINANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Diah Mustikasari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jl. Tiram Raya No. 34 (belakang Masjid Al-Husna)&lt;br /&gt;Kel. Pasir Garam - Pangkal Pinang&lt;br /&gt;No. Hp. 081351714747&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-987570795907405544?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/987570795907405544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/10/kantor-cabang-meddia_30.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/987570795907405544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/987570795907405544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/10/kantor-cabang-meddia_30.html' title='Kantor Cabang'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-6761194266537718841</id><published>2010-05-30T23:27:00.002+07:00</published><updated>2011-02-07T08:25:13.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lipoma'/><title type='text'>L I P O M A</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TAKUiaftk-I/AAAAAAAAAZI/swBay8RmjVs/s1600/120px-Lipoma_02.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 120px; height: 90px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TAKUiaftk-I/AAAAAAAAAZI/swBay8RmjVs/s200/120px-Lipoma_02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477103415784739810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;DEFINISI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lipoma adalah tumor jinak yang tumbuh dibawah kulit dan merupakan endapan lemak.&lt;br /&gt;Lipoma tumbuh dengan perlahan-lahan dan mudah dideteksi tangan dan disentuh oleh jari secara pelan.  Lipoma dapat terjadi di bagian manapun dari badan, di mana ada sel lemak. Lipoma sering terbentuk di dalam lapisan lemak di bawah kulit. Lipoma memiliki variasi dalam ukuran, dari ukuran kacang polong sampai beberapa centimeter garis tengahnya. Lokasi yang paling umum terdapat lipoma adalah pada atas bahu, dada dan punggung, tetapi daerah lain di kulit dapat berkembang juga suatu lipoma.  Orang segala usia dapat terkena lipoma, tapi lebih sering pada orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 255, 255);"&gt;PENYEBAB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyebab lipoma tidak diketahui, ada kemungkinan disebabkan oleh faktor genetik.&lt;br /&gt;Kadang, luka yang diakibatkan oleh benda tumpul bisa memicu tumbuhnya lipoma.&lt;br /&gt;ada sedikit kemungkinan lipoma menjadi kangker bernama liposarcoma. Liposarcoma terus tumbuh dan biasanya menimbulkan rasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 255, 255);"&gt;GEJALA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ciri lipoma:&lt;br /&gt;a. benjolan dengan diameter 2-10 cm&lt;br /&gt;b. terasa empuk dan lembut serta mudah dipindahkan dengan jari&lt;br /&gt;c. sering berada di leher, lengan, dan batang tubuh. Tetapi bisa muncul dibagian tubuh    manapun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Biasanya orang-orang tidak menyadari bahwa mereka mengidap lipoma sampai benjolannya tumbuh besar dan terlihat.  Sebagian besar lipoma tidak bergejala, tapi beberapa orang merasakan kesakitan (nyeri) akibat tekanan yang ditimbulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 255, 255);"&gt;PENANGANAN MEDIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biasanya lipoma tidak perlu diapa-apakan, dan berhenti tumbuh tanpa menyebabkan masalah.  Ada beberapa cara mengatasi lipoma:&lt;br /&gt;a. suntikan steroid&lt;br /&gt;b. pembedahan (eksisi)&lt;br /&gt;c. sedot lemak (liposuction)&lt;br /&gt;Lipoma dibuang karena beberapa hal:&lt;br /&gt;a. alasan kecantikan (merasa tidak nyaman)&lt;br /&gt;b. jika bermasalah (mengganggu pergerakan, sakit, dll.)&lt;br /&gt;c. untuk penelitian (terutama saat sudah menjadi liposarcoma)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 255, 255);"&gt;THERAPY DENGAN HERBAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penanganan Lipoma dengan Herbal MEDDIA, yaitu : jika masih dalam kondisi normal (artinya disentuh/ditekan tidak terasa nyeri) menggunakan produk &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;GISAK&lt;/span&gt;. Namun jika disentuh/ditekan terasa nyeri, maka perlu ditambahkan dengan produk &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 0);"&gt;MEDDIA MEDDWA&lt;/span&gt;.  (dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-6761194266537718841?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/6761194266537718841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/05/l-i-p-o-m.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/6761194266537718841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/6761194266537718841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/05/l-i-p-o-m.html' title='L I P O M A'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/TAKUiaftk-I/AAAAAAAAAZI/swBay8RmjVs/s72-c/120px-Lipoma_02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-6239658221607392407</id><published>2010-05-29T21:08:00.003+07:00</published><updated>2011-04-15T07:55:39.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polip'/><title type='text'>P O L I P  H I D U N G</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;PENGERTIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Polip hidung adalah massa lunak, yang terdapat dalam rongga hidung berwarna putih atau keabu-abuan.  Jika polip tersebut tumbuh cukup besar akan menyumbat salah satu atau kedua rongga hidung,  sehingga indra penciuman akan terganggu, bernafas pun menjadi sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;PENYEBAB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Polip terjadi akibat reaksi hipersensitif atau reaksi alergi pada mukosa.  Faktor penyebab yang lainnya yaitu :&lt;br /&gt; Sinusitis kronik&lt;br /&gt; Iritasi&lt;br /&gt; Sumbatan hidung oleh kelainan anatomi seperti deviasi septum&lt;br /&gt; hipertropi konka&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;CIRI-CIRINYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mukosa hidung membengkak, terjadi banyak cairan interselular dan sel radang, kemudian terdorong ke dalam hidung oleh gaya berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;AKIBATNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumbatan hidung yang semakin lama semakin berat dan rinorea. Dapat terjadi Hiposmia atau Anosmia, bila menyumbat Ostium.  Dapat terjadi sinusitis dengan ingus purulen.  Karena disebabkan alergi, gejala utamanya adalah bersin dan iritasi hidung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;TERAPI DENGAN HERBAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penanganan Polip dengan menggunakan produk herbal MEDDIA yaitu &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;COKLINU&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-6239658221607392407?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/6239658221607392407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/05/p-o-l-i-p-h-i-d-u-n-g.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/6239658221607392407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/6239658221607392407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/05/p-o-l-i-p-h-i-d-u-n-g.html' title='P O L I P  H I D U N G'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-7207960431263928867</id><published>2010-05-13T11:17:00.004+07:00</published><updated>2011-02-06T08:39:20.052+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Batu Empedu'/><title type='text'>B A T U  E M P E D U</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;PENGERTIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Batu empedu yang mengandung kristal atau amorf dapat mempunyai berbagai macam bentuk, batu itu dibentuk di dalam vesika felea. Empedu terdiri dari larutan netral dari garam empedu yang terikat (conjungated bile salt) dalam bentuk natrium, kolesterol, fosfolipid, dan pigmen empedu.&lt;br /&gt;Berbagai faktor yang mempengaruhi pembentukan batu empedu, diantaranya :&lt;br /&gt;- ekskresi garam empedu&lt;br /&gt;- pigmen empedu&lt;br /&gt;- kolesterol empedu&lt;br /&gt;- infeksi&lt;br /&gt;- substansia mukus&lt;br /&gt;- konstitusi dan faktor lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;PENYEBABNYA&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Batu empedu sebetulnya bukan batu, melainkan endapan-endapan kolesterol dan kalsium yang mengeras dan sering terbentuk menjadi bola-bola kecil, hanyut memasuki salah satu saluran yang menuju usus halus itu. Kalau ada sebutir batu yang menyumbat, tekanannya meningkat dibagian belakang dan itu menimbulkan kesulitan. Serangan batu empedu kerap kali timbul dimalam hari atau sesudah makan, disaat kantung empedu paling aktif. Itulah sebabnya orang kerap kali mengacaukan batu empedu dengan salah makan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kelainan utama yang dapat timbul pada kandung empedu adalah terbentuknya&lt;br /&gt;batu di dalam kandung empedu (kolelitiasis) atau di dalam saluran empedu (koledokolitiasis). Batu empedu disebabkan oleh perubahan secara kimiawi pada empedu seseorang. Batu empedu terbentuk dari endapan kolesterol, pigmen bilirubin dan garam kalsium yang mengeras, namun kebanyakan batu kandung empedu terbentuk dari kolesterol. Timbulnya batu empedu akan menjadi masalah bila masuk ke salah satu saluran yang menuju ke usus halus. Kadang-kadang batu dapat terbentuk dalam saluran empedu itu sendiri, misalnya karena bekas&lt;br /&gt;jahitan pada suatu operasi. Batu empedu lebih banyak ditemukan pada wanita dan faktor resikonya adalah : usia lanjut, kegemukan (obesitas), diet tinggi lemak, faktor keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;TIPE BATU EMPEDU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;- Batu empedu kolesterol&lt;br /&gt;- Batu empedu pigmen&lt;br /&gt;- Batu empedu campuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;GEJALANYA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Nyeri perut&lt;br /&gt;- Pusing-pusing&lt;br /&gt;- Muntah&lt;br /&gt;Namun pada kasus yang lebih berat, kemiripan itu tidak nampak. Kalau cukup banyak tekanan yang menumpuk dibelakang batu tersebut, kantung empedu dapat pecah, sebuah komplikasi yang amat jarang terjadi namun dapat membawa maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;strong&gt;PENANGANAN DENGAN HERBAL&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BEDDIA&lt;/span&gt; atau &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;STAMED&lt;/span&gt; secara rutin selama satu bulan akan membersihkan batu empedu, dan yang terpenting adalah mengubah pola makan serta mematuhi pantangan yang diberikan. (diambil dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-7207960431263928867?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/7207960431263928867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/05/b-t-u-e-m-p-e-d-u.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/7207960431263928867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/7207960431263928867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/05/b-t-u-e-m-p-e-d-u.html' title='B A T U  E M P E D U'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-8555969221694785381</id><published>2010-05-09T23:56:00.004+07:00</published><updated>2010-05-10T00:18:48.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kanker'/><title type='text'>Deteksi Dini Kanker Paru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/S-bq12IAqXI/AAAAAAAAAYc/f6Z94dxjajs/s1600/paru-paru.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 120px; height: 125px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/S-bq12IAqXI/AAAAAAAAAYc/f6Z94dxjajs/s200/paru-paru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469317008271124850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Kanker paru-paru&lt;/span&gt; adalah adalah pertumbuhan neoplastik (tumor) yang bersifat ganas, berasal dari salah satu jenis sel di dalam saluran napas (bronkus).&lt;br /&gt;Kanker Paru adalah salah satu kanker yang paling sering ditemui pada laki-laki.  Kanker Paru berhubungan erat dengan merokok.&lt;br /&gt;Menurut World Health Organization (WHO), kanker paru merupakan penyebab kematian utama dalam kelompok kanker baik pada pria maupun wanita. Sebagian besar kanker paru-paru berasal dari sel-sel di dalam paru-paru; tetapi kanker paru-paru bisa juga berasal dari kanker di bagian tubuh lainnya yang menyebar ke paru-paru.&lt;br /&gt;Penelitian di Indonesia maupun di dunia membuktikan bahwa sebagian besar atau kira-kira 80% kanker paru disebabkan oleh kebiasaan merokok.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Jenis kanker paru-paru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 90% kanker paru-paru berawal dari bronki (saluran udara besar yang masuk ke paru-paru), kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari:&lt;br /&gt;1. Karsinoma sel skuamosa&lt;br /&gt;2. Karsinoma sel kecil atau karsinoma sel gandum&lt;br /&gt;3. Karsinoma sel besar&lt;br /&gt;4. Adenokarsinoma&lt;br /&gt;Karsinoma sel alveolar berasal dari alveoli di dalam paru-paru. Kanker ini bisa merupakan pertumbuhan tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tumor paru-paru yang lebih jarang terjadi adalah:&lt;br /&gt;1. Adenoma (bisa ganas atau jinak)&lt;br /&gt;2. Hamartoma kondromatous (jinak)&lt;br /&gt;3. Sarkoma (ganas)&lt;br /&gt;Limfoma merupakan kanker dari sistem getah bening, yang bisa berasal dari paru-paru atau merupakan penyebaran dari organ lain. Banyak kanker yang berasal dari tempat lain menyebar ke paru-paru. Biasanya kanker ini berasal dari payudara, usus besar, prostat, ginjal, tiroid, lambung, leher rahim, rektum, buah zakar, tulang dan kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Penyebab utama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar risiko untuk menderita kanker paru-paru.&lt;br /&gt;Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekitar 10%-15% pada pria dan 5% pada wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja. Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.&lt;br /&gt;Peranan polusi udara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas. Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga.&lt;br /&gt;Kadang kanker paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis.&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kanker paru pada perokok:&lt;br /&gt; Usia perokok ketika mulai terbiasa merokok&lt;br /&gt; Jumlah batang rokok yang diisap setiap&lt;br /&gt; Lamanya kebiasaan merokok&lt;br /&gt; Dalamnya mengisap rokok&lt;br /&gt; Kadar tar dalam rokok&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Gejala Kanker Paru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gejala paling umum yang ditemui pada penderita kanker paru adalah:&lt;br /&gt;1. Batuk yang terus menerus atau menjadi hebat.&lt;br /&gt;2. Dahak berdarah, berubah warna dan makin banyak.&lt;br /&gt;3. Napas sesak dan pendek-pendek.&lt;br /&gt;4. Sakit kepala, nyeri atau retak tulang dengan sebab yang tidak jelas.&lt;br /&gt;5. Kelelahan kronis&lt;br /&gt;6. Kehilangan selara makan atau turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.&lt;br /&gt;7. Suara serak/parau.&lt;br /&gt;8. Pembengkakan di wajah atau leher.&lt;br /&gt;Gejala pada kanker paru umumnya tidak terlalu kentara, sehingga kebanyakan penderita kanker paru yang mencari bantuan medis telah berada dalam stadium lanjut. Kasusk-kasus stadium dini/ awal sering ditemukan tanpa sengaja ketika seseorang melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.&lt;br /&gt;Kelompok yang mempunyai risiko tinggi terkena kanker paru :&lt;br /&gt; Berusia 40 tahun keatas&lt;br /&gt; Merokok&lt;br /&gt; Perokok pasif&lt;br /&gt; Bekerja di lingkungan yang mengandung karsinogen&lt;br /&gt; Karsinogen adalah bahan atau faktor yang dapat menimbulkan kanker&lt;br /&gt;Deteksi dini kanker paru lebih dianjurkan pada kelompok risiko tinggi sebelum timbulnya gejala, dapat dilakukan dengan: pemeriksaan dahak dan pemeriksaan foto rontgen dada secara berkala setiap 4 – 6 bulan sekali. Dengan ini diharapkan dapat ditemukan kanker paru pada stadium dini.&lt;br /&gt;Cara terbaik pencegahan kanker paru:&lt;br /&gt; Jangan mulai merokok&lt;br /&gt; Segera berhenti merokok, bila telah terbiasa&lt;br /&gt; Hindari asap rokok dari orang lain&lt;br /&gt; Patuhi peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja&lt;br /&gt;(Sumber: Divisi Pemasaran Rumah Sakit Kanker “Dharmais”; http://id.wikipedia.org)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-8555969221694785381?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/8555969221694785381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/05/deteksi-dini-kanker-paru_09.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/8555969221694785381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/8555969221694785381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/05/deteksi-dini-kanker-paru_09.html' title='Deteksi Dini Kanker Paru'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/S-bq12IAqXI/AAAAAAAAAYc/f6Z94dxjajs/s72-c/paru-paru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-3902139337302337698</id><published>2010-04-27T12:02:00.000+07:00</published><updated>2010-04-27T12:07:42.625+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kanker'/><title type='text'>10 Cara Menghindari Kanker</title><content type='html'>1. BERHENTI MEROKOK&lt;br /&gt;Merokok adalah faktor resiko kanker yang terbesar, merupakan sebab utama terjadinya kanker paru dan berhubungan dengan hampir 30% kejadian kanker lainnya. Merokok sigaret, cerutu atau rokok pipa di dalam rumah akan menyebabkan terpajannya seluruh penghuni rumah termasuk anak-anak dengan asap rokok. Hal ini akan mengakibatkan penyakit saluran pernafasan seluruh penghuni rumah. Merokok pada saat hamil berbahaya bagi bayi yang dikandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. HINDARI SINAR MATAHARI&lt;br /&gt;Sinar matahari yang berlebihan menyebabkan kerusakan pada kulit dan kanker kulit. Lindungi kulit dengan krim tabir surya (sunscreen cream), gunakan baju berlengan panjang dan topi atau payung terutama saat terik matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KURANGI KADAR LEMAK DALAM MAKANAN&lt;br /&gt;Diet tinggi lemak secara langsung menyebabkan peningkatan resiko untuk terkena kanker kolon, prostat dan payudara. Makanan yang mengandung banyak lemak menyebabkan peningkatan berat badan dan kegemukan yang berhubungan dengan kanker di kandungan, kandung empedu, payudara dan kolon. Mengontrol berat badan dengan diet seimbang dan olahraga akan mengurangi risiko untuk terkena kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PERBANYAK MAKANAN BERSERAT&lt;br /&gt;Gandum, beras, sayuran dan buah-buahan merupakan sumber serat alami yang sangat baik dan melindungi anda dari kanker kolorektal. Makanan yang banyak mengandung serat seperti roti gandum, dedak, jagung, beras, bayam, kentang, apel, peer dan tomat sebaiknya dikonsumsi secara teratur setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. KURANGI KONSUMSI MAKANAN YANG DIASAP, DIBAKAR &amp;amp; DIAWETKAN DENGAN NITRIT&lt;br /&gt;Kanker oesofagus dan lambung lebih sering dijumpai di negara yang penduduknya banyak mengkonsumsi makanan yang diproses dengan pengasapan maupun diawetkan dengan nitrit. Dalam makanan yang dibakar diketahui kandungan zat yang meningkatkan risiko kanker lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PILIH MAKANAN YANG BANYAK MENGANDUNG VITAMIN A &amp;amp; C&lt;br /&gt;Vitamin alami dan zat penting lain yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan dapat melindungi kita dari kanker oesofagus, laring, lambung dan paru. Jeruk, pisang, mangga, papaya, tomat, dan buah-buahan tropis lainnya, wortel serta brokoli merupakan sumber dari vitamin dan zat-zat penting tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. KONSUMSI LEBIH BANYAK SAYURAN GOLONGAN KUBIS&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan bahwa sayuran yang termasuk dalam golongan kubis, misalnya kol, brokoli, bunga kol, bok choy dan kale dapat melindungi anda dari kanker lambung, kolorektal dan kanker saluran nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. HINDARI MINUMAN BERALKOHOL&lt;br /&gt;Apabila anda mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak, risiko untuk mendapat kanker hati dan lambung akan meningkat. Merokok disertai dengan minum alkohol akan meningkatkan risiko yang amat besar untuk terjadinya kanker mulut, tenggorokan, laring dan oesofagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. PERIKSAKAN DIRI SECARA TERATUR&lt;br /&gt;Pemeriksaan kesehatan secara teratur adalah langkah yang baik untuk dapat mengetahui adanya penyakit sedini mungkin. Pap smear dan pemeriksaan payudara sendiri maupun dengan mammografi merupakan cara yang sangat dianjurkan untuk mendeteksi secara dini kanker leher rahim dan payudara. Para pria dianjurkan untuk selalu memeriksakan diri akan kemungkinan adanya kanker di kelenjar prostat dan testis. Anda juga harus selalu memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada diri anda, misalnya timbulnya benjolan pada tubuh, perubahan suara menjadi serak, adanya perdarahan yang tidak normal, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. POLA HIDUP YANG SEIMBANG&lt;br /&gt;Makan yang cukup dan seimbang gizi, penggunaan waktu yang seimbang antara bekerja, istirahat, rekreasi dan olahraga, serta selalu mendekatkan diri pada Tuhan, dapat mengurangi risiko untuk timbulnya penyakit kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Divisi Pemasaran Rumah Sakit Kanker “Dharmais”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-3902139337302337698?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/3902139337302337698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/04/10-cara-menghindari-kanker_1448.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/3902139337302337698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/3902139337302337698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/04/10-cara-menghindari-kanker_1448.html' title='10 Cara Menghindari Kanker'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-5408723628952277099</id><published>2010-02-24T23:14:00.003+07:00</published><updated>2012-01-18T14:09:24.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kanker'/><title type='text'>Konsumsi Daging Merah Memicu Kanker Paru</title><content type='html'>WASHINGTON – Seseorang yang rajin mengonsumsi daging merah dan daging olahan akan meningkatkan resiko menderita beberapa kanker, termasuk kanker paru-paru dan kanker pencernaan.&lt;br /&gt;Salah satu penelitian menunjukkan hubungan antara dan kanker paru-paru. Dalam penelitian itu disebutkan orang yang mengonsumsi daging merah akan beresiko mengalami kanker hati dan kanker tenggorokan. Sementara pada laki-laki, resiko menderita kanker pankreas akan meningkat seiring kebiasaan mengonsumsi daging merah.&lt;br /&gt;“Penurunan mengonsumsi daging merah dan daging olahan akan mengurangi angka kejadian kanker, ” ujar peneliti dari US National Cancer Institute Dr Amanda Cross.&lt;br /&gt;Penelitian melibatkan 500.000 orang berusia 50-71 tahun yang melakukan diet berdasarkan petunjuk dari The American Association for Retired Persons (AARP). Selanjutnya, setelah delapan tahun ternyata 53.396 terdiagnosis kanker.&lt;br /&gt;“Terjadi kenaikan signifikan mulai 20% sampai 60% mengalami kanker tenggorokan, kolon, hati, dan paru-paru dibandingkan individu yang mengonsumsi sedikit daging merah,” ungkap peneliti.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Subjek penelitian yang mengonsumsi daging merah akan beresiko mengalami kanker pencernaan hingga 20% dan 16% berisiko mengalami kanker paru_paru.“Daging merah sering dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker tenggorokan dan hati,” tandas Cross.&lt;br /&gt;Dia menambahkan, daging merah tidak dihubungkan dengan kanker lambung, leukemia, limfoma, atau melanoma. Daging merah didefinisikan sebagai daging sapi, kambing, dan babi. Adapun, daging olahan adalah bacon, sosis daging merah, sosis ayam, daging ham, dan beberapa hotdog, termasuk daging kalkun.&lt;br /&gt;Daging dapat menyebabkan kanker melalui beberapa cara. Sebagai contoh, daging lemak jenuh dan zat besi yang kerap dihubungkan dengan karsinogenesis.&lt;br /&gt;“Daging sendiri terdiri atas beberapa senyawa kimia yang menyebabkan mutasi DNA, termasuk nitroso compounds (NOCs), heterocyclic amines (HCAs), dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs),” papar peneliti dari Georgetown University di Washington DC Jeanine Genkinger. (Rtr/ hendrati h)&lt;br /&gt;Sumber: Harian Seputar Indonesia, edisi Jum’at 14 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-5408723628952277099?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/5408723628952277099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/02/konsumsi-daging-merah-memicu-kanker.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5408723628952277099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5408723628952277099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/02/konsumsi-daging-merah-memicu-kanker.html' title='Konsumsi Daging Merah Memicu Kanker Paru'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-5551160844577181039</id><published>2010-01-10T21:33:00.009+07:00</published><updated>2011-02-06T12:52:53.642+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masalah Kewanitaan'/><title type='text'>Endometriosis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/S0nljGH3qiI/AAAAAAAAAYE/9duYbYzQL0w/s1600-h/endometriosis.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425119617246276130" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px; cursor: pointer; height: 154px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/S0nljGH3qiI/AAAAAAAAAYE/9duYbYzQL0w/s200/endometriosis.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Endometriosis merupakan salah satu penyakit yang diderita oleh kaum perempuan. Endometriosis adalah suatu penyakit dimana bercak-bercak jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, padahal dalam keadaan normal endometrium hanya ditemukan di dalam lapisan rahim.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Biasanya endometriosis terbatas pada lapisan rongga perut atau permukaan organ perut. Endometrium yang salah tempat ini biasanya melekat pada ovarium (indung telur) dan ligamen penyokong rahim. Endometrium juga bisa melekat pada lapisan luar usus halus dan usus besar, ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, vagina, jaringan parut di dalam perut atau lapisan rongga dada. Kadang jaringan endometrium tumbuh di dalam paru-paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endometriosis bisa diturunkan dan lebih sering ditemukan pada keturunan pertama (ibu, anak perempuan, saudara perempuan). Faktor lain yang meningkatkan resiko terjadinya endometriosis adalah memiliki rahim yang abnormal, melahirkan pertama kali pada usia diatas 30 tahun dan memiliki kulit putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endometriosis diperkirakan terjadi pada 10-15% wanita subur yang berusia 25-44 tahun, 25-50% wanita mandul dan bisa juga terjadi pada usia remaja. Endometriosis yang berat bisa menyebabkan kemandulan karena menghalangi jalannya sel telur dari ovarium ke rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-weight: bold;"&gt;PENYEBAB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyebabnya tidak diketahui, tetapi beberapa ahli mengemukakan teori berikut:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Teori menstruasi retrograd (menstruasi yang bergerak mundur)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sel-sel endometrium yang dilepaskan pada saat menstruasi bergerak mundur ke tuba falopii&lt;br /&gt;lalu masuk ke dalam panggul atau perut dan tumbuh di dalam rongga panggul/perut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Teori sistem kekebalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kelainan sistem kekebalan menyebabkan jaringan menstruasi tumbuh di daerah selain rahim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Teori genetik keluarga tertentu memiliki faktor tertentu yang menyebabkan kepekaan yang&lt;br /&gt;tinggi terhadap endometriosis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setiap bulan ovarium menghasilkan hormon yang merangsang sel-sel pada lapisan rahim untuk membengkak dan menebal (sebagai persiapan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan). Endometriosis juga memberikan respon yang sama terhadap sinyal ini, tetapi mereka tidak mampu memisahkan dirinya dari jaringan dan terlepas selama menstruasi. Kadang terjadi perdarahan ringan tetapi akan segera membaik dan kembali dirangsang pada siklus menstruasi berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Proses yang berlangsung terus menerus ini menyebabkan pembentukan jaringan parut dan perlengketan di dalam tuba dan ovarium, serta di sekitar fimbrie tuba. Perlengketan ini bisa menyebabkan pelepasan sel telur dari ovarium ke dalam tuba falopii terganggu atau tidak terlaksana. Selain itu, perlengketan juga bisa menyebabkan terhalangnya perjalanan sel telur yang telah dibuahi menuju ke rahim. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Resiko tinggi terjadinya endometriosis ditemukan pada: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Wanita yang ibu atau saudara &lt;span class="fullpost"&gt;perempuannya menderita endometriosis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Siklus menstuasi 27 hari atau kurang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menarke (menstruasi yang pertama) terjadi lebih awal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wanita yang biasa mengalami siklus menstruasi selama 7 hari atau lebih&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengalami orgasme ketika menstruasi&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;GEJALA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Endometriosis bisa menyebabkan: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menstruasi yang tidak teratur (misalnya spotting sebelum menstruasi)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemandulan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jaringan endometrium yang melekat pada usus besar atau kandung kemih bisa menyebabkan&lt;br /&gt;pembengkakan perut, nyeri ketika buang air besar, perdarahan melalui rektum selama&lt;br /&gt;menstruasi atau nyeri perut bagian bawah ketika berkemih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa&lt;br /&gt;membentuk massa yang terisi darah (endometrioma).&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Kadang endometrioma pecah dan&lt;br /&gt;menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara tiba-tiba.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kadang tidak ditemukan gejala sama sekali. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;DIAGNOSA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa endometriosis ditegakkan berdasarkan gejala dengan melakukan pemeriksaan diantaranya: Laparoskoi; Biopsi Endometrium, USG rahim, CT scan atau MRI perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;PENGOBATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pilihan pengobatan untuk endometriosis:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Obat-obatan yang menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembedahan untuk membuang sebanyak mungkin endometriosis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kombinasi obat-obatan dan pembedahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Histerektomi, seringkali disertai pengangkatan tuba falopii dan ovarium&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;PEMBEDAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembedahan endometriosis biasanya dilakukan pada kasus berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bercak jaringan endometrium memiliki garis tengah yang lebih besar dari 3,8 - 5 cm.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlengketan yang berarti di perut bagian bawah atau panggul.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jaringan endometrium menyumbat salah satu atau kedua tuba.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyebabkan nyeri perut atau panggul yang sangat hebat, ang tidak bisa diatasi dengan obat-obatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk membuang jaringan endometrium kadang digunakan elektrokauter/sinar laser. Tetapi pembedahan merupakan tindakan sementara, karena endometriosis sering berulang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ovarektomi (pengangkatan ovarium) dan histerektomi (pengangkatan rahim), hanya dilakukan jika nyeri perut/panggul tidak dapat dihilagkan dengan obat-obatan dan penderita tidak berencana hamil lagi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah pembedahan, diberikan terapi sulih estrogen. Terapi bisa dimulai segera setelah pembedahan, atau jika jaringan endometrium yang tersisa masih banyak, maka terapi bisa dilakukan setelah 4 - 6 bulan setelah pembedahan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Therapy Herbal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Therapy herbal untuk Endometriosis dengan menggunakan kombinasi antara &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);"&gt;MEDDIA MEDDWA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dan R.71.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-5551160844577181039?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/5551160844577181039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/01/endometriosis-merupakan-salah-satu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5551160844577181039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5551160844577181039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/01/endometriosis-merupakan-salah-satu.html' title='Endometriosis'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/S0nljGH3qiI/AAAAAAAAAYE/9duYbYzQL0w/s72-c/endometriosis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-6109716047562946086</id><published>2010-01-04T00:11:00.003+07:00</published><updated>2010-12-30T09:44:45.109+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nyeri'/><title type='text'>Nyeri Dada (Chest Pain)</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Nyeri dada merupakan salah satu keluhan yang paling banyak ditemukan di klinik. Sebahagian besar penderita merasa ketakutan bila nyeri dada tersebut disebabkan oleh penyakit jantung ataupun penyakit paru yang serius. Diagnosa yang tepat sangat tergantung dari pemeriksaan fisik yang cermat, pemeriksaan khusus lainnya serta anamnesa dari sifat nyeri dada mengenai lokasi, penyebaran, lama nyeri serta faktor pencetus yang dapat menimbulkan nyeri dada. Salah satu bentuk nyeri dada yang paling sering ditemukan adalah angina pektoris yang merupakan gejala penyakit jantung koroner dan dapat bersifat progresif serta menyebabkan kematian, sehingga jenis nyeri dada ini memerlukan pemeriksaan yang lebih lanjut dan penangannan yang serius. Agar diagnosa lebih cepat diarahkan, maka perlu juga lebih dulu mengenal macam – macam jenis nyeri dada yang disebabkan oleh berbagai penyakit lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,204,51)"&gt;MACAM -MACAM NYERI DADA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 macam jenis nyeri dada yaitu:&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;A. Nyeri dada pleuritik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nyeri dada pleuritik biasa lokasinya posterior atau lateral. Sifatnya tajam dan seperti ditusuk. Bertambah nyeri bila batuk atau bernafas dalam dan berkurang bila menahan nafas atau sisi dada yang sakit digerakan. Nyeri berasal dari dinding dada, otot, iga, pleura perietalis, saluran nafas besar, diafragma, mediastinum dan saraf interkostalis. Nyeri dada pleuritik dapat disebakan oleh difusi pelura akibat infeksi paru, emboli paru, keganasan atau radang subdiafragmatik; pneumotoraks dan penumomediastinum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;B. Nyeri dada non pleuritik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nyeri dada non-pleuritik biasanya lokasinya sentral, menetap atau dapat menyebar ke tempat lain. Plaing sering disebabkan oleh kelainan di luar paru.&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,255,0)"&gt;1. Kardial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a. Iskemik miokard akan menimbulkan rasa tertekan atau nyeri substernal yang menjalar ke aksila dan turun ke bawah ke bagian dalam lengan terutama lebih sering ke lengan kiri. Rasa nyeri juga dapat menjalar ke epigasterium, leher, rahang, lidah, gigi, mastoid dengan atau tanpa nyeri dada substernal. Nyeri disebabkan karena saraf eferan viseral akan terangsang selama iekemik miokard, akan tetapi korteks serebral tidak dapat menentukan apakah nyeri berasal sari miokard. Karena rangsangan saraf melalui medula spinalis T1-T4 yang juga merupakan jalannya rangsangan saraf sensoris dari sistem somatis yang lain. Iskemik miokard terjadi bila kebutuhan 02 miokard tidak dapat dipenuhi oleh aliran darah koroner. Pda penyakit jantung koroner aliran darah ke jantung akan berkurang karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner. Ada 3 sindrom iskemik yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Angina stabil ( Angina klasik, Angina of Effort): Serangan nyeri dada khas yang timbul waktu bekerja. Berlangsung hanya beberapa menit dan menghilang dengan nitrogliserin atau istirahat. Nyeri dada dapat timbul setelah makan, pada udara yang dingin, reaksi simfatis yang berlebihan atau gangguan emosi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angina tak stabil (Angina preinfark, Insufisiensi koroner akut): Jenis Angina ini dicurigai bila penderita telah sering berulang kali mengeluh rasa nyeri di dada yang timbul waktu istirahat atau saat kerja ringan dan berlangsung lebih lama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Infark miokard: Iskemik miokard yang berlangsung lebih dari 20-30 menit dapat menyebabkan infark miokard. Nyeri dada berlangsung lebih lama, menjalar ke bahu kiri, lengan dan rahang. Berbeda dengan angina pektoris, timbulnya nyeri dada tidak ada hubungannya dengan aktivitas fisik dan bila tidak diobati berlangsung dalam beberapa jam. Disamping itu juga penderita mengeluh dispea, palpitasi dan berkeringat. Diagnosa ditegakan berdasarkan serioal EKG dan pemeriksa enzym jantung.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;b. Prolaps katup mitral dapat menyebabkan nyeri dada prekordinal atau substernal yang dapat berlangsung sebentar maupun lama. Adanya murmur akhir sisttolik dan mid sistolik-click dengan gambaran echokardiogram dapat membantu menegakan diagnosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Stenosis aorta berat atau substenosis aorta hipertrofi yang idiopatik juga dapat menimbulkan nyeri dada iskemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,255,0)"&gt;2. Perikardikal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saraf sensoris untuk nyeri terdapat pada perikardium parietalis diatas diafragma. Nyeri perikardila lokasinya di daerah sternal dan area preokordinal, tetapi dapat menyebar ke epigastrium, leher, bahu dan punggung. Nyeri bisanya seperti ditusuk dan timbul pada aktu menarik nafas dalam, menelan, miring atau bergerak.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Nyeri hilang bila penderita duduk dan berdandar ke depan. Gerakan tertentu dapat menambah rasa nyeri yang membedakannya dengan rasa nyeri angina. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Radang perikardial diafragma lateral dapat menyebabkan nyeri epigastrum dan punggung seperti pada pankreatitis atau kolesistesis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,255,0)"&gt;3. Aortal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penderita hipertensi, koartasio aorta, trauma dinding dada merupakan resiko tinggi untuk pendesakan aorta. Diagnosa dicurigai bila rasa nyeri dada depan yang hebat timbul tiba- tiba atau nyeri interskapuler. Nyeri dada dapat menyerupai infark miokard akan tetapi lebih tajam dan lebih sering menjalar ke daerah interskapuler serta turun ke bawah tergantung lokasi dan luasnya pendesakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,255,0)"&gt;4. Gastrointestinal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Refluks geofagitis, kegansan atau infeksi esofagus dapat menyebabkan nyeri esofageal. Neri esofageal lokasinya ditengah, dapat menjalar ke punggung, bahu dan kadang – kadang ke bawah ke bagian dalam lengan sehingga seangat menyerupai nyeri angina. Perforasi ulkus peptikum, pankreatitis akut distensi gaster kadang–kadang dapat menyebabkan nyeri substernal sehingga mengacaukan nyeri iskemik kardinal. Nyeri seperti terbakar yang sering bersama- sama dengan disfagia dan regurgitasi bila bertambah pada posisi berbaring dan berurang dengan antasid adalah khas untuk kelainan esofagus, foto gastrointestinal secara serial, esofagogram, test perfusi asam, esofagoskapi dan pemeriksaan gerakan esofageal dapat membantu menegakan diagnosa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,255,0)"&gt;5. Mulkuloskletal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Trauma lokal atau radang dari rongga dada otot, tulang kartilago sering menyebabkan nyeri dada setempat. Nyeri biasanya timbul setelah aktivitas fisik, berbeda halnya nyeri angina yang terjadi waktu exercis. Seperti halnya nyeri pleuritik. Neri dada dapat bertambah waktu bernafas dalam. Nyeri otot juga timbul pada gerakan yang berpuitar sedangkan nyeri pleuritik biasanya tidak demikian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,255,0)"&gt;6. Fungsional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kecemasan dapat menyebabkan nyeri substernal atau prekordinal, rasa tidak enak di dada, palpilasi, dispnea, using dan rasa takut mati. Gangguan emosi tanpa adanya klealinan objektif dari organ jantung dapat membedakan nyeri fungsional dengan nyeri iskemik miokard.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,255,0)"&gt;7. Pulmonal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Obstruksi saluran nafas atas seperti pada penderita infeksi laring kronis dapat menyebakan nyeri dada, terutama terjadi pada waktu menelan. Pada emboli paru akut nyeri dada menyerupai infark miokard akut dan substernal. Bila disertai dengan infark paru sering timbul nyeri pleuritik. Pada hipertensi pulmoral primer lebih dari 50% penderita mengeluh nyeri prekordial yang terjadi pada waktu exercise. Nyeri dada merupakan keluhan utama pada kanker paru yang menyebar ke pleura, organ medianal atau dinding dada.&lt;br /&gt;(http://library.usu.ac.id/download/fk/gizi-bahri7.pdf)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-6109716047562946086?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/6109716047562946086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/01/nyeri-dada-chest-pain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/6109716047562946086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/6109716047562946086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/01/nyeri-dada-chest-pain.html' title='Nyeri Dada (Chest Pain)'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-168384832001856633</id><published>2010-01-03T23:43:00.003+07:00</published><updated>2011-04-17T07:05:35.613+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyakit Menular Seks (PMS)'/><title type='text'>Kutil Genitalis (Kondiloma Akuminata)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kutil Genitalis (Kondiloma Akuminata) merupakan kutil di dalam atau di sekeliling vagina, penis atau dubur, yang ditularkan melalui hubungan seksual. Kutil genitalis sering ditemukan dan menyebabkan kecemasan karena: - tidak enak dilihat, - bisa terinfeksi bakteri - bisa merupakan petunjuk adanya gangguan sistem kekebalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;PENYEBAB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus papilloma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada wanita, virus papiloma tipe 16 dan 18, yang menyerang leher rahim tetapi tidak menyebabkan kutil pada alat kelamin luar dan bisa menyebabkan kanker leher rahim. Virus tipe ini dan virus papiloma lainnya bisa menyebabkan tumor intra-epitel pada leher rahim (ditunjukkan dengan hasil Pap-smear yang abnormal) atau kanker pada vagina, vulva, dubur, penis,mulut, tenggorokan atau kerongkongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;GEJALA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutil genitalis paling sering tumbuh di permukaan tubuh yang hangat dan lembab. Pada pria, area yang sering terkena adalah ujung dan batang penis dan dibawah kulit depannya (jika tidak disunat). Pada wanita, kutil timbul di vulva, dinding vagina, leher rahim (serviks) dan kulit di sekeliling vagina. Kutil genitalis juga bisa terjadi di daerah sekeliling anus dan rektum, terutama pada pria homoseksual dan wanita yang melakukan hubungan seksual melalui dubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutil biasanya muncul dalam waktu 1-6 bulan setelah terinfeksi, dimulai sebagai pembengkakan kecil yang lembut, lembab, berwarna merah atau pink. Mereka tumbuh dengan cepat dan bisa memiliki tangkai. Pada suatu daerah seringkali tumbuh beberapa kutil dan permukaannya yang kasar memberikan gambaran seperti bunga kol (blumkol).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada wanita hamil, pada gangguan sistem kekebalan (penderita AIDS atau pengobatan dengan obat yang menekan sistem kekebalan) dan pada orang yang kulitnya meradang, pertumbuhan kutil ini sangat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;DIAGNOSA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Kutil yang menetap bisa diangkat melalui pembedahan dan diperiksa dibawah mikroskop untuk meyakinkan bahwa itu bukan merupakan suatu keganasan. Wanita yang memiliki kutil di leher rahimnya, harus menjalani pemeriksaan Pap-smear secara rutin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang terkena masalah ini segeralah terapi dengan menggunakan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;MEDDIA MEDDWA&lt;/span&gt; yang dikombinasikan dengan R-71.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-168384832001856633?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/168384832001856633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/01/kutil-genitalis-kondiloma-akuminata.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/168384832001856633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/168384832001856633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/01/kutil-genitalis-kondiloma-akuminata.html' title='Kutil Genitalis (Kondiloma Akuminata)'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-4707249801155189089</id><published>2010-01-03T23:25:00.003+07:00</published><updated>2010-01-03T23:41:57.360+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyakit Menular Seks (PMS)'/><title type='text'>Herpes Genitalis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Herpes genital merupakan penyakit infeksi akut pada genital dengan gambaran khas berupa vesikel berkelompok pada dasar eritematosa, dan cenderung bersifat rekuren. Umumnya disebabkan oleh herpes simpleks virus tipe 2 (HSV-2), tetapi sebagian kecil dapat pula oleh tipe 1 (HSV-1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herpes genitalis merupakan infeksi pada genital dengan gejala khas berupa vesikel yang berkelompok dengan dasar eritem bersifat rekuren. Herpes genitalis terjadi pada alat genital dan sekitarnya (bokong, daerah anal dan paha). Ada dua macam tipe HSV yaitu : HSV-1 dan HSV-2 dan keduanya dapat menyebabkan herpes genital. Infeksi HSV-2 sering ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menyebabkan rekurensi dan ulserasi genital yang nyeri. Tipe 1 biasanya mengenai mulut dan tipe 2 mengenai daerah genital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HSV dapat menimbulkan serangkaian penyakit, mulai dari ginggivostomatitis sampai keratokonjungtivitis, ensefalitis, penyakit kelamin dan infeksi pada neonatus. Komplikasi tersebut menjadi bahan pemikiran dan perhatian dari beberapa ahli, seperti : ahli penyakit kulit dan kelamin, ahli kandungan, ahli mikrobiologi dan lain sebagainya. Infeksi primer oleh HSV lebih berat dan mempunyai riwayat yang berbeda dengan infeksi rekuren. Setelah terjadinya infeksi primer virus mengalami masa laten atau stadium dorman, dan infeksi rekuren disebabkan oleh reaktivasi virus dorman ini yang kemudian menimbulkan kelainan pada kulit. Infeksi herpes simpleks fasial-oral rekuren atau herpes labialis dikenali sebagai fever blister atau cold sore dan ditemukan pada 25-40% dari penderita Amerika yang telah terinfeksi. Herpes simpleks fasial-oral biasanya sembuh sendiri. Tetapi pada penderita dengan imunitas yang rendah, dapat ditemukan lesi berat dan luas berupa ulkus yang nyeri pada mulut dan esofagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Penyakit termasuk keluhan utama dan keluhan tambahan. Umumnya kelainan klinis/keluhan utama adalah timbulnya sekumpulan vesikel pada kulit atau mukosa dengan rasa terbakar dan gatal pada tempat lesi, kadang-kadang disertai gejala konstitusi seperti malaise, demam, dan nyeri otot. Diagnosis herpes genital secara klinis ditegakkan dengan adanya gejala khas berupa vesikel berkelompok dengan dasar eritem dan bersifat rekuren. Diagnosis dapat ditegakkan melalui anamnesa, pemeriksaan fisisk jika gejalanya khas dan pemeriksaan laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan dari herpes genital secara umum bisa dengan menjaga kebersihan lokal, menghindari trauma atau faktor pencetus. Adapun obat-obat yang dapat menangani herpes genital adalah asiklovir, valasiklovir, famsiklovir. Prognosis akan lebih baik seiring dengan meningkatnya usia seperti pada orang dewasa. Kematian oleh infeksi HSV jarang terjadi. Infeksi inisial dini yang segera diobati mempunyai prognosis lebih baik, sedangkan infeksi rekuren hanya dapat dibatasi frekuensi kambuhnya. Pada orang dengan gangguan imunitas, misalnya penyakit-penyakit dengan tumor di sistem retikuloendotelial, pengobatan dengan imunosupresan yang lama, menyebabkan infeksi ini dapat menyebar ke alat-alat dalam dan fatal. Prognosis akan lebih baik seiring dengan meningkatnya usia seperti pada orang dewasa. Terapi antivirus efektif menurunkan manifestasi klinis herpes genitalis. Herpes Genitalis adalah suatu penyakit menular seksual di daerah kelamin, kulit di sekeliling rektum atau daerah di sekitarnya yang disebabkan oleh virus herpes simpleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyebabnya adalah virus herpes simpleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada 2 jenis virus herpes simpleks yaitu HSV-1 dan HSV-2.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;HSV-2 biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, sedangkan HSV-1 biasanya menginfeksi mulut. Kedua jenis virus herpes simpleks tersebut bisa menginfeksi kelamin, kulit di sekeliling rektum atau tangan (terutama bantalan kuku) dan bisa ditularkan ke bagian tubuh lainnya (misalnya permukaan mata).&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Luka herpes biasanya tidak terinfeksi oleh bakteri, tetapi beberapa penderita juga memiliki organisme lainnya pada luka tersebut yang ditularkan secara seksual (misalnya sifilis atau cangkroid).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kejadian penyakit ini sangat cepat akhir-akhir ini. Penyakit ini tak dapat diberantas secara tuntas dan sering kumat-kumatan, dan dapat menimbulkan komplikasi pada saat hamil dan persalinan. Herpes genitalis disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 dan tipe 2.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    * tipe 1                            : keganasan rendah, menyerang terutama sekitar mulut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    * tipe 2                            : ganas, menyerang alat kelamin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    * penyebab                     : virus Herpes Simpleks&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    * perantara                     : manusia, bahan yang tercemar virus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    * tempat virus keluar    : penis, vagina, anus, mulut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    * cara penularan             : kontak langsung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    * tempat kuman masuk : penis, vagina, anus, mulut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada wanita penyakit ini biasanya tanpa gejala, tapi dapat menularkan penyakit. Penularan hampir selalu terjadi melalui hubungan seksual. masa inkubasi 3-5 hari, kemudian pada daerah kemaluan timbul gerombolan vesikel, di atas kulit kemerahan dan dirasakan nyeri, bila pecah meninggalkan bekas. Sering disertai pembesaran kelenjar yang nyeri. Penyakit sembuh dalam 2-3 minggu. Penyakit sering kumat, timbul pada tempat yang sama dan biasanya lebih ringan dari gejala infeksi pertama. Faktor yang mempengaruhi kekambuhan biasanya adalah kelelahan fisik dan stress mental, atau infeksi sistemik lainnya. Hubungan seksual yang berlebihan dengan banyak pasangan meningkatkan kemungkinan berhubungan dengan orang yang sudah kena. Komplikasi pada wanita hamil dapat ditularkan melalui ari-ari atau pada saat melahirkan, dapat menyebabkan keguguran, kematian janin atau cacad permanen. Di samping itu, dapat pula menyebabkan kanker serviks.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejala awalnya mulai timbul pada hari ke 4-7 setelah terinfeksi.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Gejala awal biasanya berupa gatal, kesemutann dan sakit. Lalu akan muncul bercak kemerahan yang kecil, yang diikuti oleh sekumpulan lepuhan kecil yang terasa nyeri. Lepuhan ini pecah dan bergabung membentuk luka yang melingkar. Luka yang terbentuk biasanya menimbulkan nyeri dan membentuk keropeng. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penderita bisa mengalami kesulitan dalam berkemih dan ketika berjalan akan timbul nyeri. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Luka akan membaik dalam waktu 10 hari tetapi bisa meninggalkan jaringan parut.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Kelenjar getah bening selangkangan biasanya agak membesar. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejala awal ini sifatnya lebih nyeri, lebih lama dan lebih meluas dibandingkan gejala berikutnya dan mungkin disertai dengan demam dan tidak enak badan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada pria, lepuhan dan luka bisa terbentuk di setiap bagian penis, termasuk kulit depan pada penis yang tidak disunat. Pada wanita, lepuhan dan luka bisa terbentuk di vulva dan leher rahim. Jika penderita melakukan hubungan seksual melalui anus, maka lepuhan dan luka bisa terbentuk di sekitar anus atau di dalam rektum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderita infeksi HIV), luka herpes bisa sangat berat, menyebar ke bagian tubuh lainnya, menetap selama beberapa minggu atau lebih dan resisten terhadap pengobatan dengan asiklovir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejala-gejalanya cenderung kambuh kembali di daerah yang sama atau di sekitarnya, karena virus menetap di saraf panggul terdekat dan kembali aktif untuk kembali menginfeksi kulit.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;HSV-2 mengalami pengaktivan kembali di dalam saraf panggul. HSV-1 mengalami pengaktivan kembali di dalam saraf wajah dan menyebabkan fever blister atau herpes labialis. Tetapi kedua virus bisa menimbulkan penyakit di kedua daerah tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Infeksi awal oleh salah satu virus akan memberikan kekebalan parsial terhadap virus lainnya, sehingga gejala dari virus kedua tidak terlalu berat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Infeksi awal dari 63% HSV-2 dan 37% HSV-1 adalah asimptomatik. Simptom dari infeksi awal (saat inisial episode berlangsung pada saat infeksi awal) simptom khas muncul antara 3 hingga 9 hari setelah infeksi, meskipun infeksi asimptomatik berlangsung perlahan dalam tahun pertama setelah diagnosa di lakukan pada sekitar 15% kasus HSV-2. Inisial episode yang juga merupakan infeksi primer dapat berlangsung menjadi lebih berat. Infeksi HSV-1 dan HSV-2 agak susah dibedakan.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Tanda utama dari genital herpes adalah luka di sekitar vagina, penis, atau di daerah anus. Kadang-kadang luka dari herpes genital muncul di skrotum, bokong atau paha. Luka dapat muncul sekitar 4-7 hari setelah infeksi. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejala dari herpes disebut juga outbreaks, muncul dalam dua minggu setelah orang terinfeksi dan dapat saja berlangsung untuk beberapa minggu. Adapun gejalanya sebagai berikut : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Nyeri dan disuria&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Uretral dan vaginal discharge&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Gejala sistemik (malaise, demam, mialgia, sakit kepala)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Limfadenopati yang nyeri pada daerah inguinal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Nyeri pada rektum, tenesmus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tanda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Eritem, vesikel, pustul, ulserasi multipel, erosi, lesi dengan krusta tergantung pada tingkat   &lt;br /&gt;   infeksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Limfadenopati inguinal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Faringitis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;- Cervisitis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);" class="fullpost"&gt;a. Herpes genital primer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Infeksi primer biasanya terjadi seminggu setelah hubungan seksual (termasuk hubungan oral atau anal). Tetapi lebih banyak terjadi setelah interval yang lama dan biasanya setengah dari kasus tidak menampakkan gejala. Erupsi dapat didahului dengan gejala prodormal, yang menyebabkan salah diagnosis sebagai influenza. Lesi berupa papul kecil dengan dasar eritem dan berkembang menjadi vesikel dan cepat membentuk erosi superfisial atau ulkus yang tidak nyeri, lebih sering pada glans penis, preputium, dan frenulum, korpus penis lebih jarang terlihat.(1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;b. Herpes genital rekuren&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah terjadinya infeksi primer klinis atau subklinis, pada suatu waktu bila ada faktor pencetus, virus akan menjalani reaktivasi dan multiplikasi kembali sehingga terjadilah lagi rekuren, pada saat itu di dalam hospes sudah ada antibodi spesifik sehingga kelainan yang timbul dan gejala tidak seberat infeksi primer. Faktor pencetus antara lain: trauma, koitus yang berlebihan, demam, gangguan pencernaan, kelelahan, makanan yang merangsang, alkohol, dan beberapa kasus sukar diketahui penyebabnya. Pada sebagian besar orang, virus dapat menjadi aktif dan menyebabkan outbreaks beberapa kali dalam setahun. HSV berdiam dalam sel saraf di tubuh kita, ketika virus terpicu untuk aktif, maka akan bergerak dari saraf ke kulit kita. Lalu memperbanyak diri dan dapat timbul luka di tempat terjadinya outbreaks. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengenai gambaran klinis dari herpes progenitalis : gejaia klinis herpes progenital dapat ringan sampai berat tergantung dari stadium penyakit dan imunitas dari pejamu. Stadium penyakit meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Infeksi primer, stadium laten, replikasi virus, dan stadium rekuren. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Manifestasi klinik dari infeksi HSV tergantung pada tempat infeksi, dan status imunitas host. Infeksi primer dengan HSV berkembang pada orang yang belum punya kekebalan sebelumnya terhadap HSV-1 atau HSV-2, yang biasanya menjadi lebih berat, dengan gejala dan tanda sistemik dan sering menyebabkan komplikasi. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berbagai macam manifestasi klinis:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. infeksi oro-fasial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. infeksi genital&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. infeksi kulit lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. infeksi okular&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. kelainan neurologist&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6. penurunan imunitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;7. herpes neonatal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(http://childrenhivaids.wordpress.com/2009/08/10/herpes-genitalis-penyakit-menular-seksual/)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-4707249801155189089?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/4707249801155189089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/01/herpes-genitalis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/4707249801155189089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/4707249801155189089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/01/herpes-genitalis.html' title='Herpes Genitalis'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-6426234678165976024</id><published>2010-01-03T23:15:00.003+07:00</published><updated>2010-05-23T19:56:54.029+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyakit Menular Seks (PMS)'/><title type='text'>Gonorhoe (Kencing Nanah)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyakit menular seksual adalah penyakit yang menyerang manusia dan binatang melalui transmisi hubungan seksual, seks oral dan seks anal. Kata penyakit menular seksual semakin banyak digunakan, karena memiliki cakupan pada arti orang yang mungkin terinfeksi, dan mungkin mengeinfeksi orang lain dengan tanda-tanda kemunculan penyakit. Penyakit menular seksual juga dapat ditularkan melalui jarum suntik dan juga kelahiran dan menyusui. Infeksi penyakit menular seksual telah diketahui selama ratusan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit menular seksual (PMS) dimaksudkan sebagai penyakit yang ditularkan secara langsung dari seseorang ke orang lain melalui kontak seks. Namun penyakit gonore ini dapat juga ditularkan melalui ciuman atau kontak badan yang dekat. Kuman  patogen tertentu yang mudah menular dapat ditularkan melalui makanan, transfusi darah, alat suntik yang digunakan untuk obat bius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit menular seksual juga disebut penyakit venereal merupakan penyakit yang paling sering ditemukan di seluruh dunia. Pengobatan penyakit ini efektif dan penyembuhan cepat sekali. Namun, beberapa kuman yang lebih tua telah menjadi kebal terhadap obat-obatan dan telah menyebar ke seluruh dunia dengan adanya banyak perjalanan yang dilakukan orang-orang melalui transportasi udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian penyakit menular seksual ini adalah dengan meningkatkan keamanan kontak seks dengan menggunakan upaya pencegahan.  Salah satu di antara PMS ini adalah penyakit gonore yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi selaput lendir saluran kencing,  leher rahim, dubur dan tenggorokan atau selaput lendir  Gonore adalah PMS yang paling sering ditemukan dan paling mudah ditegakkan diagnosisnya. Nama awam penyakit kelamin ini adalah “kencing nanah” dengan Masa inkubasi 3-5 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gonorhoe adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum dan tenggorokan atau bagian putih mata (konjungtiva). Gonorhoe bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonorhoe bisa naik ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam panggul sehingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Kuman                           : Neisseria gonorrhoea&lt;br /&gt;  * Perantara                      : manusia&lt;br /&gt;  * tempat kuman keluar  : penis, vagina, anus, mulut&lt;br /&gt;  * cara penularan              : kontak seksua langsung&lt;br /&gt;  * tempat kuman masuk  : penis, vagina, anus, mulut&lt;br /&gt;  * yang bisa terkena         : orang yang berhubungan seks tak aman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);" class="fullpost"&gt;TANDA DAN GEJALA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada pria, gejala awal biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra, yang beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih dan keluarnya nanah dari penis. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penderita sering berkemih dan merasakan desakan untuk berkemih, yang semakin memburuk ketika penyakit ini menyebar ke uretra bagian atas. Lubang penis tampak merah dan membengkak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada wanita, gejala awal bisa timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Penderita wanita seringkali tidak menunjukkan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit ini hanya setelah mitra seksualnya tertular. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan. Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina dan demam.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Infeksi bisa menyerang leher rahim, rahim, saluran telur, indung telur, uretra dan rektum; menyebabkan nyeri pinggul yang dalam atau nyeri ketika melakukan hubungan seksual. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nanah yang keluar bisa berasal dari leher rahim, uretra atau kelenjar di sekitar lubang vagina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wanita dan pria homoseksual yang melakukan hubungan seksual melalui anus (lubang dubur) bisa menderita gonorhoe pada rektumnya. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penderita merasakan tidak nyaman di sekitar anusnya dan dari rektumnya keluar cairan. Daerah di sekitar anus tampak merah dan kasar, tinjanya terbungkus oleh lendir dan nanah. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada pemeriksaan dengan anaskop akan tampak lendir dan cairan di dinding rektum penderita. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Melakukan hubungan seksual melalui mulut (oral sex) dengan seorang penderita gonorhoe bias menyebabakn gonore pada tenggorokan (faringitis gonokokal). &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Biasanya infeksi ini tidak menimbulkan gejala, tetapi kadang menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan menelan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika cairan yang terinfeksi mengenai mata maka bisa terjadi infeksi mata luar (konjungtivitis gonorhoe). &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bayi baru lahir bisa terinfeksi oleh gonorhoe dari ibunya selama proses persalinan, sehingga terjadi pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan dari matanya keluar nanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada dewasa, bisa terjadi gejala yang sama, tetapi seringkali hanya 1 mata yang terkena.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika infeksi ini tidak diobati bisa terjadi kebutaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penderita pria biasanya mengeluhkan sakit pada waktu kencing. Dari mulut saluran kencing keluar nanah kental berwarna kuning hijau. Setelah beberapa hari keluarnya nanah hanya pada pagi hari, sedikit dan encer serta rasa nyeri berkurang. Bila penyakit ini tidak diobati dapat timbul komplikasi berupa peradangan pada alat kelamin. Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak menimbulkan keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan GO. Kadang penderita mengeluh keputihan dan nyeri waktu kencing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);" class="fullpost"&gt;KOMPLIKASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dapat timbul komplikasi berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita sukar jalan karena nyeri. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, bila ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik (seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan lain-lain. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Infeksi kadang menyebar melalui aliran darah ke 1 atau beberapa sendi, dimana sendi menjadi bengkak dan sangat nyeri, sehingga pergerakannya menjadi terbatas.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Infeksi melalui aliran darah juga bisa menyebabkan timbulnya bintik-bintik merah berisi nanah di kulit, demam, rasa tidak enak badan atau nyeri di beberapa sendi yang berpindah dari satu sendi ke sendi lainnya (sindroma artritis-dermatitis). &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bisa terjadi infeksi jantung (endokarditis).&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Infeksi pembungkus hati (perihepatitis) bisa menyebabkan nyeri yang menyerupai kelainan kandung empedu.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Komplikasi yang terjadi bisa diatasi dan jarang berakibat fatal, tetapi masa penyembuhan untuk artritis atau endokarditis berlangsung lambat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51); font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;DIAGNOSA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap nanah, dimana ditemukan bakteri penyebab gonorhoe.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Jika pada pemeriksaan mikroskopik tidak ditemukan bakteri, maka dilakukan pembiakan di laboratorium.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Jika diduga terjadi infeksi tenggorokan atau rektum, diambil contoh dari daerah ini dan dibuat biakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(http://childrenhivaids.wordpress.com/2009/08/09/gonore-go-atau-kencing-nanah-penyakit-menular-seksual/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-6426234678165976024?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/6426234678165976024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/01/gonore-kencing-nanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/6426234678165976024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/6426234678165976024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2010/01/gonore-kencing-nanah.html' title='Gonorhoe (Kencing Nanah)'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-5734105581506709764</id><published>2009-12-31T22:42:00.003+07:00</published><updated>2010-09-16T20:11:25.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Epilepsi'/><title type='text'>Epilepsi</title><content type='html'>EPILEPSI adalah gangguan kronik otak dengan ciri timbulnya gejala-gejala yang datang dalam serangan-serangan, berulang-ulang yang disebabkan oleh lepasnya muatan listrik abnormal sel-sel saraf otak, yang bersifat reversibel dengan berbagai etologi. Serangan adalah suatu gejala yang timbulnya tiba-tiba dan menghilang secara tiba-tiba pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Idiopatik : sebagian besar epilepsi pada anak adalah epilepsi idiopatik.&lt;br /&gt;2. Faktor herediter : ada beberapa penyakit yang bersifat herediter yang disertai&lt;br /&gt;bangkitan kejang seperti sklerosis tuberosa, neurofibromatosis, angiomatosis,&lt;br /&gt;ensefalo trigeminal, fenilketonuria, hipoparatiroidisme, hipoglikemia.&lt;br /&gt;3. Faktor genetis : pada kejang demam dan breath holding spells.&lt;br /&gt;4. Kelainan nongenital otak : Atrofi, porensifali, aganesis, korpus kolosum.&lt;br /&gt;5. Gangguan metabolik : hipoglikemia, hipokalsemia, hiponatremia, hipernatremia.&lt;br /&gt;6. Infeksi : radang yang disebabkan bakteri/virus pada otak dan selaputnya,&lt;br /&gt;toksoplasmosis.&lt;br /&gt;7. Trauma : Kontusio serebri, hematoma subbaraknoit, hematoma subdural.&lt;br /&gt;8. Neoplasma otak dan selaputnya&lt;br /&gt;9. Kelainan pembuluh darah, malformasi, penyakit kolagen.&lt;br /&gt;10. Keracunan : timbal (Pb), kamper (kapur barus), fenotiazin, air.&lt;br /&gt;11. Lain-lain : penyakit darah, gangguan keseimbangan hormon, degenerasi serebral,dan lain-lain.&lt;br /&gt;12. Faktor presipitasi Adalah faktor yang mempermudah terjadinya serangan,yaitu :&lt;br /&gt;a. Faktor sensoris : cahaya yang berkedip-kedip, bunyi- bunyi yang mengejutkan,air panas.&lt;br /&gt;b. Faktor sistemis : demam, penyakit infeksi,obat-obat tertentu misalnya golongan Efenotiazin, klorpropamid, hipoglikemia, kelelahan fisik.&lt;br /&gt;c. Faktor mental : stress, gangguan emosi.&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;KLASIFIKASI EPILEPSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Sawan Parsial (fokal, lokal)&lt;br /&gt;- Sawan Parsial sederhana : kesadaran tetap normal&lt;br /&gt;- Dengan gejala motorik&lt;br /&gt;- Gejala Somatosensoris/sensoris spesial (sawan disertai halusinasi sederhana&lt;br /&gt;yang mengenai kelima panca indra). Biasanya kesan yang muncul pada anak&lt;br /&gt;kecil seolah ada teman bicara. Tapi orang dewasa tidak melihat teman&lt;br /&gt;bicaranya.&lt;br /&gt;- Gejala/tanda gangguan saraf otonom (sensasi epigastrum,pucat,berkeringat, membera, piloereksi, dilatasi pupil)&lt;br /&gt;- Gejala psikis (gangguan fungsi luhur) seperti : gangguan bicara, ingatan,&lt;br /&gt;perasaan, orientasi waktu, berilusi, berhalusinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sawan Parsial Kompleks (disertai gangguan kesadaran)&lt;br /&gt;- Serangan Parsial sederhana diikuti gangguan kesadaran (mula-mula membaik,kemudian menurun)&lt;br /&gt;- Dengan penurunan kesadaran sejak serangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sawan umum (konvusif/non konvulsif)&lt;br /&gt;- Sawan Iena (absence)&lt;br /&gt;Pada sawan ini, kegiatan yang dikerjakan terhenti, muka&lt;br /&gt;tampak membengong, bola mata dapat memutar keatas, tak ada reaksi bila&lt;br /&gt;diajak bicara.&lt;br /&gt;- Sawan Mioklonik&lt;br /&gt;Terjadi kontraksi mendadak, sebentar, dapat kuat atau lemah sebagian otot&lt;br /&gt;atau semua otot, sekali atau berulang-ulang. Bangkitan ini dapat dijumpai&lt;br /&gt;pada semua umur.&lt;br /&gt;- Sawan Klonik&lt;br /&gt;Pada sawan ini tidak ada komponen klonik, otot-otot hanya menjadi kaku,&lt;br /&gt;hanya terjadi kejang kelojot. Dijumpai terutama sekali pada anak.&lt;br /&gt;- Sawan Tonik&lt;br /&gt;Pada sawan ini tidak ada komponen klonik, otot-otot hanya menjadi kaku,&lt;br /&gt;juga terdapat pada anak.&lt;br /&gt;- Sawan Tonik – klonik.&lt;br /&gt;Sering dijumpai pada umur diatas balita yang terkenal dengan nama&lt;br /&gt;grandmal. Serangan dapat diawali dengan aura yaitu dengan tanda-tanda yang&lt;br /&gt;mendahului sawan.&lt;br /&gt;- Sawan Atonik&lt;br /&gt;Seluruh otot badan mendadak melemas sehingga pasien terjatuh. Kesadaran&lt;br /&gt;dapat tetap baik atau menurun sebentar. Terutama sekali dijumpai pada anak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;PENANGANAN DENGAN HERBAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Epilepsi dapat ditangani dengan menggunakan produk MEDDIA Herbal yaitu kombinasi antara &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;BANDRUX&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;&lt;strong&gt;CANBAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. Lamanya pengobatan tergantung dari tingkat keparahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-5734105581506709764?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/5734105581506709764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/epilepsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5734105581506709764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5734105581506709764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/epilepsi.html' title='Epilepsi'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-1043662895402269744</id><published>2009-12-31T22:25:00.002+07:00</published><updated>2009-12-31T22:33:09.175+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tetanus'/><title type='text'>Tetanus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetanus adalah suatu toksemia akut yang disebabkan oleh neurotoksin yang dihasilkan oleh Clostridium tetani ditandai dengan spasme otot yang periodik dan berat. Tetanus ini biasanya akut dan menimbulkan paralitik spastik yang disebabkan tetanospasmin. Tetanospamin merupakan neurotoksin yang diproduksi oleh Clostridium tetani. Tetanus disebut juga dengan "Seven day Disease ". Dan pada tahun 1890, diketemukan toksin seperti strichnine, kemudian dikenal dengan tetanospasmin, yang diisolasi dari tanah anaerob yang mengandung bakteri. lmunisasi dengan mengaktivasi derivat tersebut menghasilkan pencegahan dari tetanus. (Nicalaier 1884, Behring dan Kitasato 1890).  Spora Clostridium tetani biasanya masuk kedalam tubuh melalui luka pada kulit oleh karena terpotong , tertusuk ataupun luka bakar serta pada infeksi tali pusat (Tetanus Neonatorum ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;ETIOLOGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetanus disebabkan oleh bakteri gram positif; Cloastridium tetani Bakteri ini berspora, dijumpai pada tinja binatang terutama kuda, juga bisa pada manusia dan juga pada tanah yang terkontaminasi dengan tinja binatang tersebut. Spora ini bisa tahan beberapa bulan bahkan beberapa tahun, jika ia menginfeksi luka seseorang atau bersamaan dengan benda daging atau bakteri lain, ia akan memasuki tubuh penderita tersebut, lalu mengeluarkan toksin yang bernama tetanospasmin. Pada negara belum berkembang, tetanus sering dijumpai pada neonatus, bakteri masuk melalui tali pusat sewaktu persalinan yang tidak baik, tetanus ini dikenal dengan nama tetanus neonatorum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;PATOGENESE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetanospasmin adalah toksin yang menyebabkan spasme,bekerja pada beberapa level dari susunan syaraf pusat, dengan cara :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tobin menghalangi neuromuscular transmission dengan cara menghambat pelepasan acethyl-choline dari terminal nerve di otot.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kharekteristik spasme dari tetanus ( seperti strichmine ) terjadi karena toksin mengganggu fungsi dari refleks synaptik di spinal cord.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kejang pada tetanus, mungkin disebabkan pengikatan dari toksin oleh cerebral ganglioside.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beberapa penderita mengalami gangguan dari Autonomik Nervous System (ANS ) dengan gejala : berkeringat, hipertensi yang fluktuasi, periodisiti takikhardia, aritmia jantung, peninggian cathecholamine dalam urine. Kerja dari tetanospamin analog dengan strychninee, dimana ia mengintervensi fungsi dari arcus refleks yaitu dengan cara menekan neuron spinal dan menginhibisi terhadap batang otak.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Timbulnya kegagalan mekanisme inhibisi yang normal, yang menyebabkan meningkatnya aktifitas dari neuron Yang mensarafi otot masetter sehingga terjadi trismus. Oleh karena otot masetter adalah otot yang paling sensitif terhadap toksin tetanus tersebut. Stimuli terhadap afferen tidak hanya menimbulkan kontraksi yang kuat, tetapi juga dihilangkannya kontraksi agonis dan antagonis sehingga timbul spasme otot yang khas.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Ada dua hipotesis tentang cara bekerjanya toksin, yaitu: &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Toksin diabsorbsi pada ujung syaraf motorik dari melalui sumbu silindrik dibawa kekornu anterior susunan syaraf pusat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Toksin diabsorbsi oleh susunan limfatik, masuk kedalam sirkulasi darah arteri kemudian masuk kedalam susunan syaraf pusat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;PATHOLOGI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Toksin tetanospamin menyebar dari saraf perifer secara ascending bermigrasi secara sentripetal atau secara retrogard mcncapai CNS. Penjalaran terjadi didalam axis silinder dari sarung parineural. Teori terbaru berpendapat bahwa toksin juga menyebar secara luas melalui darah (hematogen) dan jaringan/sistem lymphatic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);" class="fullpost"&gt;GEJALA KLINIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masa inkubasi 5-14 hari, tetapi bisa lebih pendek (1 hari atau lebih lama 3 atau beberapa minggu). &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada tiga bentuk tetanus yang dikenal secara klinis, yakni:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Localited tetanus ( Tetanus Lokal )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Cephalic Tetanus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Generalized tetanus (Tctanus umum)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada lagi pembagian berupa neonatal tetanus. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kharekteristik dari tetanus:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kejang bertambah berat selama 3 hari pertama, dan menetap selama 5 -7 hari.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah 10 hari kejang mulai berkurang frekwensinya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah 2 minggu kejang mulai hilang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Biasanya didahului dengan ketegangaan otot terutama pada rahang dari leher.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kemudian timbul kesukaran membuka mulut ( trismus, lockjaw ) karena spasme &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;otot masetter.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kejang otot berlanjut ke kaku kuduk ( opistotonus , nuchal rigidity )&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Risus sardonicus karena spasme otot muka dengan gambaran alis tertarik keatas, sudut mulut tertarik keluar dan ke bawah, bibir tertekan kuat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gambaran Umum yang khas berupa badan kaku dengan opistotonus, tungkai dengan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Eksistensi, lengan kaku dengan mengepal, biasanya kesadaran tetap baik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena kontraksi otot yang sangat kuat, dapat terjadi asfiksia dan sianosis, retensi urin, bahkan dapat terjadi fraktur collumna vertebralis ( pada anak ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-1043662895402269744?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/1043662895402269744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/tetanus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/1043662895402269744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/1043662895402269744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/tetanus.html' title='Tetanus'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-2971998882810771952</id><published>2009-12-31T22:05:00.003+07:00</published><updated>2010-12-30T09:46:52.961+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lepra'/><title type='text'>Kusta</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Kusta atau Lepra atau disebut juga Penyakit Morbus Hansen, Penyakit Hansen adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas; dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar.Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata. Tidak seperti mitos yang beredar di masyarakat, kusta tidak menyebabkan pelepasan anggota tubuh yang begitu mudah, seperti pada penyakit tzaraath&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,204,51)"&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, kusta telah menyerang manusia sejak 300 SM, dan telah dikenal oleh peradaban Tiongkok kuna, Mesir kuna, dan India. Pada 1995, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat dua hingga tiga juta jiwa yang cacat permanen karena kusta. Walaupun pengisolasian atau pemisahan penderita dengan masyarakat dirasakan kurang perlu dan tidak etis, beberapa kelompok penderita masih dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, seperti India dan Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan yang efektif terhadap penyakit kusta ditemukan pada akir 1940-an dengan diperkenalkannya dapson dan derivatnya. Bagaimanapun juga, bakteri penyebab lepra secara bertahap menjadi kebal terhadap dapson dan menjadi kian menyebar. Hal ini terjadi hingga ditemukannya pengobatan multiobat pada awal 1980-an dan penyakit ini pun mampu ditangani kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,204,51)"&gt;Ciri-ciri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasi klinis dari kusta sangat beragam, namun terutama mengenai kulit, saraf, dan membran mukosa. Pasien dengan penyakit ini dapat dikelompokkan lagi menjadi 'kusta tuberkuloid (Inggris: paucibacillary), kusta lepromatosa (penyakit Hansen multibasiler), atau kusta multibasiler (borderline leprosy). Kusta multibasiler, dengan tingkat keparahan yang sedang, adalah tipe yang sering ditemukan. Terdapat lesi kulit yang menyerupai kusta tuberkuloid namun jumlahnya lebih banyak dan tak beraturan; bagian yang besar dapat mengganggu seluruh tungkai, dan gangguan saraf tepi dengan kelemahan dan kehilangan rasa rangsang. Tipe ini tidak stabil dan dapat menjadi seperti kusta lepromatosa atau kusta tuberkuloid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusta tuberkuloid ditandai dengan satu atau lebih hipopigmentasi makula kulit dan bagian yang tidak berasa (anestetik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusta lepormatosa dihubungkan dengan lesi, nodul, plak kulit simetris, dermis kulit yang menipis, dan perkembangan pada mukosa hidung yang menyebabkan penyumbatan hidung (kongesti nasal) dan epistaksis (hidung berdarah) namun pendeteksian terhadap kerusakan saraf sering kali terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sejalan dengan mitos atau kepercayaan yang ada, penyakit ini tidak menyebabkan pembusukan bagian tubuh. Menurut penelitian yang lama oleh Paul Brand, disebutkan bahwa ketidakberdayaan merasakan rangsang pada anggota gerak sering menyebabkan luka atau lesi. Kini, kusta juga dapat menyebabkan masalah pada penderita AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,204,51)"&gt;Penyebab&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,204,51)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mycobacterium leprae adalah penyebab dari kusta. Sebuah bakteri yang tahan asam M. leprae juga merupakan bakteri aerobik, gram positif, berbentuk batang, dan dikelilimgi oleh membran sel lilin yang merupakan ciri dari spesies Mycobacterium. M. leprae belum dapat dikultur pada laboratorium. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,204,51)"&gt;Patofisiologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mekanisme penularan yang tepat belum diketahui. Beberapa hipotesis telah dikemukakan seperti adanya kontak dekat dan penularan dari udara. Selain manusia, hewan yang dapat tekena kusta adalah armadilo, simpanse, dan monyet pemakan kepiting. Terdapat bukti bahwa tidak semua orang yang terinfeksi oleh kuman M. leprae menderita kusta, dan diduga faktor genetika juga ikut berperan, setelah melalui penelitian dan pengamatan pada kelompok penyakit kusta di keluarga tertentu. Belum diketahui pula mengapa dapat terjadi tipe kusta yang berbeda pada setiap individu. Faktor ketidakcukupan gizi juga diduga merupakan faktor penyebab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyakit ini sering dipercaya bahwa penularannya disebabkan oleh kontak antara orang yang terinfeksi dan orang yang sehat. Dalam penelitian terhadap insidensi, tingkat infeksi untuk kontak lepra lepromatosa beragam dari 6,2 per 1000 per tahun di Cebu, Philipina hingga 55,8 per 1000 per tahun di India Selatan.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Dua pintu keluar dari M. leprae dari tubuh manusia diperkirakan adalah kulit dan mukosa hidung. Telah dibuktikan bahwa kasus lepromatosa menunjukkan adnaya sejumlah organisme di dermis kulit. Bagaimanapun masih belum dapat dibuktikan bahwa organisme tersebut dapat berpindah ke permukaan kulit. Walaupun terdapat laporan bahwa ditemukanya bakteri tahan asam di epitel deskuamosa di kulit, Weddel et al melaporkan bahwa mereka tidak menemukan bakteri tahan asam di epidermis. Dalam penelitian terbaru, Job et al menemukan adanya sejumlah M. leprae yang besar di lapisan keratin superfisial kulit di penderita kusta lepromatosa. Hal ini membentuk sebuah pendugaan bahwa organisme tersebut dapat keluar melalui kelenjar keringat. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pentingnya mukosa hidung telah dikemukakan oleh Schäffer pada 1898. Jumlah dari bakteri dari lesi mukosa hidung di kusta lepromatosa, menurut Shepard, antara 10.000 hingga 10.000.000 bakteri. Pedley melaporkan bahwa sebagian besar pasien lepromatosa memperlihatkan adanya bakteri di sekret hidung mereka. Davey dan Rees mengindikasi bahwa sekret hidung dari pasien lepromatosa dapat memproduksi 10.000.000 organisme per hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pintu masuk dari M. leprae ke tubuh manusia masih menjadi tanda tanya. Saat ini diperkirakan bahwa kulit dan saluran pernapasan atas menjadi gerbang dari masuknya bakteri. Rees dan McDougall telah sukses mencoba penularan kusta melalui aerosol di mencit yang ditekan sistem imunnya. Laporan yang berhasil juga dikemukakan dengan pencobaan pada mencit dengan pemaparan bakteri di lubang pernapasan. Banyak ilmuwan yang mempercayai bahwa saluran pernapasan adalah rute yang paling dimungkinkan menjadi gerbang masuknya bakteri, walaupun demikian pendapat mengenai kulit belum dapat disingkirkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masa inkubasi pasti dari kusta belum dapat dikemukakan. Beberapa peneliti berusaha mengukur masa inkubasinya. Masa inkubasi minimum dilaporkan adalah beberapa minggu, berdasarkan adanya kasus kusta pada bayi muda. Masa inkubasi maksimum dilaporkan selama 30 tahun. Hal ini dilaporan berdasarkan pengamatan pada veteran perang yang pernah terekspos di daerah endemik dan kemudian berpindah ke daerah non-endemik. Secara umum, telah disetujui, bahwa masa inkubasi rata-rata dari kusta adalah 3-5 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-2971998882810771952?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/2971998882810771952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/kusta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/2971998882810771952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/2971998882810771952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/kusta.html' title='Kusta'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-3519295238682095940</id><published>2009-12-31T21:39:00.003+07:00</published><updated>2011-02-06T11:48:18.069+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kista'/><title type='text'>Kista</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kista adalah tumor jinak di organ reproduksi perempuan yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya. Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi dua, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya. Selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kista dapat memberikan berbagai keluhan seperti nyeri sewaktu haid, nyeri perut bagian bawah, sering merasa ingin buang air besar atau kecil, dan pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut. Untuk jenis kista folikel, biasanya tidak memberikan rasa nyeri. Sehingga kebanyakan penderita tidak menyadarinya. Namun, jika kista pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat. Tidak seperti kista folikel, kista korpus luteum umumnya memberikan nyeri hanya pada satu sisi dari perut bagian bawah. Penderita juga mengalami perubahan pola haid, misalnya terlambat haid atau pendarahan diantara periode haid. Pendarahan vagina yang hebat dan tidak teratur jika berlangsung kronik dapat berakibat pada anemia. Nyeri perut yang timbul biasanya hebat dan dapat disertai mual dan muntah. Pembesaran perut juga sering terjadi pada beberapa jenis kista yang cenderung tumbuh makin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);" class="fullpost"&gt;Jenis Kista&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada 4 macam kista indung telur. Kista fungsional, dermoid, cokelat (endometriosis) dan kista kelenjar (cystadenoma). &lt;span class="fullpost"&gt;Sampai saat ini masih belum diketahui bagaimana terjadinya kista. Biasanya tumbuh sangat pelan dan sering terjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;keganasan pada umur lebih 45 tahun. Dari keempat kista ini yang paling banyak dan justru sering mengecil sendiri&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;seiring dengan membaiknya keseimbangan hormonal adalah kista fungsional. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagian besar kista tanpa gejala dan diketahui secara kebetulan pada waktu periksa dokter. Menurut pengalaman, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;diketahuinya menderita kista indung telur biasanya sewaktu periksa check up atau sewaktu periksa karena sebab lain. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain itu juga dapat timbul gejala yang khas untuk kista indung telur dan sangat terkait dengan jenis kista indung telur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kista Fungsional. Sering tanpa gejala. Timbul gejala rasa sakit apabila disertai komplikasi seperti terpuntir atau pecah,&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tetapi komplikasi ini sangat jarang. Kista fungsional ini paling sering terjadi dan sangat jarang pada dua indung telur. Ia&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;bisa mengecil sendiri dalam waktu 1-3 bulan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kista Dermoid. Kista ini terjadi karena jaringan dalam telur yang tidak dibuahi. Kemudian tumbuh menjadi beberapa&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;jaringan seperti rambut, tulang dan lemak. Kista dapat terjadi pada dua indung telur dan biasanya tanpa gejala. Timbul&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;gejala rasa sakit apabila kista terpuntir atau pecah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kista Cokelat (endometrioma). Terjadi karena lapisan di dalam rahim (yang biasanya terkelupas sewaktu haid dan&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;terlihat keluar dari kemaluan seperti darah), tidak terletak dalam rahim tetapi melekat pada dinding luar indung telur.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Akibat peristiwa ini setiap kali haid, lapisan tersebut menghasilkan darah haid, yang akan terus menerus tertimbun dan&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;menjadi kista. Kista ini bisa pada satu atau dua indung telur. Timbul gejala utama yaitu rasa sakit terutama sewaktu haid &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;atau sexual intercourse.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kistadenoma. Berasal dari pembungkus indung telur yang tumbuh menjadi kista. Kista jenis ini juga dapat menyerang&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;indung telur kanan dan kiri. Gejala yang timbul biasanya akibat penekanan pada bagian tubuh sekitar seperti kandung &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kencing sehingga dapat menyebabkan semacam ''beser''.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);" class="fullpost"&gt;Kista Kambuhan Sebabkan Infertilitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kista endometriosis sebenarnya salah satu jenis kista yang tidak ganas dan bukan merupakan tumor sejati. Akan tetapi, kista ini menyebalkan karena kerap kambuh dan dapat mengganggu kesuburan perempuan.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Demikian disampaikan ahli Onkologi dari subbagian Onkologi Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Sigid Pribudi SpOG dalam seminar Bahaya Kista Ovarium. Seminar diselenggarakan Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Dalam kasus infertilitas, 10-15 persen disebabkan oleh kista kambuhan itu," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kista endometriosis dapat timbul di indung telur, saluran telur, atau badan rahim. Menurut Sigid, meskipun belum diketahui persis faktor penyebab kekambuhan, dicurigai pengobatan yang tidak tuntas setelah operasi pengambilan kista jadi pemicunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelumnya, angka kekambuhan kista endometriosis cukup tinggi yaitu sedikitnya 50 persen bahkan sebelum sampai setahun setelah kista diambil. Dengan pengobatan intensif seperti suntikan dan oral, angka kekambuhan bisa ditekan hingga 10-15 persen.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Jika endometriosis menyerang indung telur cukup parah, indung telur terpaksa diambil. Namun, bila masih kecil, kurang dari 5 sentimeter, tindakan medis bisa dengan mengambil kistanya saja atau dibakar (kauterisasi). Jika hanya satu indung telur yang diserang, potensi bisa hamil masih ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);" class="fullpost"&gt;Pemicu endometriosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyebab kista endometriosis masih terus diteliti para ahli. Teori lama mengatakan, darah menstruasi masuk kembali ke saluran telur (tuba falopii) dengan membawa jaringan (endometrium) dari lapisan dinding rahim sehingga jaringan tersebut menetap dan tumbuh di luar rahim. Kista endometriosis kerap disebut kista coklat sebab berisi darah kecoklatan dan sel-sel endometrium.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Meskipun bukan kista ganas, endometriosis perlu diwaspadai karena 26 persen dari kasus kista endometriosis dapat berlanjut menjadi kanker. Sayang, penyebabnya belum diketahui pasti. "Oleh karena itu sekarang ini ada semacam wacana baru, apakah benar kista endometriosis ini bukan semacam tumor? Hal itu masih menjadi studi para ahli," kata dr Sigid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Salah satu penyebab kista endometriosis adalah mutasi genetik. Penyebab yang paling dicurigai adalah polutan, salah satunya asbes. Sebab itu, banyak kasus kista tersebut ditemui pada negara-negara industri. Bahkan, ada studi yang menemukan kasus ini kerap muncul pada perempuan karier di negara industri.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;"Dunia sudah semakin terpolusi, manusia semakin mengabaikan lingkungannya. Akibatnya dirinya sendiri yang terkena dampaknya," kata Sigid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perempuan yang berisiko cukup tinggi terhadap kista endometriosis adalah perempuan yang dalam keluarganya berriwayat kanker indung telur dan kanker payudara.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Upaya preventif yang dapat dilakukan adalah memeriksakan diri secara teratur. Deteksi dini sangat membantu mengurangi keberlanjutan kista endometriosis menjadi lebih parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0); font-weight: bold;"&gt;Penanganan dengan Herbal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi Kista, herbal yang digunakan yaitu kombinasi &lt;span style="color: rgb(204, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;MEDDIA MEDDWA&lt;/span&gt; dan R. 71 yang diminum secara bergantian pagi dan sore.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-3519295238682095940?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/3519295238682095940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/kista.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/3519295238682095940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/3519295238682095940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/kista.html' title='Kista'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-143467385161305969</id><published>2009-12-30T22:37:00.001+07:00</published><updated>2009-12-30T22:48:23.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ataksia'/><title type='text'>Ataksia (Ataxia)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ataksia sering muncul ketika bagian dari sistem saraf yang mengendalikan gerakan mengalami kerusakan. Penderita ataksia mengalami kegagalan kontrol otot pada tangan dan kaki mereka, sehingga menghasilkan kurangnya keseimbangan dan koordinasi atau gangguan gait (Glucosamine/chondroitin Arthritis Intervention Trial).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataksia Friedreich merupakan penyakit menurun yang menyebabkan kerusakan progresif terhadap sistem saraf sehingga menyebabkan gangguan gait dan masalah berbicara sampai penyakit jantung. Penyakit ini dinamakan seperti dokter Nicholaus Friedreich, yang pertama kali mendeskripsikan kondisi tersebut pada tahun 1980. Ataksia yang merupakan gangguan koordinasi seperti kikuk atau gerakan canggung dan tidak kokoh, muncul pada banyak penyakit dan kondisi. Ataksia Friedreich disebabkan kemunduran jaringan saraf pada urat saraf tulang belakang (spinal cord) dan saraf yang mengendalikan gerakan otot pada lengan dan kaki. Urat saraf menjadi tipis dan sel-sel saraf kehilangan serabut myelin. Ataksia Friedriech, meskipun jarang merupakan ataksia yang paling sering diturunkan dan terjadi pada wanita dan pria dengan risiko yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;PENYEBAB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar gangguan yang menghasilkan ataksia menyebabkan bagian dari otak yang disebut serebelum (otak kecil) memburuk atau atrofi. Kadang urat saraf tulang belakang (spinal cord) juga terpengaruh. Degenerasi serebelar dan spinosereberal digunakan untuk mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada sistem saraf manusia, namun bukan diagnosa yang spesifik. Degenerasi serebelar dan spinosereberal memiliki banyak penyebab.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;GEJALA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejala dan waktu onset tergantung dari tipe ataksia. Bahkan terdapat banyak variasi dalam keluarga yang sama dengan tipe ataksia yang sama. Kelainan resesif umumnya menyebabkan gejala yang dimulai sejak masa kanak-kanak dibandingkan dewasa.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimanapun, dalam tahun-tahun terakhir, sejak tes genetik tersedia, diketahui ataksia Friedreich mulai terjadi saat dewasa pada beberapa kasus. Ataksia dominan sering muncul pada umur 20 tahun sampai 30 tahun atau bahkan lebih tua lagi. Kadang individu dapat tidak menunjukkan gejala sampai usia 60 tahun.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Biasanya keseimbangan dan koordinasi yang dipengaruhi pertama kali. Tidak adanya koordinasi tangan, lengan dan kaki dan kemampuan berbicara adalah gejala umum lainnya. Berjalan menjadi semakin sulit dan ditandai oleh berjalan dengan menempatkan kaki semakin jauh untuk mengimbangi keseimbangan yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gangguan koordinasi lengan dan tangan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan kontrol gerak yang baik seperti menulis dan memakan. Gerakan mata yang lambat dapat dilihat pada beberapa bentuk ataksia. Seiring berjalannya waktu, ataksia dapat mempengaruhi kemampuan berbicara &amp;amp; menelan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ataksia yang diwariskan merupakan kelainan degeneratif yang berkembang selama beberapa tahun. Seberapa parah dan kemungkinan berujung pada kematian tergantung tipe ataksia, usia dimulainya gejala dan faktor lain hanya sedikit dipahami saat ini. Komplikasi saluran pernapasan dapat menjadi fatal pada orang yang ?bed bound? atau memiliki masalah menelan yang parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);" class="fullpost"&gt;DIAGNOSA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diagnosa ataksia Friedreich dilakukan berdasarkan pemeriksaan klinis termasuk riwayat medis dan melalui pemeriksaan fisik. Tes yang dilakukan meliputi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Elektromiogram (EMG), yang mengukur aktivitas elektrik sel-sel otot.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Studi pengantaran saraf, yang mengukur kecepatan saraf meneruskan rangsangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Elektrokardiogram (EKG), yang memberikan hasil grafik aktivitas elektrik atau pola denyut jantung&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ekokardiogram, yang merekam posisi dan gerakan otot jantung.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau scan computed tomography (CT) scan, yang menyediakan gambar otak dan urat saraf tulang belakang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketukan tulang belakang (spinal tap) untuk mengevaluasi cairan serebrospinal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tes darah dan urin untuk mengetahui naiknya kadar glukosa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tes genetik untuk mengidentifikasi gen yang dipengaruhi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(medicastore.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-143467385161305969?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/143467385161305969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/ataksia-ataxia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/143467385161305969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/143467385161305969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/ataksia-ataxia.html' title='Ataksia (Ataxia)'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-5791381584350423274</id><published>2009-12-30T22:18:00.001+07:00</published><updated>2009-12-30T22:22:08.028+07:00</updated><title type='text'>9 Penyakit Menular dari Satwa Liar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Hepatitis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di seluruh dunia diperkirakan 2 milyar manusia telah terinfeksi penyakit hepatitis. Dua juta orang meninggal tiap tahunnya atau tiap menitnya ada 4 orang meninggal akibat kasus penyakit tersebut. Kecepatan penularan penyakit hepatitis 4 kali lebih cepat dari penyakit HIV. Penularan penularan penyakit hepatitis ini melalui aliran darah, plasenta bayi bagi ibu yang mengandung serta cairan tubuh seperti sperma, vagina, dan air liur. Orang yang terkena hepatitis, hatinya akan rusak. Perutnya tampak membesar, muntah, diare dan kulit berwarna kekuningan. Fungsi hati yang menyaring racun telah hancur oleh virus ini, akibatnya kematian mengancam penderita hepatitis. Satwa primata (bangsa kera dan monyet) dapat menularkan penyakit hepatitis melalui gigitan atau cakaran. Hati-hati memelihara primata, karena barangkali primata itu terinveksi hepatitis dan sekali dia menggigit anda maka anda berisiko tertular hepatitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Tuberculosa (TBC)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TBC adalah penyakit yang menyebabkan kematian terbesar kedua di Indonesia. Gejala yang ditimbulkan antara lain gangguan pernafasan seperti sesak nafas, batuk sampai berdarah, badan tampak kurus kering dan lemah. Penularan penyakit ini sangat cepat karena ditularkan melalui saluran pernafasan. Selain manusia satwapun dapat terinfeksi dan menularkan penyakit TBC melalui kotorannya. Jika kotoran satwa yang terinveksi itu terhirup oleh manusia maka membuka peluang manusia akan terinveksi juga penyakit TBC. Penyakit Tuberculosis bersifat menahun atau berjalan kronis, sehingga gejala klinisnya baru muncul jika sudah parah. Satwa yang punya potensi besar menularkan penyakit TBC ke manusia adalah primata, misalnya orangutan, owa dan siamang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Rabies&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus ini dikenal juga sebagai penyakit anjing gila. Penyakit yang menyerang susunan syaraf pusat ini dapat ditularkan ke manusia lewat gigitan satwa. Kasus gigitan hewan penyebar rabies adalah anjing (90%), kucing (3%), kera (3%) dan satwa lain (1%). Gejala yang ditimbulkan bila terinfeksi rabies pertama-tama adalah tingkah laku yang abnormal dan sangat sensitif (mudah marah), kelumpuhan dan kekejangan pada anggota gerak. Penderita akan mati karena kesulitan untuk bernafas dan menelan dalam kurun waktu 2-10 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Cacingan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cacingan sering dianggap penyakit yang ringan, padahal penyebab kematian terbesar satwa dipelihara oleh manusia dalam kondisi buruk adalah penyakit ini. Stress dapat meningkatkan jumlah infeksi cacing dalam tubuh. Dengan ukuran yang sangat kecilyaitu 0,01-0,1 mm, sangat memudah bagi parasit menular ke semua satwa termasuk manusia. Diare, badan kurus, kekurangan cairan (dehidrasi), anemia serta badan lemas merupakan gejala awal yang ditimbulkan oleh adanya infeksi cacing. Kejang-kejang pada seluruh anggota gerak, perut membesar dan keras akibat adanya timbunan gas (kembung) merupakan tanda bahwa racun telah menyebar ke seluruh tubuh. Bila tidak segera diobati maka kematian akan menjemput penderitanya. Hampir semua satwa yang berpotensi menularkan penyakit cacingan, misalnya primata, musang, kucing, burung nuri, kakatua, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);" class="fullpost"&gt;Toxoplasmosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyakit ini ditakuti oleh kaum wanita karena menyebabkan kemandulan atau selalu keguguran bila mengandung. Bayi yang lahir dengan kondisi cacatpun juga dapat di sebabkan oleh penyakit ini. Penyakit Toxoplasmosis disebarkan oleh satwa bangsa kucing, misalnya kucing hutan, harimau atau juga kucing rumahan. Penularan kepada manusia melalui empat cara yaitu: secara tidak sengaja menelan makanan atau minuman yang telah tercemar Toxoplasama, memakan makanan yang berasal dari daging yang mengandung parasit Toxopalsma dan tidak dimasak secara sempurna/setengah matang. Penularan lain adalah infeksi penyakit yang ditularkan melalui placenta bayi dalam kandungan bagi ibu yang mengandung. Cara penularan terakhir adalah melalui transfusi darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);" class="fullpost"&gt;Psitacosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walaupun belum ada laporan tentang kasus penyakit Psittacosis yang diderita oleh manusia tetapi penyakit yang disebarkan oleh burung paruh bengkok (nuri dan kakatua) ini dapat menyebabkan gangguan pernafasan. Penularannya bisa lewat kotoran burung yang kemudian terhirup oleh manusia. Gejala klinik yang ditimbulkan antara lain adalah gangguan pernafasan mulai dari sesak nafas sampai peradangan pada saluran pernafasan, diare, tremor serta kelemahan pada anggota gerak. Kondisi akan semakin parah bila penderita dalam kondisi stress dan makanan yang kekurangan gizi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);" class="fullpost"&gt;Salmonellosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bakteri Salmonella masuk ke tubuh penderita melalui makanan atau minuman yang tercemar bakteri ini. Akibat yang ditimbulkan bila terinfeksi bakteri Salmonella adalah peradangan pada saluran pencernaan sampai rusaknya dinding usus. Akibatnya penderita akan mengalami diare, sari makanan yang masuk dalam tubuh tidak dapat terserap dengan baik sehingga penderita akan tampak lemah dan kurus. Racun yang dihasilkan oleh bakteri Salmonella menyebabkan kerusakan otak, organ reproduksi wanita bahkan yang sedang hamilpun dapat mengalami keguguran. Satwa yang bisa menularkan penyakit salmonella ini antara lain primata, iguana, ular, dan burung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);" class="fullpost"&gt;Leptospirosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyakit yang disebabkan oleh sejenis kuman ini menyerang semua jenis satwa termasuk manusia. Organ tubuh yang paling disukai oleh kuman ini tumbuh subur adalah ginjal dan organ reproduksi. Penularan penyakit berawal dari adanya luka yang terbuka dan terkontaminasi dengan air kencing atau cairan dari organ reproduksi. Bakan makanan atau minuman yang tercemarpun dapat menyebakan infeksi masuk dalam tubuh. Gejala yang mudah diamati bila terinfeksi penyakit ini adalah air kencing berubah menjadi merah karena ginjal penderita mengalami perdarahan. Selain itu kepala akan mengalami sakit yang luar biasa, depresi, badan lemah bahkan wanita hamil juga akan mengalami keguguran. Sampai saat ini belum ada vaksin Leptospira untuk manusia, yang tersedia hanya untuk satwa. Satwa yang bisa menularkan penyakit mengerikan ini adalah anjing, kucing, harimau, tikus, musang, jelarang dan tupai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);" class="fullpost"&gt;Herpes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adanya pelepuhan kulit di seluruh tubuh merupakan gejala awal yang ditimbulkan bila terinfeksi virus herpes. Virus ini bisa berakibat kematian bagi bangsa primata. Manusia dapat tertular dari gigitan atau cakaran satwa yang mengandung virus tersebut. Penderita penyakit ini akan mengalami dehidrasi akibat pelepuhan kulit dan akhirnya kematian akan menjemputnya. Hati-hati jika memelihara primata seperti monyet, lutung, owa, siamang, orangutan, dan lain-lain. Bisa jadi primata yang anda pelihara itu ternyata menderita herpes.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oleh: Drh. Luki Kusuma Wardhani (http://www.profauna.org/content/id/9_penyakit_menular_dari_satwa_liar.html)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-5791381584350423274?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/5791381584350423274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/9-penyakit-menular-dari-satwa-liar_30.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5791381584350423274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5791381584350423274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/9-penyakit-menular-dari-satwa-liar_30.html' title='9 Penyakit Menular dari Satwa Liar'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-1164909484658829972</id><published>2009-12-30T21:54:00.003+07:00</published><updated>2010-12-30T09:50:49.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Meningitis'/><title type='text'>Meningitis</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meninges, yaitu membrane atau selaput yang melapisi otak (brain) dan syaraf tunjang (spinal cord). Meningitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau mikroorganisme lain, dan sedikit sekali yang sebabkan oleh obat-obatan. Meningitis dapat mengancam jiwa karena kedekatan peradangan pada otak dan saraf tunjang (spinal cord) ini, sehingga kondisinya diklasifikasikan sebagai keadaan darurat medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,204,51)"&gt;Gejala Penyakit Meningitis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala Penyakit Meningitis yang paling umum adalah sakit kepala dan leher kaku berhubungan dengan demam, kebingungan atau kesadaran yang berubah, muntah, dan ketidakmampuan untuk mentoleransi cahaya (photophobia) atau suara keras (phonophobia). Kadang-kadang, terutama pada anak kecil, hanya gejala nonspesifik mungkin muncul, seperti mudah marah dan kantuk. Jika terjadi ruam-ruam pada tubuh, hal itu mungkin menunjukkan penyebab tertentu meningitis; misalnya, meningitis yang disebabkan oleh bakteri meningokokus (meningococal bacteria) dapat disertai oleh ruam yang khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bayi gejala dan tanda penyakit meningitis mungkin sangatlah sulit diketahui, namun umumnya bayi akan tampak lemah dan pendiam (tidak aktif), gemetaran, muntah dan enggan menyusui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,204,51)"&gt;Penyebab Penyakit Meningitis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meningitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau mikroorganisme. Kebanyakan kasus penyakit meningitis disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, jamur, dan parasit menjadi penyebab paling umum berikutnya. Penyakit Meningitis juga bisa dari berbagai penyebab non-infeksius, seperti karena obat-obatan misalnya atau bisa juga penyebaran kanker ke meninges (malignant meningitis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Virus yang dapat menyebabkan meningitis termasuk enterovirus, herpes simplex virus tipe 2 (dan kurang umum tipe 1), varicella zoster virus (dikenal sebagai penyebab cacar air dan ruam saraf), virus gondok, HIV, dan LCMV.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bakteri yang dapat mengakibatkan serangan meningitis diantaranya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Streptococcus pneumoniae (pneumococcus).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bakteri ini yang paling umum menyebabkan meningitis pada bayi ataupun anak-anak. Jenis bakteri ini juga yang bisa menyebabkan infeksi pneumonia, telinga dan rongga hidung (sinus).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Neisseria meningitidis (meningococcus).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bakteri ini merupakan penyebab kedua terbanyak setelah Streptococcus pneumoniae, Meningitis terjadi akibat adanya infeksi pada saluran nafas bagian atas yang kemudian bakterinya masuk kedalam peredaran darah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Haemophilus influenzae (haemophilus).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Haemophilus influenzae type b (Hib) adalah jenis bakteri yang juga dapat menyebabkan meningitis. Jenis virus ini sebagai penyebabnya infeksi pernafasan bagian atas, telinga bagian dalam dan sinusitis. Pemberian vaksin (Hib vaccine) telah membuktikan terjadinya angka penurunan pada kasus meningitis yang disebabkan bakteri jenis ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Listeria monocytogenes (listeria).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ini merupakan salah satu jenis bakteri yang juga bisa menyebabkan meningitis. Bakteri ini dapat ditemukan dibanyak tempat, dalam debu dan dalam makanan yang terkontaminasi. Makanan ini biasanya yang berjenis keju, hot dog dan daging sandwich yang mana bakteri ini berasal dari hewan lokal (peliharaan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. Bakteri lainnya yang juga dapat menyebabkan meningitis adalah Staphylococcus aureus dan Mycobacterium tuberculosis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,204,51)"&gt;Penanganan dan Pengobatan Penyakit Meningitis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pasien yang diduga mengalami Meningitis haruslah dilakukan suatu pemeriksaan yang akurat, baik itu disebabkan virus, bakteri ataupun jamur. Hal ini diperlukan untuk spesifikasi pengobatannya, karena masing-masing akan mendapatkan therapy sesuai penyebabnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,204,51)"&gt;Pencegahan Tertularnya Penyakit Meningitis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meningitis yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui batuk, bersin, ciuman, sharing makan 1 sendok, pemakaian sikat gigi bersama dan merokok bergantian dalam satu batangnya. Maka bagi anda yang mengetahui rekan atau disekeliling ada yang mengalami meningitis jenis ini haruslah berhati-hati. Mancuci tangan yang bersih sebelum makan dan setelah ketoilet umum, memegang hewan peliharaan. Menjaga stamina (daya tahan) tubuh dengan makan bergizi dan berolahraga yang teratur adalah sangat baik menghindari berbagai macam penyakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-1164909484658829972?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/1164909484658829972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/meningitis-adalah-peradangan-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/1164909484658829972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/1164909484658829972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/meningitis-adalah-peradangan-yang.html' title='Meningitis'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-4621388632648228961</id><published>2009-12-30T10:20:00.010+07:00</published><updated>2011-02-06T09:53:32.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Edema'/><title type='text'>Edema</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Edema adalah penimbunan cairan secara berlebihan di antara sel-sel tubuh atau di dalam berbagai rongga tubuh. Keadaan ini sering dijumpai pada praktek klinik sehari-hari yang terjadi sebagai akibat ketidakseimbangan faktor-faktor yang mengontrol perpindahan cairan tubuh, antara lain gangguan hemodinamik sistem kapiler yang menyebabkan retensi natrium dan air, penyakit ginjal serta perpindahannya air dari intravascular ke intestinum. Pembengkakan jaringan akibat kelebihan cairan interstisium dikenal sebagai edema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab edema dapat dikelompokan menjadi empat kategori umum:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penurunan konsentrasi protein plasma menyebabkan penurunan tekanan osmotik plasma.penurunan ini menyebabkan filtrasi cairan yang keluar dari pembuluh lebih tinggi, sementara jumlah cairan yang direabsorpsi kurang dari normal ; dengan demikian terdapat cairan tambahan yang tertinggal diruang –ruang interstisium. Edema yang disebabkan oleh penurunan konsentrasi protein plasma dapat terjadi melalui beberapa cara : pengeluaran berlebihan protein plasma di urin akibat penyakit ginjal ; penurunan sintesis protein plasma akibat penyakit hati (hati mensintesis hampir semua protein plasma) ; makanan yang kurang mengandung protein ; atau pengeluaran protein akibat luka bakar yang luas .&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peningkatan permeabilitas dinding kapiler menyebabkan protein plasma yang keluar dari kapiler ke cairan interstisium disekitarnya lebih banyak. Sebagai contoh, melalui pelebaran pori–pori kapiler yang dicetuskan oleh histamin pada cedera jaringan atau reaksi alergi . Terjadi penurunan tekanan osmotik koloid plasma yang menurunkan kearah dalam sementara peningkatan tekanan osmotik koloid cairan interstisium yang diseabkan oleh kelebihan protein dicairan interstisium meningkatkan tekanan kearah luar. ketidakseimbangan ini ikut berperan menimbulkan edema lokal yang berkaitan dengan cedera (misalnya , lepuh) dan respon alergi (misalnya, biduran). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peningkatan tekanan vena , misalnya darah terbendung di vena , akan disertai peningkatan tekanan darah kapiler, kerena kapiler mengalirkan isinya kedalam vena. peningkatan tekanan kearah dinding kapiler ini terutama berperan pada edema yang terjadi pada gagal jantung kongestif. Edema regional juga dapat terjadi karena restriksi lokal aliran balik vena. Salah satu contoh adalah adalah pembengkakan di tungkai dan kaki yang sering terjadi pada masa kehamilan. Uterus yang membesar menekan vena –vena besar yang mengalirkan darah dari ekstremitas bawah pada saat vena-vena tersebut masuk ke rongga abdomen. Pembendungan darah di vena ini menyebabkan kaki yang mendorong terjadinya edema regional di ekstremitas bawah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyumbatan pembuluh limfe menimbulkan edema, karena kelebihan cairan yang difiltrasi keluar tertahan di cairan interstisium dan tidak dapat dikembalikan ke darah melalui &lt;span class="fullpost"&gt;sistem limfe. Akumulasi protein di cairan interstisium memperberat masalah melalui efek smotiknya. Penyumbatan limfe lokal dapat terjadi, misalnya di lengan wanita yang saluran-saluran drainase limfenya dari lengan yang tersumbat akibat pengangkatan kelenjar limfe selama pembedahan untuk kanker payudara. Penyumbatan limfe yang lebih meluas terjadi pada filariasis, suatu penyakit parasitic yang ditularkan melalui nyamuk yang terutama dijumpai di daerah-daerah tropis. Pada penyakit ini, cacing-cacing filaria kecil mirip benang menginfeksi pembuluh limfe sehingga terjadi gangguan aliran limfe. Bagian tubuh yang terkena, terutama skrotum dan ekstremitas, mengalami edema hebat.Kelainan ini sering disebut sebagai elephantiasis, karena ekstremitas yang membengkak seperti kaki gajah. Apapun penyebab edema, konsenkuensi pentingnya adalah penurunan pertukaran bahan-bahan antara darah dan sel. Sering dengan akumulasi cairan interstisium, jarak antara sel dan darah yang harus ditempuh oleh nutrient, O2, dan zat-zat sisa melebar sehingga kecepatan difusi berkurang. Dengan demikian, sel-sel di dalam jaringan yang edematosa mungkin kurang mendapat pasokan darah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejala dan Tanda &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Distensi vena jugularis, Peningkatan tekanan vena sentral&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Peningkatan tekanan darah, Denyut nadi penuh, kuat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Melambatnya waktu pengosongan vena-vena tangan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Edema perifer dan periorbita&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Asites, Efusi pleura, Edema paru akut (dispnea,takipnea,ronki basah di seluruh lapangan &lt;span class="fullpost"&gt;paru)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penambahan berat badan secara cepat : penambahan 2% = kelebihan ringan,&lt;span class="fullpost"&gt;penambahna 5% = kelebihan sedang, penambahan 8% = kelebihan berat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hasil laboratorium : penurunan hematokrit, protein serum rendah, natrium serum normal,&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;natrium urine rendah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Penanganan dengan Herbal&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0); font-weight: bold;"&gt;STAMED&lt;/span&gt; dapat digunakan untuk terapi edema, yang berfungsi memperbaiki organ-organ vital tubuh serta meningkatkan stamina.&lt;br /&gt;(http://ilmukedokteran.net/pdf/Daftar-Masalah-Individu/edema.pdf)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-4621388632648228961?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/4621388632648228961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/edema.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/4621388632648228961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/4621388632648228961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/edema.html' title='Edema'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-5392035362889450890</id><published>2009-12-30T10:03:00.006+07:00</published><updated>2011-02-06T09:18:16.225+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cytomegalovirus (CMV)'/><title type='text'>Cytomegalovirus (CMV)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cytomegalovirus atau disingkat CMV merupakan anggota “keluarga” virus herpes yang biasa disebut herpesviridae. CMV sering disebut sebagai “virus paradoks” karena bila menginfeksi seseorang dapat berakibat fatal, atau dapat juga hanya diam di dalam tubuh penderita seumur hidupnya. Pada awal infeksi, CMV aktif menggandakan diri. Sebagai respon, sistem kekebalan tubuh akan berusaha mengatasi kondisi tersebut, sehingga setelah beberapa waktu virus akan menetap dalam cairan tubuh penderita seperti darah, air liur, urin, sperma, lendir vagina, ASI, dan sebagainya. Penularan CMV dapat terjadi karena kontak langsung dengan sumber infeksi tersebut, dan bukan melalui makanan, minuman atau dengan perantaraan binatang. Cytomegalovirus juga jarang ditemukan pada trasfusi darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51); font-weight: bold;"&gt;Karakteristik CMV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik CMV adalah sebagai berikut: termasuk famili Herpesvirus, diameter virion 100-200 nanomikron, mempunyai selubung lipoprotein (envelope), bentuk ikosahedral nukleokapsid, dengan asam nukleat berupa DNA double-stranded. Nama "Cytomegalo" mengacu pada ciri khas pembesaran sel yang terinfeksi virus, di dalam nukleusnya, dijumpai inclusion bodies, dan membesar berbentuk menyerupai mata burung hantu (owl’s eye). Cytomegalovirus dapat dipisahkan dari virus herpes lainnya dengan menggunakan perangkat biologi seperti jenis semang dan jenis sitopatologi yang ditimbulkan. Pembelahan virus dihubungkan dengan produksi inklusi intranukleus yang besar dan inklusi intrasitoplasma yang lebih kecil. Virus ini tampaknya bereplikasi dalam berbagai jenis sel in vivo; pada biakan jaringan virus lebih banyak bereplikasi di fibroblast.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih belum jelas apakah sitomegalovirus bersifat onkogenik dalam tubuh. Walaupun jarang sekali, virus ini dapat mengubah bentuk fibroblast, dan pecahan gen perubah bentuk ini telah ditemukan. CMV cepat menyebar biasanya melalui berbagai macam cairan tubuh orang yang telah terinfeksi CMV, seperti contohnya air seni, air liur, darah, air mata, mani, dan air susu ibu. Penyebaran virus ini dapat berlangsung tanpa adanya gejala-gejala klinis terlebih dahulu. Penularan dapat juga terjadi diantara ibu dengan janin dan pada transfuse organ atau cangkok pada bagian badan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51); font-weight: bold;"&gt;Pathofisiologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CMV merupakan virus litik yang menyebabkan efek sitopatik in vivo dan in vitro. Tanda patologi dari infeksi CMV adalah sebuah pembesaran sel dengan tubuh yang terinfeksi virus.sel yang menunjukan cytomegaly biasanya terlihat pada infeksi yang disebabkan oleh betaherpesvirinae lain. Meskipun berdasarkan pertimbangan diagnosa, penemuan histological tersebut kemungkinannya minimal atau tidak ada pada organ yang trinfeksi. Ketika inang telah terinfeksi, DNA CMV dapat di deteksi oleh polymerase chain reaction (PCR) di dalam semua keturunan sel atau dan sistem organ didalam sistem tubuh. Pada permulaannya,CMV menginfeksi sel epitel dari kelenjar saliva, menghasilkan infeksi yang terus menerus dan pertahanan virus. Infeksi dari sistem genitif memberi kepastian klinik yang tidak konsekuen. Meskipun replikasi virus pada ginjal berlangsung terus-menerus, disfungsi ginjal jarang terjadi pada penerima transplantasi ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51); font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Patogenesis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Infeksi bawaan cytomegalovirus dapat terjadi karena infeksi primer atau reaktivasi dari ibu. Namun, penyakit yang diderita janin atau bayi yang baru lahir dikaitkan dengan infeksi primer ibu. Infeksi primer pada usia anak atau dewasa lebih sering dikaitkan dengan respon limfosit T yang hebat. Respon limfosit T dapat mengakibatkan timbulnya simdroma mononukleosis yang serupa seperti dialami setelah infeksi virus Epstein-Barr. Tanda khas infeksi ini adalah adanya limfosit atipik pada darah tepi. Sekali terkena, selama masa simtomatis infeksi primer, cytomegalovirus menetap pada jaringan induk semangnya. Tempat infeksi yang menetap dan laten melibatkan bermacam sel dan organ tubuh. Penularan transfusi darah atau transplantasi organ berkaitan dengan infeksi terselubung dalam jaringan ini. Penelitian bedah mayat menunjukan kelenjar liur dan usus merupakan tempat terdapat infeksi yang laten. Stimulasi antigen kronis (seperti yang timbul setelah transplantasi organ) disertai melemahnya sistem imun merupakan keadaan yang paling sesuai untuk pengaktifan cytomegalovirus dan penyakit yang disebabkan oleh cytomegalovirus. Cytomegalovirus dapat menyebabkan respons limfosit T yang lemah, yang sering kali mengakibatkan superinfeksi oleh kuman oportunistik. Cytomegalovirus juga dapat mejadi faktor pembantu dalam mengaktifkan infeksi laten HIV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51); font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Penyakit yang Berhubungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Salah satu penyakit yang disebabkan oleh cytomegalovius adalah CMV retinitis. Ini mempengaruhi mata yang menyebabkan kerusakan retina. Kemungkinan dari perkembangan CMV retinitis meningkat, jumlah dari sel CD4 berkurang. CMV retinitis mungkin mempengaruhi salah satu mata terlebih dahulu,tetapi biasanya berlanjut ke mata yang satunya dan menjadi bertambah buruk seiring dengan menurunnya kemampuan pasien melawan infeksi tersebut.virus tersebut sedang mengancam dan biasanya meminta perhatian dan perawatan dari ahli bedah mata.pasien dengan CMV retinitis beresiko untuk kehilangan retina, pendarahan, dan peradangan pada retina yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen dan menjadi buta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51); font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Gejala dan Tanda-tanda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;CMV retinitis biasanya menimbulkan gejala, tapi jarang pasien dengan kondisi sistem imun tertekan harus memperhatikan gejala-gejala pada mata berikut selama perawatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Kehilangan penglihatan tiba-tiba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Penglihatan menjadi kabur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Bintik buta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Sorotan cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0); font-weight: bold;"&gt;Penanganan CMV dengan Herbal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;CMV dapat di terapi secara rutin dengan menggunakan kombinasi &lt;span style="color: rgb(51, 204, 255); font-weight: bold;"&gt;KIWA&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;COKLINU&lt;/span&gt; yang diminum secara bergantian pagi dan sore.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:78%;"&gt;(http://mikrobia2.files.wordpress.com/2008/05/i-putu-chandradinita078114002.pdf)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5015977653156067787-5392035362889450890?l=media-herbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-herbal.blogspot.com/feeds/5392035362889450890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/cytomegalovirus-cmv_30.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5392035362889450890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5015977653156067787/posts/default/5392035362889450890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-herbal.blogspot.com/2009/12/cytomegalovirus-cmv_30.html' title='Cytomegalovirus (CMV)'/><author><name>Piet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12458788106540631716</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_MT-UjLAVY44/SUZdXLBzhiI/AAAAAAAAACI/N2lmBSGeQhI/S220/IMG_0007.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5015977653156067787.post-5524630538194100428</id><published>2009-12-30T09:29:00.002+07:00</published><updated>2009-12-30T10:11:29.494+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Campak'/><title type='text'>Virus Rubella (Campak Jerman)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rubella atau campak Jerman adalah penyakit yang disebabkan suatu virus RNA dari golongan Togavirus. Penyakit ini relatif tidak berbahaya dengan morbiditas dan mortalitas yang rendah pada manusia normal. Tetapi jika infeksi didapat saat kehamilan, dapat menyebabkan gangguan pada pembentukan organ dan dapat mengakibatkan kecacatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Sejarah Epidemi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dilakukan imunisasi massal mulai tahun 1969, di Amerika terjadi epidemi rubella tiap 6 – 9 tahun dengan epidemi terakhir pada tahun 1964 dengan perkiraan sebanyak lebih dari 20.000 kasus sindroma rubella kongenital dan 11.000 kasus keguguran. Insidens tertinggi adalah pada umur 5 – 9 tahun sebanyak 38,5 % dari kasus pada tahun 1966-1968. Meskipun insiden rubella turun sampai 99 % antara 1966-1968, 32 % dari semua kasus terjadi pada umur 15-29 tahun. Tanpa imunisasi, 10 % - 20% populasi di Amerika dicurigai terinfeksi rubella.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan imunisasi adalah eradikasi infeksi rubella kongenital. Jumlah kasus sindroma rubella kongenital yang dilaporkan turun sampai 99 % sejak tahun 1969. Setelah penurunan yang tajam dari insiden sindroma rubella kongenital, insiden mendatar sekitar 0.05 per 100.000 kelahiran hidup selama10 tahun terakhir karena infeksi rubella tetap berlanjut pada wanita usia subur. Bila semua wanita ini telah divaksinasi (idealnya) insiden sindroma rubella kongenital pasti akan turun sampai nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Penyebaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penularan virus rubella adalah melalui udara dengan tempat masuk awal melalui nasofaring dan orofaring. Setelah masuk akan mengalami masa inkubasi antara 11 sampai 14 hari sampai timbulnya gejala. Hampir 60 % pasien akan timbul ruam.&lt;br /&gt;Penyebaran virus rubella pada hasil konsepsi terutama secara hematogen. Infeksi kongenital biasanya terdiri dari 2 bagian : viremia maternal dan viremia fetal. Viremia maternal terjadi saat replikasi virus dalam sel trofoblas. Kemudian tergantung kemampuan virus untuk masuk dalam barier plasenta. Untuk dapat terjadi viremia fetal, replikasi virus harus terjadi dalam sel endotel janin. Viremia fetal dapat menyebabkan kelainan organ secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi- bayi yang dilahirkan dengan rubella kongenital 90 % dapat menularkan virus yang infeksius melalui cairan tubuh selama berbulan-bulan. Dalam 6 bulan sebanyak 30 – 50 %, dan dalam 1 tahun sebanyak kurang dari 10 %. Dengan demikian bayi - bayi tersebut merupakan ancaman bagi bayi-bayi lain, disamping bagi orang dewasa yang rentan dan berhubungan dengan bayi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);" class="fullpost"&gt;Gejala klinis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gambaran klinis infeksi rubella serupa dengan penyakit lain dan kadang-kadang tidak tampak gejala dan tanda infeksi. Pada orang dewasa mula-mula terdapat gejala prodromal berupa malaise, mialgia dan sakit kepala. Pada anak-anak sering tidak diketahui gejala prodromal ini, atau apabila ada sangat minimal. Onset dari gejala prodromal sering dilaporkan dengan munculnya limfadenopati postaurikuler, yang biasanya dilanjutkan dengan munculnya ruam setelah 6-7 hari. Bercak-bercak berupa exanthema yang khas yaitu makulo papular yang sentrifugal mulai dari dada atas, abdomen kemudian ekstremitas yang akan menghilang dalam 3 hari. Kadang-kadang timbul arthralgia yang tergantung dari virulensi virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada janin, infeksi rubella dapat menyebabkan abortus bila terjadi pada trimester I.. Mula-mula replikasi virus terjadi dalam jaringan janin, dan menetap dalam kehidupan janin, dan mempengaruhi pertumbuhan janin sehingga menimbulkan kecacatan atau kelainan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Infeksi ibu pada trimester kedua juga dapat menyebabkan kelainan yang luas pada organ. Menetapnya virus dan dan interaksi antara virus dan sel di dalam uterus dapat menyebabkan kelainan yang luas pada periode neonatal, seperti anemia hemolitika dengan hematopoiesis ekstra meduler, hepatitis, nefritis interstitial, ensefalitis, pankreatitis interstitial dan osteomielitis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gejala rubella kongenital dapat dibagi dalam 3 kategori :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Sindroma rubella kongenital yang meliputi 4 defek utama yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. Gangguan pendengaran tipe neurosensorik. Timbul bila infeksi terjadi sebelum umur kehamilan 8 minggu. Gejala ini dapat merupakan satu-satunya gejala yang timbul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. Gangguan jantung meliputi PDA, VSD dan stenosis katup pulmonal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c. Gangguan mata : katarak dan glaukoma. Kelainan ini jarang berdiri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;d. Retardasi mental&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dan beberapa kelainan lain antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;e. Purpura trombositopeni ( Blueberry muffin rash )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;f. Hepatosplenomegali, meningoensefalitis, pneumonitis, dan lain-lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Extended – sindroma rubella kongenital.. Meliputi cerebral palsy, retardasi mental, keterlambatan pertumbuhan dan berbicara, kejang, ikterus dan gangguan imunologi ( hipogamaglobulin ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Delayed - sindroma rubella kongenital. Meliputi panensefalitis, dan Diabetes Mellitus tipe-1, gangguan pada mata dan pendengaran yang baru muncul bertahun-tahun kemudian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 51);" class="fullpost"&gt;Diagnosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diagnosis infeksi rubella sangat sulit karena gejalanya yang tidak khas. Timbulnya ruam selama 2-3 hari dan adanya adenopati postaurikuler dapat sebagai diagnosis awal kecurigaan infeksi rubella, tetapi untuk diagnosis pastinya diperlukan konfirmasi serologi atau virologi. Virus rubella dapat ditemukan pada struktur jaringan yang dapat diambil dari hapusan orofaring, tetapi tindakan ini sulit dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Antibodi rubella biasanya lebih dahulu muncul saat timbul ruam. Diagnosis rubella ditegakkan bila titer meningkat 4 kali saat fase akut, dan biasanya imunitas menetap lama. Apabila pasien diperiksa beberapa hari setelah timbul ruam, diagnosis dapat ditegakkan dengan analisis antibodi IgM anti rubella dengan menggunakan sistem ELISA. IgM spesifik rubella dapat terlihat 1 – 2 minggu setelah infeksi primer dan menetap selama 1 - 3 bulan. Adanya antibodi IgM menunjukkan adanya infeksi primer, tetapi bila negatif belum tentu tidak terinfeksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diagnosis prenatal dilakukan dengan memeriksa adanya IgM dari darah janin melalui CVS ( chorionoc villus sampling ) atau kordosentesis. Konfirmasi infeksi fetus pada trimester I dilakukan dengan menemukan adanya antigen spesifik rubella dan RNA pada CVS. Metode ini adalah yang terbaik untuk isolasi virus pada hasil konsepsi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(http://www.enformasi.com/2009/02/virus-rubella.html)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berdasarkan gejala klinik dan temuan serologi, sindroma rubella kongenital (CRS, Congenital Rubella Syndrome) dapat diklasifikasikan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. CRS confirmed. Defek dan satu atau lebih tanda/ gejala berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;* Virus rubella yang dapat diisolasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;* Adanya IgM spesifik rubella&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;* Menetapnya IgG spesifik rubella..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. CRS compatible. Terdapat defek tetapi konfirmasi laboratorium tidak lengkap. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. Katarak dan/ atau glaukoma kongenital, penyakit jantung kongenital, tuli, retinopati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;
